Bogor, Harianmedia — Mata Air Keramat Kareo di Kampung Kareo, Desa Cibadung, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, mendadak berubah warna menjadi merah pada Minggu, 20 September 2026. Perubahan warna air tersebut kemudian menjadi perhatian warga setelah rekaman kondisinya beredar dan ramai diperbincangkan.
Mata Air Keramat Kareo selama ini dikenal sebagai sumber air yang tetap mengalir, termasuk ketika musim kemarau. Lokasi tersebut juga dikenal masyarakat sebagai tempat yang memiliki nilai sejarah dan cerita tersendiri bagi warga. Selain mata air, di kawasan tersebut terdapat makam yang membuat lokasi itu kerap didatangi masyarakat dari berbagai daerah.
Perubahan warna air diketahui pada Minggu pagi. Berdasarkan keterangan Kepala Desa Cibadung, Bardi, saat itu sejumlah ibu sedang mencuci di sekitar mata air. Dalam kejadian tersebut, warga disebut melihat sebuah benda berwarna merah jatuh dan masuk ke dalam air. Setelah itu, warna air di mata air tersebut berubah menjadi merah.
Kabar mengenai perubahan warna air kemudian menyebar dan menarik perhatian masyarakat. Sejumlah warga datang langsung ke lokasi untuk melihat kondisi mata air tersebut. Dalam rekaman yang beredar, terlihat warga berada di sekitar kolam dan mengambil air yang saat itu tampak berwarna merah menggunakan wadah.
Kondisi tersebut juga membuat sebagian warga mengaitkan air yang berubah warna dengan berbagai kepercayaan. Ada warga yang mengambil air tersebut karena percaya air dari lokasi itu mempunyai khasiat tertentu dan membawa berkah. Namun, kepercayaan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab perubahan warna air.
Kepala Desa Cibadung menjelaskan bahwa Mata Air Kareo selama ini memang dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan mandi dan mencuci. Air dari mata air tersebut tidak digunakan sebagai air untuk diminum. Karena itu, perubahan warna yang terjadi kemudian menjadi perhatian pemerintah desa, terutama untuk memastikan kondisi air dan mengetahui penyebab sebenarnya.
Pemerintah desa kemudian mengambil langkah dengan mengambil sampel air untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sampel tersebut direncanakan diperiksa di laboratorium dengan melibatkan pihak terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui kandungan air dan faktor yang menyebabkan perubahan warnanya.
Polisi juga melakukan pengecekan langsung ke lokasi setelah mendapatkan informasi mengenai air yang berubah menjadi merah. Kapolsek Gunung Sindur AKP Ucup Supriyatna bersama Bhabinkamtibmas dan tokoh masyarakat mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi yang terjadi. Namun, ketika petugas tiba, warna air sudah kembali seperti semula.
Menurut informasi dari Ketua RW setempat yang disampaikan kepada kepolisian, perubahan warna air tersebut berlangsung dalam waktu relatif singkat. Air disebut mulai berubah sekitar pukul 11.00 WIB dan kondisi itu berlangsung sekitar 30 menit hingga satu jam sebelum kembali normal. Dengan demikian, perubahan warna tersebut tidak berlangsung sepanjang hari.
Saat dilakukan pengecekan oleh petugas pada sore hari hingga setelah magrib, kondisi air di lokasi sudah kembali normal dan tampak seperti biasanya. Kepala Desa Cibadung juga menyampaikan bahwa ketika dirinya datang ke lokasi, air sudah kembali jernih sehingga dirinya tidak melihat secara langsung kondisi air ketika masih berwarna merah.
Karena warna air sudah kembali jernih, perhatian kemudian diarahkan pada hasil pemeriksaan sampel yang telah diambil. Pemeriksaan tersebut menjadi dasar untuk mengetahui apakah perubahan warna berkaitan dengan kandungan tertentu di dalam air, kondisi lingkungan, atau faktor lain yang dapat dibuktikan melalui pemeriksaan. Sampai hasil pemeriksaan tersedia, penyebab perubahan warna belum dapat dipastikan.
Fenomena Mata Air Kareo yang berubah merah juga menunjukkan bahwa kondisi air dapat mengalami perubahan dalam waktu singkat. Warga yang datang ke lokasi sempat mengambil air tersebut menggunakan berbagai wadah. Namun, karena sampel masih diperiksa dan penyebab perubahan warna belum diketahui, kondisi air yang berubah warna belum dapat dipastikan aman untuk digunakan sebagai kebutuhan konsumsi.
Hingga informasi terakhir pada 20 September 2026, air di Mata Air Kareo telah kembali jernih. Polisi telah memastikan kondisi lokasi kembali normal, sedangkan pemerintah desa masih menunggu hasil pemeriksaan sampel air untuk mengetahui penyebab perubahan warna merah yang terjadi sebelumnya. Dengan demikian, fakta mengenai kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan belum dapat disimpulkan berdasarkan dugaan semata.

