Jenazah Mozza Tiba di Gebugan, Warga Berdatangan untuk Mendoakan

Sumber Foto : Kumparan

Semarang, Harianmedia — Jenazah Mozza Axillia Gunarsa, perempuan berusia 18 tahun asal Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, akhirnya tiba di rumah duka pada Jumat (4/9/2026) malam. Kedatangan jenazah disambut keluarga dan warga yang berkumpul di rumah duka dengan suasana penuh haru.

Jenazah Mozza tiba sekitar pukul 22.26 WIB menggunakan ambulans milik Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Semarang. Sejumlah keluarga dan warga telah menunggu kedatangan jenazah di rumah duka yang berada di Dusun Gebugan.

Suasana berubah menjadi penuh kesedihan ketika ambulans tiba di depan rumah. Keluarga menyambut kedatangan jenazah, sementara warga dan pelayat berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir serta ikut mendoakan Mozza.

Setelah jenazah tiba, para pelayat melaksanakan salat jenazah di rumah duka. Doa bersama juga dilakukan oleh keluarga dan warga yang hadir. Prosesi tersebut berlangsung dengan suasana khidmat.

Kedatangan jenazah menjadi momen penting bagi keluarga setelah selama lebih dari satu tahun menunggu kepastian mengenai keberadaan Mozza. Mozza sebelumnya dilaporkan hilang pada Juni 2025 setelah meninggalkan rumah di Gebugan.

Berdasarkan keterangan kepolisian, Mozza meninggalkan rumah pada 25 Juni 2025 sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, ia berpamitan kepada orang tuanya dengan alasan hendak mengantarkan laptop milik seorang teman ke wilayah Semarang.

Setelah tidak kembali ke rumah, keluarga kemudian melaporkan kehilangan tersebut kepada pihak kepolisian. Proses pencarian dilakukan selama lebih dari satu tahun dengan melibatkan pemeriksaan sejumlah saksi, penelusuran barang bukti, penyisiran lokasi, serta koordinasi dengan kepolisian di wilayah lain.

Dalam perkembangan terbaru, penyidik mendapatkan petunjuk dari percakapan di Instagram yang ditemukan pada perangkat elektronik milik orang tua Mozza. Percakapan tersebut kemudian menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan penyelidikan.

Polisi selanjutnya mengamankan seorang pria berinisial MDVA yang disebut sebagai orang yang terakhir berinteraksi dengan Mozza. Pria tersebut diamankan di wilayah Blora, Jawa Tengah, pada Kamis (3/9/2026).

Dari pemeriksaan awal, polisi menyampaikan adanya dugaan kuat keterlibatan MDVA dalam perkara yang berkaitan dengan hilangnya Mozza. Polisi kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum Mozza tidak diketahui keberadaannya.

Pada Jumat (4/9/2026), polisi juga melakukan proses evakuasi terhadap temuan yang diduga berkaitan dengan Mozza di kawasan Jangli, Kota Semarang. Proses tersebut dilakukan dengan melibatkan tim identifikasi dan pencarian karena lokasi berada di area yang memiliki kondisi medan cukup sulit.

Setelah proses identifikasi dilakukan, pihak keluarga mendapatkan kepastian mengenai identitas Mozza. Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada keluarga sehingga jenazah dapat dibawa pulang ke rumah duka di Gebugan.

Di rumah duka, keluarga menerima kedatangan jenazah dengan suasana haru. Warga sekitar juga ikut datang untuk menyampaikan dukungan kepada keluarga dan mengikuti rangkaian doa.

Ketua RT setempat, Suryanto, mengatakan pihak lingkungan menerima informasi mengenai kepastian identitas Mozza setelah keluarga mendapatkan kabar dari pihak kepolisian. Sebelumnya, warga juga mengetahui adanya proses penanganan temuan di wilayah Semarang.

Bagi warga Gebugan, kepulangan Mozza menjadi kabar yang sekaligus membawa kesedihan. Selama lebih dari satu tahun, keluarga dan masyarakat setempat menantikan kabar mengenai keberadaan perempuan tersebut.

Suryanto juga mengenang Mozza sebagai sosok yang dikenal baik dan pendiam. Menurutnya, Mozza cukup aktif dalam berbagai kegiatan di lingkungan tempat tinggalnya, termasuk kegiatan di musala.

Kedatangan jenazah pada Jumat malam membuat rumah duka dipenuhi keluarga, kerabat, dan warga yang ingin memberikan penghormatan terakhir. Sejumlah pelayat terlihat mengikuti salat jenazah dan mendoakan Mozza sebelum proses pemakaman.

Rencananya, Mozza dimakamkan di Makam Sepringgitan yang berada di Dusun Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Pemakaman dilakukan setelah seluruh rangkaian persiapan dan penghormatan terakhir dari keluarga selesai.

Sementara itu, proses hukum terkait perkara Mozza masih ditangani oleh kepolisian. Penyidik terus mendalami keterangan dari pihak yang telah diamankan serta mengumpulkan barang bukti untuk melengkapi proses penyidikan.

Polisi sebelumnya menyampaikan bahwa pengungkapan perkara ini berawal dari pendalaman sejumlah petunjuk, termasuk komunikasi melalui Instagram yang kemudian ditelusuri lebih lanjut. Penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah informasi yang berkaitan dengan aktivitas Mozza sebelum dilaporkan hilang.

Dengan ditemukannya titik terang dalam pencarian tersebut, keluarga akhirnya mendapatkan kepastian setelah penantian panjang. Jenazah Mozza telah dibawa kembali ke Gebugan untuk menjalani rangkaian penghormatan terakhir bersama keluarga dan warga.

Suasana haru masih terasa di rumah duka pada malam kedatangan jenazah. Warga berdatangan secara bergantian untuk mendoakan Mozza dan memberikan dukungan kepada keluarga yang sedang berduka.

Kasus ini selanjutnya masih menjadi bagian dari proses penyidikan kepolisian. Aparat akan melanjutkan pendalaman terhadap seluruh keterangan dan bukti yang telah diperoleh untuk memastikan rangkaian perkara tersebut dapat terungkap secara menyeluruh.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *