Bareskrim Gagalkan Dugaan Penyelundupan 112 Vape Mengandung Etomidate di Bandara Kualanamu

Sumatera Utara, Harianmedia — Bareskrim Polri menggagalkan dugaan penyelundupan 112 vape merek Batman yang diduga mengandung zat etomidate di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara. Pengungkapan kasus ini menjadi bagian dari upaya aparat dalam memberantas peredaran narkotika dengan modus baru yang memanfaatkan perangkat rokok elektronik sebagai media penyelundupan.

Kasus tersebut terungkap pada Sabtu, 20 Juni 2026. Saat itu, petugas melakukan pemeriksaan terhadap seorang penumpang berinisial UKM yang membawa barang bawaan mencurigakan. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, petugas menemukan 112 vape merek Batman yang diduga mengandung etomidate. Seluruh barang tersebut disembunyikan di dalam kotak styrofoam yang berisi kopi durian dan es batu untuk mengelabui proses pemeriksaan.

Penemuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan lebih mendalam. Tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri melakukan pengembangan guna mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran vape tersebut. Pengembangan dilakukan berdasarkan keterangan dari orang yang diamankan serta hasil pemeriksaan terhadap barang bukti yang ditemukan.

Dari hasil pengembangan, penyidik kemudian mengamankan Samuel Roynald Sihaan. Tidak lama berselang, polisi juga mengamankan Willy Raja Pande Turnip yang diduga membantu proses pengiriman barang menuju Jakarta. Keduanya diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut mengenai peran masing-masing dalam perkara tersebut.

Penyidikan kemudian berlanjut hingga penyidik mengamankan Deddy Pratama Putra serta seorang perempuan berinisial WS. Berdasarkan hasil pemeriksaan, penyidik memperoleh informasi mengenai alur perpindahan barang yang diduga mengandung etomidate tersebut sebelum dibawa menuju Bandara Kualanamu.

Penyidik juga memperoleh keterangan bahwa proses pengiriman vape tersebut dilakukan secara langsung oleh Widya Siregar bersama suaminya, Safrizal. Informasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyidikan untuk menelusuri jalur distribusi barang serta pihak-pihak yang diduga memiliki keterkaitan dalam jaringan tersebut.

Pengembangan kembali dilakukan di wilayah Medan Selayang. Dalam operasi lanjutan tersebut, polisi mengamankan Akbar Bodamer. Dari hasil pemeriksaan, Akbar mengaku selalu berkomunikasi dengan seseorang bernama Ahmad setiap kali menerima pesanan vape yang diduga mengandung etomidate.

Penyidik juga memperoleh keterangan mengenai aliran keuntungan dari transaksi yang dilakukan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Akbar mengaku memperoleh keuntungan sebesar Rp14,9 juta yang kemudian dibagi dengan M. Teddy Hamdani sebesar Rp8,8 juta sesuai kesepakatan di antara keduanya. Informasi tersebut menjadi bagian dari barang bukti yang sedang didalami oleh penyidik.

Dalam proses penyidikan, Bareskrim menyatakan masih memburu dua orang yang diduga memiliki peran penting dalam jaringan tersebut, yakni Ahmad dan M. Teddy Hamdani. Keduanya diduga berperan sebagai pengendali jaringan sehingga hingga kini masih dilakukan pencarian.

Seluruh tersangka yang telah diamankan beserta barang bukti kemudian dibawa ke Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri di Jakarta untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Penyidik masih terus mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Dalam penanganan perkara ini, penyidik juga melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap tersangka WS yang sedang hamil. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim kesehatan, kondisi yang bersangkutan dinyatakan memungkinkan untuk menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Etomidate merupakan obat yang digunakan sebagai anestesi dalam tindakan medis dan penggunaannya harus berada di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Penyalahgunaan zat tersebut di luar ketentuan dapat menimbulkan risiko kesehatan sehingga menjadi perhatian aparat penegak hukum dalam upaya pemberantasan peredarannya.

Kasus ini menunjukkan bahwa pelaku menggunakan berbagai cara untuk menyamarkan barang yang diduga mengandung etomidate agar tidak mudah terdeteksi. Modus penyembunyian di dalam kotak styrofoam berisi kopi durian dan es batu menjadi salah satu cara yang berhasil diungkap dalam pemeriksaan di Bandara Kualanamu.

Penyidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap seluruh jaringan yang diduga terlibat. Aparat juga terus menelusuri asal barang, jalur distribusi, serta kemungkinan adanya pihak lain yang memiliki peran dalam peredaran vape yang diduga mengandung etomidate tersebut.

Pengungkapan ini menambah daftar kasus penyelundupan etomidate yang berhasil diungkap aparat sepanjang tahun 2026. Bareskrim menegaskan bahwa pengembangan perkara akan terus dilakukan hingga seluruh pihak yang diduga terlibat dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *