Pasca Haul Solo 2026, Sampah Berserakan dan Diangkut ke TPA Putri Cempo

Screenshot

Solo, Harianmedia — Rangkaian Haul ke-115 Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi di Kota Solo telah selesai pada Minggu, 4 Oktober 2026. Setelah para jemaah meninggalkan lokasi kegiatan, sejumlah kawasan di sekitar Pasar Kliwon terlihat dipenuhi sampah yang tersisa dari aktivitas selama pelaksanaan haul.

Sampah terlihat di sejumlah titik yang sebelumnya menjadi lokasi padat aktivitas jemaah. Beberapa jenis sampah yang ditemukan antara lain plastik, bungkus makanan, dan botol minuman. Kondisi tersebut terlihat di kawasan sekitar Jalan Kapten Mulyadi, Jalan Veteran, hingga sejumlah jalan permukiman warga.

Pemerintah Kota Solo kemudian mengerahkan petugas untuk melakukan pembersihan di berbagai lokasi. Sekitar 150 petugas kebersihan dari 10 kelurahan dikerahkan untuk menangani sampah yang tersebar di kawasan Pasar Kliwon.

Petugas tidak hanya membersihkan area yang menjadi pusat kegiatan haul. Jalan dan kawasan permukiman di sekitar lokasi juga ikut disisir untuk memastikan sampah yang tersisa dapat segera dikumpulkan.

Untuk mempercepat proses pembersihan, sejumlah armada pengangkut sampah disiapkan. Sebanyak 15 armada jenis L300 digunakan untuk membawa sampah yang telah dikumpulkan petugas menuju tempat pembuangan akhir.

Sampah hasil pembersihan kemudian diangkut ke TPA Putri Cempo. Dalam kondisi tersebut, sampah tidak dipilah terlebih dahulu sebelum dibawa ke lokasi pembuangan. Pemilahan dilakukan kemudian di TPA karena pemerintah memprioritaskan pembersihan kawasan setelah rangkaian kegiatan selesai.

Langkah tersebut dilakukan agar ruang publik dan jalan yang sebelumnya digunakan selama kegiatan haul dapat kembali dimanfaatkan masyarakat. Pembersihan juga dilakukan setelah arus jemaah mulai berkurang dan kawasan sekitar lokasi kegiatan kembali digunakan untuk aktivitas warga.

Jumlah sampah yang dihasilkan dari kegiatan Haul Solo 2026 diperkirakan mencapai sekitar 40 ton. Jumlah tersebut dihitung berdasarkan sekitar 40 rit angkutan sampah yang dibawa dari kawasan kegiatan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Solo menyampaikan bahwa jumlah tersebut masih berupa perkiraan. Penghitungan dilakukan berdasarkan jumlah rit angkutan karena timbangan sampah sedang dalam proses perbaikan.

Jumlah sampah tahun ini juga diperkirakan tidak jauh berbeda atau dapat lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu faktor yang disebut memengaruhi jumlah tersebut adalah pelaksanaan puncak kegiatan yang berlangsung pada akhir pekan sehingga jumlah jemaah yang datang lebih banyak.

Sebagian besar sampah yang ditemukan setelah kegiatan disebut berupa material plastik. Sampah tersebut berasal dari berbagai aktivitas masyarakat selama berada di sekitar lokasi haul.

Pembersihan dilakukan secara bertahap setelah rangkaian kegiatan Haul Solo 2026 berakhir. Petugas mengumpulkan sampah dari berbagai titik sebelum memasukkannya ke armada pengangkut untuk dibawa ke TPA Putri Cempo.

Wali Kota Solo Respati Ardi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan setelah kegiatan yang menghadirkan banyak orang. Menurutnya, kawasan yang telah digunakan selama kegiatan harus segera dibersihkan agar masyarakat dapat kembali menggunakan fasilitas umum dan pelaku usaha dapat kembali menjalankan aktivitasnya.

Pelaksanaan Haul Solo 2026 juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Tingkat hunian hotel dan aktivitas rumah makan meningkat selama rangkaian kegiatan berlangsung. Namun, setelah kegiatan selesai, kebersihan kawasan menjadi salah satu pekerjaan yang harus segera ditangani.

Pemerintah bersama petugas kebersihan kemudian melakukan pembersihan secara menyeluruh di kawasan yang terdampak. Sampah yang terkumpul diangkut menggunakan armada yang telah disiapkan dan dibawa menuju TPA Putri Cempo.

Pengangkutan langsung ke TPA dilakukan karena kondisi setelah kegiatan membutuhkan penanganan cepat. Dengan cara tersebut, proses pengosongan sampah dari kawasan kegiatan dapat dilakukan lebih cepat tanpa menunggu proses pemilahan di lokasi awal.

Setelah berada di TPA Putri Cempo, sampah tersebut selanjutnya dapat ditangani sesuai proses pengelolaan yang dilakukan di lokasi. Pemilahan yang sebelumnya tidak dilakukan di kawasan Pasar Kliwon akan dilakukan kemudian di tempat pembuangan akhir.

Pembersihan pascahaul menjadi bagian dari upaya mengembalikan kondisi kawasan Solo setelah kegiatan yang dihadiri jemaah dalam jumlah besar. Petugas dari berbagai kelurahan terus dikerahkan untuk memastikan sampah yang masih tersisa dapat segera ditangani.

Dengan berakhirnya rangkaian Haul Solo 2026, kawasan yang sebelumnya dipadati jemaah mulai kembali digunakan masyarakat. Pembersihan sampah dilakukan agar jalan, fasilitas umum, dan lingkungan sekitar dapat kembali menjalankan fungsi seperti biasa.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *