Jakarta, Harianmedia — Kawasan Bundaran Hotel Indonesia atau Bundaran HI, Jakarta Pusat, menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian dalam pengamanan kegiatan massa pada Kamis, 24 September 2026. Pengamanan dilakukan bersamaan dengan rencana aksi buruh yang membawa sejumlah aspirasi mengenai perlindungan dan hak pekerja.
Aksi buruh tersebut melibatkan Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia atau KBPBI. Sebelumnya, sekitar 50 ribu buruh direncanakan mengikuti aksi di kawasan Jakarta Pusat. Massa dijadwalkan bergerak dari kawasan Semanggi menuju Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin.
Bundaran HI menjadi salah satu kawasan yang diperhatikan karena berada di koridor Sudirman-Thamrin. Sejumlah laporan mengenai rencana kegiatan menyebut kawasan sekitar Bundaran HI sebagai salah satu lokasi yang berpotensi terdampak aktivitas massa dan perubahan arus lalu lintas.
Namun, terdapat perkembangan mengenai titik pergerakan massa. Pimpinan buruh menyampaikan bahwa massa berkumpul di kawasan Semanggi dan kemudian bergerak menuju kawasan Menara UOB di Jalan MH Thamrin. Keterangan tersebut juga menyebut massa tidak akan memasuki kawasan Bundaran HI.
Meski demikian, kawasan Bundaran HI tetap menjadi salah satu titik pengamanan. Berdasarkan data yang disampaikan kepolisian, sebanyak 4.051 personel ditempatkan di kawasan Bundaran HI dalam rangkaian pengamanan kegiatan masyarakat pada hari tersebut. Jumlah itu merupakan bagian dari total 26.386 personel gabungan yang disiapkan untuk mengamankan berbagai kegiatan di Jakarta
.Personel gabungan tersebut terdiri dari unsur kepolisian, TNI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta pengamanan dalam Gedung MPR/DPR. Penempatan personel dilakukan di sejumlah kawasan yang menjadi lokasi kegiatan atau berpotensi mengalami kepadatan.
Selain Bundaran HI, personel juga ditempatkan di kawasan Monas dan sekitar Gedung DPR/MPR RI. Dalam data pengamanan tersebut, sebanyak 4.020 personel ditempatkan di kawasan Monas, sedangkan 3.663 personel berada di sekitar Gedung DPR/MPR RI.
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya juga menyiapkan personel untuk mengatur arus kendaraan. Sebanyak 1.550 personel lalu lintas disiagakan di sejumlah titik yang berpotensi mengalami kepadatan, termasuk Semanggi, Sudirman, UOB, Senayan, Bundaran HI, Patung Kuda, dan Monas.
Rekayasa lalu lintas disiapkan mulai sekitar pukul 10.00 WIB dan penerapannya dilakukan secara situasional. Ruas Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin menjadi salah satu jalur yang mendapat perhatian karena menjadi bagian dari rute pergerakan massa.
Bagi masyarakat yang melintas di kawasan tersebut, kondisi lalu lintas dapat berubah mengikuti perkembangan kegiatan. Kepolisian menyiapkan sejumlah jalur alternatif untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di ruas jalan yang terdampak.
Sementara itu, aksi buruh membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan pembahasan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan. Salah satu tuntutan yang disampaikan berkaitan dengan kepastian kerja dan persoalan sistem outsourcing.
Buruh juga membawa aspirasi mengenai pekerja kontrak dan pemagangan. Selain itu, mereka meminta adanya sistem pengupahan yang dinilai lebih memberikan perlindungan terhadap pekerja.
Perlindungan bagi pekerja platform digital turut menjadi bagian dari aspirasi. Pengemudi ojek online atau ojol termasuk kelompok pekerja yang disebut dalam tuntutan tersebut. Buruh juga membawa persoalan mengenai pesangon dan perlindungan terhadap pemutusan hubungan kerja.
Tuntutan lainnya berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja, perlindungan pekerja perempuan, kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas, serta peningkatan keterampilan tenaga kerja. Program peningkatan keahlian dan pembekalan ulang juga menjadi bagian dari aspirasi yang dibawa dalam aksi tersebut.
Aksi buruh pada 24 September 2026 merupakan agenda penyampaian aspirasi terkait proses pembahasan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan. Massa menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka anggap berkaitan dengan kepastian kerja, pengupahan, perlindungan pekerja, serta perubahan dunia kerja.
Kawasan Bundaran HI sendiri tetap menjadi salah satu titik penting dalam pengamanan Jakarta pada hari tersebut. Penempatan ribuan personel di kawasan itu dilakukan bersamaan dengan pengamanan di sejumlah lokasi lain yang memiliki kegiatan masyarakat.
Dengan adanya pengamanan dan pengaturan lalu lintas tersebut, aktivitas masyarakat di sekitar Bundaran HI, Sudirman, dan Thamrin dapat mengalami perubahan sesuai kondisi di lapangan. Masyarakat yang hendak melintas di kawasan tersebut perlu memperhatikan perkembangan pengaturan lalu lintas selama kegiatan berlangsung.
Hingga Kamis, 24 September 2026, informasi yang terverifikasi menunjukkan bahwa Bundaran HI termasuk salah satu titik yang mendapat pengamanan cukup besar. Sementara itu, titik pergerakan massa buruh dalam sejumlah keterangan diarahkan dari Semanggi menuju kawasan Jalan MH Thamrin di sekitar Menara UOB.

