Sukabumi, Harianmedia — Kebakaran hebat melanda Kampung Adat Ciptamulya yang berada di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Sabtu, 25 Juli 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga terbakar dan memaksa ratusan penduduk meninggalkan tempat tinggal mereka demi keselamatan. Api yang muncul pada siang hari dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan lain karena sebagian besar rumah di kawasan adat tersebut terbuat dari kayu dengan atap ijuk yang mudah terbakar.
Berdasarkan data sementara dari pihak berwenang, sebanyak 70 rumah adat dilaporkan hangus terbakar. Selain rumah warga, sejumlah lumbung padi atau leuit yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat adat juga ikut terdampak dalam peristiwa tersebut. Kebakaran ini menyebabkan sekitar 420 jiwa atau sekitar 70 kepala keluarga terdampak dan harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman sambil menunggu penanganan lebih lanjut.
Kampung Adat Ciptamulya merupakan salah satu kawasan adat yang masih mempertahankan bangunan tradisional serta nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Sebagian besar rumah di kawasan tersebut menggunakan material kayu dengan atap ijuk, sehingga ketika api muncul, kobaran dapat dengan cepat menyebar dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Kondisi permukiman yang berdekatan juga menjadi salah satu faktor yang mempercepat meluasnya kebakaran.
Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi pada siang hari. Warga yang mengetahui adanya api segera berusaha melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sambil meminta bantuan kepada petugas. Namun, besarnya kobaran api serta material bangunan yang mudah terbakar membuat upaya awal tersebut belum mampu menghentikan penyebaran api.
Petugas pemadam kebakaran bersama aparat terkait, relawan, dan masyarakat kemudian bekerja sama untuk mengendalikan kobaran api. Proses pemadaman berlangsung dengan penuh kehati-hatian mengingat banyak bangunan yang berada dalam satu kawasan permukiman. Setelah berjibaku selama beberapa waktu, api akhirnya berhasil dikendalikan sehingga tidak kembali meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Dugaan sementara menyebutkan kebakaran bermula dari korsleting listrik di area bangunan MCK umum. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak yang berwenang. Proses penyelidikan dilakukan untuk memastikan sumber api sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan.
Selain menghanguskan rumah warga, kebakaran juga menyebabkan banyak barang berharga tidak dapat diselamatkan. Perabot rumah tangga, pakaian, dokumen penting, hingga kebutuhan sehari-hari ikut terbakar. Beberapa lumbung padi yang menjadi tempat penyimpanan hasil panen masyarakat juga mengalami kerusakan akibat kobaran api.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas langsung melakukan pendataan terhadap rumah yang terdampak serta jumlah warga yang membutuhkan bantuan. Pendataan dilakukan untuk memastikan seluruh korban memperoleh penanganan sesuai kebutuhan. Warga yang kehilangan tempat tinggal diarahkan menuju lokasi pengungsian sementara yang telah disiapkan.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait segera menyalurkan bantuan darurat kepada warga terdampak. Bantuan tersebut meliputi kebutuhan pokok, makanan siap saji, air bersih, selimut, serta perlengkapan lain yang diperlukan selama masa tanggap darurat. Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap sesuai hasil pendataan di lapangan.
Di lokasi kejadian, suasana duka masih menyelimuti warga yang menyaksikan rumah mereka hangus dilalap api. Banyak keluarga hanya sempat menyelamatkan diri tanpa membawa barang berharga karena api menyebar dengan sangat cepat. Keselamatan menjadi prioritas utama ketika kobaran mulai membesar dan mengancam seluruh kawasan permukiman.
Meski mengalami kerugian besar, tidak ada laporan resmi mengenai korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Informasi ini memberikan sedikit kelegaan di tengah besarnya dampak yang dialami masyarakat. Petugas tetap melakukan pemantauan untuk memastikan seluruh warga berada dalam kondisi aman serta memperoleh bantuan yang diperlukan.
Kampung Adat Ciptamulya dikenal sebagai salah satu kawasan yang masih mempertahankan tradisi dan arsitektur khas masyarakat adat. Keberadaan rumah-rumah tradisional serta lumbung padi menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat setempat. Karena itu, kebakaran yang terjadi tidak hanya berdampak pada tempat tinggal warga, tetapi juga terhadap warisan budaya yang selama ini dijaga bersama.
Proses penanganan pascakebakaran masih terus dilakukan. Selain membersihkan sisa material bangunan yang terbakar, petugas juga memastikan lokasi tetap aman dari potensi munculnya titik api baru. Langkah tersebut dilakukan agar warga dapat kembali beraktivitas dengan kondisi yang lebih aman.
Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penanganan bagi warga terdampak. Fokus utama saat ini adalah memenuhi kebutuhan dasar para korban, memastikan kondisi kesehatan mereka, serta menyusun langkah-langkah pemulihan pascabencana. Pendataan kerusakan juga terus diperbarui agar proses bantuan dapat berjalan secara tepat sasaran.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting mengenai risiko kebakaran di kawasan permukiman yang didominasi bangunan berbahan kayu. Kewaspadaan terhadap instalasi listrik, kesiapan menghadapi keadaan darurat, serta kerja sama masyarakat menjadi faktor penting dalam upaya mengurangi risiko terjadinya kebakaran di masa mendatang.
Masyarakat di sekitar lokasi turut menunjukkan kepedulian dengan membantu proses evakuasi dan memberikan dukungan kepada warga yang terdampak. Semangat gotong royong terlihat selama proses penanganan berlangsung, mulai dari membantu menyelamatkan barang yang masih dapat dievakuasi hingga mendistribusikan bantuan kepada para korban.
Hingga saat ini, proses penanganan dan pemulihan di Kampung Adat Ciptamulya masih terus berlangsung. Pemerintah bersama seluruh unsur terkait berupaya memastikan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi serta mempercepat langkah-langkah pemulihan setelah kebakaran. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.

