Kebakaran Terjadi di Belakang Masjid Mujahidin Pontianak, Rumah Rusak Hingga 80 Persen

Pontianak, Harianmedia — Kebakaran terjadi di kawasan belakang Masjid Raya Mujahidin, Jalan Ahmad Yani, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada Minggu, 21 Juni 2026. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.58 WIB itu menghanguskan sebagian besar bangunan rumah milik seorang dokter dan menyebabkan kerusakan yang diperkirakan mencapai 80 persen.

Peristiwa tersebut sempat menarik perhatian warga sekitar karena lokasi kejadian berada di kawasan yang cukup ramai. Asap hitam terlihat membumbung dari bagian atas rumah sebelum api membesar dan menghanguskan sejumlah bagian bangunan. Warga yang mengetahui kejadian itu segera berdatangan ke lokasi untuk melihat kondisi rumah sekaligus memberikan bantuan sesuai kemampuan mereka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lokasi kejadian, kebakaran pertama kali diketahui setelah warga melihat kepulan asap hitam keluar dari bagian rumah. Dalam waktu singkat, asap semakin tebal dan api mulai terlihat dari dalam bangunan. Kondisi tersebut membuat warga segera melaporkan kejadian kepada petugas pemadam kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Saat kebakaran berlangsung, suasana di sekitar lokasi sempat dipenuhi warga yang ingin mengetahui kondisi terkini. Beberapa warga membantu mengamankan area sekitar rumah agar proses penanganan dapat berjalan lebih lancar. Sejumlah orang juga berupaya membantu penghuni rumah menyelamatkan barang-barang yang masih memungkinkan untuk dipindahkan sebelum api semakin membesar.

Api yang terus membesar dalam waktu singkat menimbulkan kekhawatiran karena lokasi rumah berada di lingkungan yang memiliki bangunan lain di sekitarnya. Warga khawatir api dapat merembet ke bangunan lain apabila tidak segera dikendalikan. Karena itu, kedatangan petugas pemadam kebakaran menjadi sangat penting untuk mencegah meluasnya kebakaran.

Tidak lama setelah laporan diterima, sejumlah unit pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. Petugas langsung melakukan upaya pemadaman dengan mengarahkan selang air ke titik-titik yang masih terbakar. Proses pemadaman dilakukan dari beberapa sisi bangunan untuk mempercepat pengendalian api sekaligus mengurangi risiko penyebaran ke area sekitar.

Petugas pemadam bekerja dengan fokus untuk memastikan api tidak menjalar ke bangunan lain yang berada di dekat lokasi kejadian. Selain melakukan pemadaman, petugas juga memantau kondisi sekitar agar tidak muncul titik api baru yang berpotensi memperluas kebakaran. Langkah tersebut dilakukan mengingat lokasi rumah berada di kawasan yang memiliki cukup banyak bangunan di sekitarnya.

Upaya pemadaman berlangsung hingga api berhasil dikendalikan. Setelah kondisi dinilai aman, petugas melanjutkan proses pendinginan pada bagian-bagian bangunan yang masih mengeluarkan asap. Pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan dapat memicu kebakaran kembali setelah petugas meninggalkan lokasi.

Peristiwa kebakaran tersebut mengakibatkan kerusakan cukup berat pada bangunan rumah. Berdasarkan data yang tercatat, tingkat kerusakan mencapai sekitar 80 persen. Sebagian besar bagian rumah terdampak kobaran api sehingga menyebabkan kerusakan yang signifikan pada struktur bangunan maupun sejumlah barang yang berada di dalamnya.

Meski kerusakan bangunan tergolong berat, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi. Informasi ini menjadi kabar yang melegakan mengingat besarnya kebakaran yang terjadi dan kerusakan yang ditimbulkan pada bangunan.

Ketiadaan korban jiwa menunjukkan bahwa proses evakuasi berlangsung dengan baik pada saat kejadian. Warga yang berada di sekitar lokasi juga turut membantu mengamankan situasi sehingga penghuni rumah dapat berada di tempat yang aman selama proses pemadaman berlangsung.

Rumah yang terbakar diketahui merupakan milik Dr. Muhali dan Isna. Data yang dihimpun dari pihak terkait menunjukkan bahwa satu unit rumah tersebut menjadi bangunan yang terdampak dalam kejadian kebakaran pada Minggu siang tersebut. Hingga proses pemadaman selesai dilakukan, petugas terus melakukan pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan oleh peristiwa tersebut.

Selain kerusakan pada bangunan utama, sejumlah barang yang berada di dalam rumah juga dilaporkan terdampak akibat kebakaran. Namun, pendataan lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui secara rinci nilai kerugian yang ditimbulkan. Fokus utama petugas saat kejadian adalah memastikan keselamatan penghuni dan mengendalikan api agar tidak meluas.

Peristiwa kebakaran ini menjadi perhatian masyarakat sekitar karena terjadi di kawasan yang dikenal sebagai salah satu titik aktivitas warga di Kota Pontianak. Lokasi rumah yang berada di belakang Masjid Raya Mujahidin membuat kejadian tersebut cepat diketahui masyarakat sehingga informasi mengenai kebakaran segera menyebar di lingkungan sekitar.

Masjid Raya Mujahidin sendiri merupakan salah satu lokasi yang dikenal luas oleh masyarakat Pontianak. Karena itu, ketika kebakaran terjadi di area belakang masjid tersebut, banyak warga yang dengan cepat mengetahui adanya kejadian dan memantau perkembangan proses pemadaman yang dilakukan petugas.

Hingga Minggu siang, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui secara resmi. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber awal munculnya api. Proses penyelidikan dilakukan guna memperoleh informasi yang akurat mengenai penyebab terjadinya kebakaran.

Belum adanya kesimpulan resmi membuat penyebab kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Karena itu, informasi mengenai sumber api belum dapat dipastikan hingga seluruh proses penyelidikan selesai dilakukan oleh pihak yang berwenang.

Dalam setiap kejadian kebakaran, proses penyelidikan menjadi bagian penting untuk mengetahui faktor yang menyebabkan munculnya api. Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan laporan resmi mengenai peristiwa yang terjadi. Oleh karena itu, masyarakat diminta menunggu informasi resmi yang akan disampaikan setelah proses pemeriksaan selesai.

Kejadian ini juga menunjukkan pentingnya respons cepat dalam penanganan kebakaran. Laporan yang segera disampaikan kepada petugas memungkinkan proses pemadaman dilakukan lebih cepat sehingga risiko penyebaran api ke bangunan lain dapat ditekan. Dalam kasus ini, petugas berhasil mencegah api merembet ke bangunan sekitar meskipun rumah yang terbakar mengalami kerusakan cukup besar.

Peran warga dalam memberikan informasi awal juga menjadi salah satu faktor yang membantu percepatan penanganan. Saat melihat asap dan api muncul dari rumah tersebut, warga segera mengambil langkah untuk meminta bantuan sehingga petugas dapat segera menuju lokasi kejadian.

Setelah api berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan aman, aktivitas di sekitar lokasi perlahan kembali normal. Meski demikian, bekas kebakaran masih terlihat jelas pada bangunan yang terdampak. Kerusakan yang mencapai sekitar 80 persen menunjukkan besarnya dampak yang ditimbulkan oleh peristiwa tersebut.

Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Minggu, 21 Juni 2026 ini menjadi salah satu kejadian yang menyita perhatian masyarakat Kota Pontianak. Selain karena lokasi kejadian berada di kawasan yang cukup dikenal, kerusakan yang dialami bangunan juga tergolong besar meskipun tidak menimbulkan korban jiwa.

Hingga informasi terakhir yang tersedia, satu unit rumah milik Dr. Muhali dan Isna tercatat mengalami kerusakan sekitar 80 persen akibat kebakaran yang terjadi di belakang Masjid Raya Mujahidin Pontianak. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang untuk memastikan asal mula munculnya api secara akurat dan berdasarkan hasil pemeriksaan resmi.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *