Gempa Flores Masih Berlanjut, Ribuan Gempa Susulan Dipantau BMKG

Sumber Foto : BMKG

Flores, Harianmedia — Flores, Nusa Tenggara Timur, masih mengalami aktivitas gempa bumi susulan setelah gempa utama Magnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah tersebut.

Berdasarkan pembaruan BMKG hingga 20 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB, tercatat 3.860 gempa bumi susulan dari rangkaian gempa Flores. Dari jumlah tersebut, 30 gempa memiliki magnitudo di atas 5, sedangkan sejumlah gempa susulan lainnya dirasakan oleh masyarakat.

Rangkaian gempa tersebut terjadi setelah gempa utama Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026. BMKG sebelumnya mencatat aktivitas gempa susulan terus berkembang sejak terjadinya gempa utama tersebut. Pada 19 Agustus pukul 05.00 WIB, jumlah gempa susulan yang tercatat mencapai 2.768 kejadian, dengan magnitudo berkisar M1,1 hingga M6,2.

Aktivitas kegempaan juga masih terlihat pada Kamis, 20 Agustus 2026. Salah satu gempa yang tercatat BMKG terjadi pada pukul 05.45 WIB di wilayah Flores, dengan magnitudo awal M5,6. Hasil pemutakhiran parameter BMKG mencatat magnitudo M5,8, dengan kedalaman 10 kilometer dan episenter sekitar 34 kilometer arah timur laut Ruteng, Manggarai. BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Pada hari yang sama, aktivitas gempa masih tercatat di sekitar wilayah Manggarai. Data gempa terkini BMKG menunjukkan gempa berkekuatan M4,0 terjadi pada pukul 17.31 WIB dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 39 kilometer sebelah utara Ruteng, Manggarai, pada kedalaman 7 kilometer. Gempa tersebut dilaporkan dirasakan dengan intensitas II MMI di Kabupaten Manggarai.

Besarnya jumlah gempa susulan membuat aktivitas kegempaan di Flores masih menjadi perhatian. BMKG terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan gempa dan mengingatkan masyarakat agar tetap tenang serta waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi bangunan setelah merasakan guncangan. Bangunan yang mengalami kerusakan sebaiknya tidak langsung digunakan sebelum dipastikan aman. Informasi mengenai aktivitas gempa perlu mengikuti pembaruan resmi BMKG agar masyarakat memperoleh data yang sesuai dengan hasil pemantauan terbaru.

BMKG sebelumnya mencatat gempa susulan terbesar dalam rangkaian ini mencapai Magnitudo 6,2. Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa rangkaian gempa pascagempa utama masih berlangsung dan membutuhkan pemantauan secara berkelanjutan.

Dengan total 3.860 gempa susulan hingga 20 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB, aktivitas kegempaan Flores masih terus dipantau. Perubahan jumlah maupun karakteristik gempa dapat terjadi seiring bertambahnya data hasil pemantauan.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *