Aceh, Harianmedia — Hujan deras melanda sejumlah wilayah Aceh pada Minggu, 13 September 2026. Cuaca dengan intensitas tinggi tersebut memicu banjir di Kabupaten Aceh Tenggara dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tengah. Peristiwa di dua wilayah itu menyebabkan sejumlah rumah dan akses jalan terdampak. Di Aceh Tengah, satu warga meninggal dunia dan 13 orang lainnya mengalami luka-luka.
Di Aceh Tenggara, banjir terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Banjir melanda lima kecamatan, yakni Babussalam, Lawe Bulan, Bambel, Deleng Pokhkison, dan Lawe Sumur. Sejumlah desa di lima kecamatan tersebut terdampak genangan air setelah hujan deras yang turun sejak sore hari menyebabkan debit beberapa sungai meningkat.
Wilayah yang terdampak di Kecamatan Babussalam meliputi Desa Pulonas, Kota Kutacane, Pulo Latong, Gumpang Jaya, dan Kutacane Lama. Sementara di Kecamatan Lawe Bulan, banjir terjadi di Desa Pulonas Baru dan Lawe Rutung.
Di Kecamatan Bambel, wilayah yang terdampak berada di Desa Pancar Iman dan Kuning I. Banjir juga terjadi di Desa Peseluk Pesimbe, Kecamatan Deleng Pokhkison, serta Desa Kuta Lesung di Kecamatan Lawe Sumur. Secara keseluruhan, banjir tersebut berdampak pada sejumlah permukiman yang berada di lima kecamatan tersebut.
Tingginya curah hujan membuat debit Sungai Lawe Bulan, Lawe Kisam, dan Lawe Kinga meningkat. Kondisi tersebut kemudian menyebabkan air meluap dan masuk ke sejumlah permukiman warga. Banjir juga membawa material berupa kayu dan batu sehingga kondisi di sejumlah lokasi terdampak menjadi lebih berat.
Selain menggenangi rumah warga, banjir juga berdampak terhadap infrastruktur. Dua jembatan Billy dilaporkan terdampak. Sejumlah tanggul yang berada di tiga sungai tersebut juga dilaporkan jebol akibat tingginya debit air. Penanganan dilakukan setelah kondisi banjir terjadi di sejumlah wilayah Aceh Tenggara.
Sementara itu, di Kabupaten Aceh Tengah, tanah longsor terjadi sekitar pukul 18.15 WIB pada Minggu, 13 September 2026. Longsor berdampak pada empat kecamatan, yaitu Kebayakan, Lut Tawar, Celala, dan Silih Nara.
Material tanah dan lumpur menutup sejumlah ruas jalan nasional, provinsi, dan kabupaten. Kondisi tersebut menyebabkan akses di beberapa titik terganggu. Longsor juga berdampak terhadap rumah warga di sejumlah lokasi.
Berdasarkan laporan penanganan bencana, terdapat dua rumah yang mengalami kerusakan berat. Selain itu, satu rumah mengalami kerusakan sedang dan satu rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Kondisi tersebut tercatat setelah material longsor menerjang sejumlah wilayah di Aceh Tengah.
Peristiwa tersebut juga menyebabkan 13 warga mengalami luka-luka. Mereka mendapat penanganan setelah terdampak longsor. Sementara itu, satu warga berusia sembilan tahun bernama Nazila dilaporkan meninggal dunia akibat kejadian tersebut. Data mengenai jumlah warga terdampak disampaikan dalam laporan penanganan bencana di wilayah Aceh Tengah.
Untuk membuka akses yang tertutup material longsor, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah mengerahkan alat berat. Satu unit wheel loader dan satu unit excavator digunakan untuk membantu membersihkan material yang menutup badan jalan. Proses tersebut dilakukan agar akses yang terdampak dapat kembali digunakan.
Di Aceh Tenggara, penanganan juga dilakukan setelah banjir melanda sejumlah wilayah. Tim Reaksi Cepat dan satu unit excavator dikerahkan untuk melakukan penanganan di lokasi terdampak. Kondisi banjir dilaporkan berangsur surut setelah sebelumnya menggenangi sejumlah permukiman.
Banjir di Aceh Tenggara dan longsor di Aceh Tengah terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Dua kejadian itu berlangsung pada Minggu, 13 September 2026, dengan waktu kejadian yang berbeda. Banjir di Aceh Tenggara dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.30 WIB, sedangkan longsor di Aceh Tengah terjadi sekitar pukul 18.15 WIB.
Dampak yang ditimbulkan meliputi genangan di permukiman, kerusakan tanggul dan jembatan di Aceh Tenggara, serta tertutupnya sejumlah ruas jalan dan kerusakan rumah di Aceh Tengah. Selain kerusakan tersebut, longsor di Aceh Tengah menyebabkan 13 warga mengalami luka-luka dan satu anak berusia sembilan tahun meninggal dunia.
Penanganan di kedua wilayah kemudian dilakukan dengan mengerahkan personel dan peralatan untuk menangani dampak bencana. Di Aceh Tengah, alat berat digunakan untuk membersihkan material longsor dari jalan. Sementara di Aceh Tenggara, penanganan dilakukan terhadap wilayah yang terdampak banjir setelah debit sungai meningkat akibat hujan deras.
Peristiwa banjir dan longsor tersebut menjadi rangkaian bencana yang terjadi di wilayah Aceh pada pertengahan September 2026. Data mengenai dampak di lapangan terus menjadi bagian dari proses penanganan oleh pihak terkait, terutama pada wilayah yang mengalami kerusakan infrastruktur dan gangguan akses akibat material banjir maupun longsor.

