Papua Barat, Harianmedia — Presenter TVRI Papua Barat, Yanto Idorway, ditemukan pada Senin, 27 Juli 2026, setelah pencarian yang berlangsung selama sembilan hari di kawasan Air Terjun Memti, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat. Penemuan tersebut mengakhiri proses pencarian yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari keluarga, warga setempat, relawan, hingga aparat yang sejak awal berupaya menemukan korban di kawasan yang memiliki medan cukup berat.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang setelah berada di kawasan Air Terjun Memti. Sejak laporan diterima, pencarian segera dilakukan dengan menyisir sejumlah titik di sekitar aliran sungai, bebatuan, dan kawasan hutan yang berada di sekitar lokasi. Medan yang curam, aliran air yang deras, serta kondisi cuaca yang berubah-ubah menjadi tantangan tersendiri bagi tim yang melakukan pencarian.
Selama beberapa hari pertama, tim gabungan memfokuskan pencarian di area yang diperkirakan menjadi lokasi terakhir korban terlihat. Berbagai metode pencarian diterapkan, termasuk penyisiran di sepanjang aliran sungai dan pemeriksaan pada titik-titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban. Upaya tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keselamatan seluruh personel yang bertugas.
Memasuki hari-hari berikutnya, pencarian terus diperluas hingga menjangkau sejumlah lokasi yang sebelumnya belum dapat diakses. Tim harus melewati jalur berbatu, tebing, serta aliran sungai yang cukup deras. Kondisi geografis Pegunungan Arfak yang didominasi perbukitan dan hutan membuat proses pencarian memerlukan waktu lebih lama dibandingkan pencarian di wilayah yang memiliki akses lebih mudah.
Setelah sembilan hari pencarian, korban akhirnya ditemukan di kawasan aliran Air Terjun Memti. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban ditemukan di area celah bebatuan yang berada di sekitar aliran air. Lokasi penemuan tersebut kemudian menjadi titik fokus tim gabungan untuk melaksanakan proses evakuasi dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang berada di lapangan.
Proses evakuasi berlangsung dengan penuh kehati-hatian karena medan menuju lokasi penemuan cukup sulit dilalui. Petugas harus menggunakan perlengkapan khusus untuk mencapai titik penemuan dan mengangkat korban dari kawasan bebatuan yang dialiri arus air. Setiap tahapan dilakukan secara bertahap agar proses evakuasi dapat berjalan dengan aman.
Sejumlah warga di sekitar lokasi turut memberikan bantuan selama proses pencarian maupun evakuasi. Kehadiran masyarakat membantu mempermudah akses menuju beberapa jalur yang sebelumnya telah dikenal oleh penduduk setempat. Koordinasi antara warga, keluarga, relawan, dan aparat terus dilakukan selama proses berlangsung sehingga setiap tahapan dapat berjalan sesuai rencana.
Kawasan Air Terjun Memti dikenal memiliki karakter alam yang menantang dengan aliran air yang deras serta bebatuan berukuran besar. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat proses pencarian membutuhkan waktu cukup panjang. Selain itu, jalur menuju lokasi juga tidak mudah dijangkau menggunakan kendaraan sehingga sebagian besar perjalanan dilakukan dengan berjalan kaki.
Sebelumnya, operasi pencarian resmi sempat berlangsung selama beberapa hari sesuai prosedur yang berlaku. Setelah operasi tersebut berakhir, keluarga bersama warga dan relawan tetap melanjutkan upaya pencarian secara mandiri. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika korban berhasil ditemukan di kawasan aliran air terjun.
Setelah proses evakuasi selesai dilakukan, korban kemudian dibawa dari lokasi penemuan menuju tempat yang telah disiapkan oleh tim gabungan. Seluruh rangkaian evakuasi berlangsung dengan pengamanan yang memadai mengingat kondisi medan yang cukup berisiko bagi para petugas maupun relawan yang terlibat.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat Papua Barat, khususnya di Kabupaten Pegunungan Arfak. Banyak pihak menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi selama sembilan hari. Kerja sama antara aparat, relawan, warga, dan keluarga dinilai menjadi salah satu faktor penting yang mendukung proses pencarian hingga akhirnya korban berhasil ditemukan.
Selain menghadapi tantangan medan, tim pencarian juga harus menyesuaikan kegiatan dengan kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu. Curah hujan di kawasan pegunungan berpotensi meningkatkan debit aliran sungai sehingga setiap langkah pencarian selalu mempertimbangkan faktor keselamatan personel di lapangan.
Proses pencarian yang berlangsung selama sembilan hari menunjukkan besarnya upaya yang dilakukan oleh seluruh pihak terkait. Penyisiran dilakukan berulang kali di berbagai titik untuk memastikan tidak ada lokasi yang terlewatkan. Setiap informasi yang diterima dari warga maupun relawan juga menjadi bagian penting dalam menentukan arah pencarian berikutnya.
Keberhasilan menemukan korban mengakhiri rangkaian pencarian yang telah berlangsung sejak laporan kehilangan diterima. Meski menghadapi berbagai kendala di lapangan, tim gabungan tetap berupaya menjalankan pencarian secara maksimal hingga akhirnya korban ditemukan di kawasan Air Terjun Memti.
Peristiwa tersebut juga menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan wisata alam yang memiliki karakter medan dan aliran sungai yang menantang. Pengunjung diimbau selalu memperhatikan kondisi lingkungan, cuaca, serta mengikuti petunjuk keselamatan yang tersedia saat berada di kawasan air terjun maupun lokasi wisata alam lainnya.
Hingga proses evakuasi selesai dilaksanakan, seluruh tahapan berjalan dengan koordinasi yang melibatkan berbagai pihak. Penemuan Yanto Idorway setelah sembilan hari pencarian menjadi akhir dari operasi yang menyita perhatian masyarakat. Seluruh proses pencarian dan evakuasi dilakukan di kawasan Air Terjun Memti dengan mempertimbangkan keselamatan personel serta kondisi medan yang ada di lokasi.

