Kendal, Harianmedia — Sebuah mobil pikap tertemper Kereta Api (KA) Sembrani di perlintasan sebidang Desa Karanganom, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Jumat, 18 September 2026. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 11.38 WIB di JPL 75, pada jalur kereta api yang berada di antara Stasiun Weleri dan Stasiun Krengseng. Mobil pikap Mitsubishi Colt T120 SS dengan nomor polisi H 8099 BG berada di atas perlintasan ketika mengalami gangguan pada bagian roda belakang.
Peristiwa tersebut bermula ketika pikap yang dikemudikan Mukrim, warga Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, melintas dari arah Weleri menuju Rowosari. Saat berada di perlintasan, roda belakang sebelah kiri kendaraan tiba-tiba terlepas. Berdasarkan keterangan pengemudi kepada kepolisian, kondisi tersebut terjadi karena as roda belakang sebelah kiri patah.
Gangguan pada kendaraan membuat pikap tidak dapat melanjutkan perjalanan dan berhenti di tengah perlintasan. Pengemudi kemudian turun dari kendaraan dan bergerak menuju pos penjaga perlintasan untuk meminta bantuan. Pada saat itu, kereta api yang akan melintas sudah berada dalam perjalanan menuju lokasi.
Petugas penjaga perlintasan bersama sejumlah warga kemudian berusaha memberikan tanda kepada masinis KA Sembrani. Tanda tersebut dilakukan dengan mengibarkan bendera agar kereta yang mendekati perlintasan dapat melakukan pengereman. Namun, jarak antara kereta dan pikap sudah terlalu dekat sehingga upaya pengereman tidak berhasil mencegah terjadinya benturan.
KA Sembrani yang melaju dari arah hilir kemudian tertemper pikap yang masih berada di atas rel. Kereta tersebut merupakan KA 39 Sembrani dengan relasi Surabaya Pasarturi-Gambir. Insiden terjadi di KM 41+500, petak jalan antara Stasiun Weleri dan Stasiun Krengseng.
Benturan menyebabkan mobil pikap mengalami kerusakan dan terpelanting dari posisi semula. Sementara itu, perjalanan KA Sembrani dihentikan sementara untuk pemeriksaan terhadap rangkaian kereta. Penghentian tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi lokomotif dan rangkaian tetap aman sebelum perjalanan dilanjutkan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan lokomotif KA Sembrani mengalami kerusakan pada bagian lampu kabut dan semboyan sebelah kiri. Kerusakan tersebut kemudian menjadi bagian dari pemeriksaan petugas perkeretaapian setelah kereta berhenti di sekitar lokasi kejadian.
Setelah pemeriksaan dilakukan dan rangkaian dinyatakan aman, KA Sembrani kembali diberangkatkan dari KM 41+500 sekitar pukul 11.48 WIB. Kereta kemudian melanjutkan perjalanan dengan tetap menjalani proses penanganan sesuai prosedur operasional perkeretaapian.
KA Sembrani selanjutnya melakukan Berhenti Luar Biasa di Stasiun Krengseng untuk proses penyerahan terkait penanganan perjalanan. Kereta kembali diberangkatkan sekitar pukul 12.00 WIB setelah proses tersebut selesai.
Dalam kejadian ini, pengemudi pikap bernama Mukrim dilaporkan selamat. Tidak terdapat laporan mengenai korban jiwa dalam insiden tersebut. Kondisi pengemudi yang telah keluar dari kendaraan sebelum benturan menjadi salah satu fakta yang disampaikan dalam laporan mengenai kejadian di perlintasan Karanganom.
Insiden tersebut juga berdampak terhadap perjalanan sejumlah kereta api. Berdasarkan keterangan KAI Daop 4 Semarang, terdapat lima perjalanan kereta yang mengalami dampak keterlambatan dengan total akumulasi 70 menit. KA 39 Sembrani mengalami keterlambatan 22 menit, sedangkan KA 183 Kamandaka terlambat 19 menit.
Selain itu, perjalanan PLB 2510A Banteng Cargo mengalami keterlambatan 14 menit. Kemudian PLB 20A Argo Muria terlambat sembilan menit dan PLB 178B Tawangjaya Premium mengalami keterlambatan enam menit.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena terjadi di perlintasan sebidang yang digunakan kendaraan dan kereta api. Dalam kejadian ini, kendaraan sebenarnya mengalami gangguan teknis ketika sedang melintasi jalur kereta. As roda belakang kiri yang patah membuat roda terlepas dan kendaraan tidak dapat segera meninggalkan area rel.
Pihak kepolisian kemudian melakukan penanganan terhadap kejadian tersebut. Keterangan mengenai awal mula kendaraan berhenti di atas rel diperoleh dari pengemudi pikap yang terlibat dalam insiden. Sementara itu, pihak KAI melakukan pemeriksaan terhadap lokomotif dan rangkaian KA Sembrani sebelum memastikan kereta dapat kembali melanjutkan perjalanan.
Peristiwa di Desa Karanganom tersebut menunjukkan rangkaian kejadian yang berlangsung dalam waktu singkat. Pikap mengalami gangguan pada as roda belakang kiri, berhenti di atas perlintasan, kemudian petugas dan warga berusaha memberikan tanda kepada kereta yang mendekat. Namun, KA Sembrani tidak dapat berhenti sebelum mencapai lokasi sehingga akhirnya tertemper pikap.
Setelah proses pemeriksaan selesai, perjalanan KA Sembrani kembali dilanjutkan. Sementara itu, mobil pikap yang mengalami kerusakan akibat insiden tersebut mendapat penanganan di lokasi. Pengemudi dilaporkan selamat dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kejadian ini berlangsung pada Jumat siang di perlintasan sebidang JPL 75, Desa Karanganom, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal. Fakta yang disampaikan dalam laporan kejadian menunjukkan bahwa gangguan pada as roda menjadi awal pikap berhenti di atas rel, sebelum akhirnya tertemper KA Sembrani yang sedang melintas.

