Truk Bermuatan Tiga Ekskavator Terguling di Lamandau, Jalur Trans Kalimantan Sempat Lumpuh

Kalimantan Tengah, Harianmedia — Sebuah truk longbed yang mengangkut tiga unit ekskavator mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Bukit Angker, Desa Kudangan, Kecamatan Delang, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, pada Senin malam, 27 Juli 2026. Insiden tersebut mengakibatkan kendaraan beserta muatannya melintang di badan Jalan Trans Kalimantan poros selatan sehingga arus lalu lintas yang menghubungkan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat sempat lumpuh total selama proses evakuasi berlangsung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, truk tersebut dikemudikan oleh Gian Luhur Gemilang dan membawa tiga unit ekskavator jenis Sunward PC100. Kendaraan diketahui sedang dalam perjalanan melintasi jalur Trans Kalimantan ketika kecelakaan terjadi di kawasan Bukit Angker yang dikenal memiliki medan jalan menanjak dan menurun.

Sebelum insiden terjadi, truk dilaporkan sempat berhenti selama sekitar sepuluh hari karena mengalami kerusakan pada bagian kampas kopling. Setelah perbaikan selesai dilakukan, kendaraan kembali melanjutkan perjalanan menuju tujuan. Namun, ketika melintasi tanjakan di Bukit Angker, truk diduga kehilangan tenaga sehingga bergerak mundur.

Kendaraan yang bergerak mundur kemudian tidak dapat dikendalikan. Truk berputar melintang di badan jalan hingga akhirnya terguling bersama muatan tiga unit ekskavator. Posisi kendaraan yang melintang menyebabkan seluruh badan jalan tertutup sehingga kendaraan dari dua arah tidak dapat melintas.

Tidak lama setelah kejadian, petugas kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan. Personel segera memasang tanda peringatan di sekitar lokasi kecelakaan serta mengatur arus kendaraan yang telah mengantre dari kedua arah. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan lanjutan selama proses penanganan berlangsung.

Akibat tertutupnya akses Jalan Trans Kalimantan, antrean kendaraan terus bertambah. Jalur tersebut merupakan salah satu akses utama yang menghubungkan wilayah Kalimantan Tengah dengan Kalimantan Barat sehingga banyak kendaraan angkutan barang maupun kendaraan pribadi terdampak oleh kejadian tersebut.

Proses evakuasi menjadi tantangan tersendiri karena truk membawa tiga unit ekskavator dengan bobot yang sangat besar. Petugas bersama pihak terkait harus menggunakan peralatan berat untuk memindahkan muatan dan mengevakuasi kendaraan yang terguling agar badan jalan dapat kembali digunakan.

Selama proses evakuasi berlangsung, aparat keamanan terus melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi. Pengendara yang datang dari dua arah diminta menunggu hingga jalur benar-benar dinyatakan aman untuk dilalui. Pengamanan juga dilakukan untuk memastikan tidak ada masyarakat yang mendekati area berbahaya di sekitar kendaraan terguling.

Pihak kepolisian memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Pengemudi truk dilaporkan selamat, sementara kerugian yang ditimbulkan lebih banyak berupa kerusakan pada kendaraan serta terganggunya arus transportasi di jalur Trans Kalimantan.

Setelah proses evakuasi berjalan, petugas secara bertahap mulai membersihkan badan jalan dari kendaraan dan muatan yang sempat menutup seluruh akses. Pekerjaan dilakukan secara hati-hati mengingat ukuran ekskavator yang besar dan posisi kendaraan yang cukup sulit dijangkau.

Selama jalur masih ditutup, kendaraan dari arah Kalimantan Tengah maupun Kalimantan Barat harus menunggu hingga proses pemindahan selesai. Antrean kendaraan sempat mengular cukup panjang karena tidak tersedia jalur alternatif yang dapat digunakan untuk menghindari lokasi kejadian.

Bukit Angker di Kecamatan Delang memang dikenal sebagai salah satu titik jalan yang memiliki kondisi medan cukup menantang bagi kendaraan bermuatan berat. Oleh karena itu, pengemudi angkutan logistik umumnya diminta memastikan kondisi kendaraan benar-benar layak sebelum melintasi kawasan tersebut.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kondisi teknis kendaraan, terutama sistem pengereman dan komponen penggerak, sebelum melakukan perjalanan jauh dengan membawa muatan berat. Kendaraan yang mengangkut alat berat membutuhkan kondisi mekanis yang optimal agar tetap aman saat melewati jalur dengan tanjakan dan turunan.

Setelah seluruh proses evakuasi selesai, badan Jalan Trans Kalimantan akhirnya dapat dibuka kembali secara bertahap. Kendaraan yang sebelumnya mengantre mulai diarahkan untuk melintas dengan pengawasan petugas hingga arus lalu lintas kembali normal.

Pihak kepolisian masih melakukan pendataan terkait kejadian tersebut untuk melengkapi laporan kecelakaan. Informasi awal menunjukkan bahwa insiden dipicu ketika truk kehilangan tenaga saat melintasi tanjakan, sebelum akhirnya bergerak mundur dan terguling bersama muatan yang dibawanya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini sempat mengganggu aktivitas transportasi di salah satu jalur utama Pulau Kalimantan. Berkat penanganan yang dilakukan oleh petugas di lapangan, proses evakuasi dapat diselesaikan dan akses Jalan Trans Kalimantan kembali berfungsi sehingga arus kendaraan antara Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat dapat berjalan normal kembali.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *