Kupang, Harianmedia — Seorang mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana (Undana), Jessica Sofia Tunardjo, menjadi perhatian publik setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Wira Sakti, Kupang. Kondisi tersebut terjadi setelah sidang skripsinya dilaporkan batal sebanyak 12 kali, sehingga memicu perhatian luas dari masyarakat dan berbagai pihak.
Kasus ini bermula ketika proses sidang skripsi yang dijalani Jessica mengalami pembatalan secara berulang. Pembatalan tersebut berlangsung dalam kurun waktu yang cukup panjang hingga membuat penyelesaian studinya tertunda. Situasi itu kemudian berdampak pada kondisi psikologis Jessica hingga akhirnya ia harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Peristiwa tersebut menjadi sorotan setelah kisah Jessica ramai diperbincangkan. Banyak pihak menaruh perhatian terhadap kondisi mahasiswi tersebut serta mempertanyakan penyebab pembatalan sidang skripsi yang terjadi berulang kali.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Rektor Universitas Nusa Cendana, Maxs U. E. Sanam, datang langsung ke Rumah Sakit Wira Sakti untuk menjenguk Jessica. Dalam kunjungan itu, rektor memberikan dukungan kepada mahasiswi tersebut beserta keluarganya dan memastikan pihak universitas hadir untuk memberikan perhatian terhadap kondisi yang dialaminya.
Rektor juga menyampaikan bahwa universitas berkomitmen mengawal penyelesaian hak akademik Jessica agar proses studinya dapat diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, pihak universitas menegaskan akan menelusuri penyebab pembatalan sidang skripsi yang terjadi sebanyak 12 kali.
Di sisi lain, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi turut memberikan perhatian terhadap kasus tersebut. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dilaporkan melakukan komunikasi secara langsung melalui panggilan video dengan Jessica untuk memberikan dukungan moral sekaligus memastikan persoalan yang dihadapinya mendapat penanganan.
Pihak universitas menyatakan proses penelusuran internal masih berlangsung untuk mengetahui penyebab pembatalan sidang skripsi tersebut. Jika dalam proses itu ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan akademik, universitas menyatakan akan mengambil langkah sesuai aturan yang berlaku.
Hingga perkembangan terbaru, Jessica masih menjalani perawatan dan mendapat pendampingan dari keluarga serta perhatian dari pihak universitas. Undana menyatakan akan terus mengawal penyelesaian hak akademiknya, sementara proses penelusuran terhadap penyebab pembatalan sidang skripsi masih dilakukan untuk memperoleh kejelasan secara menyeluruh.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut proses akademik di perguruan tinggi serta pentingnya pendampingan bagi mahasiswa yang menghadapi tekanan selama menyelesaikan pendidikan. Pihak universitas berharap penanganan yang dilakukan dapat memberikan kepastian bagi mahasiswi tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk mencegah persoalan serupa terjadi di kemudian hari.

