Siswa Nias Selatan Ini Gendong Adik Saat Seberangi Sungai Menuju Sekolah

Sumber Foto : Tangkapan Layar @Asdar.Official

Nias Selatan, Harianmedia — Perjalanan menuju sekolah yang dilalui seorang siswa SMA di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, menjadi perhatian setelah sebuah video memperlihatkan dirinya menyeberangi sungai bersama adiknya dan seorang sepupu.

Siswa tersebut bernama Asdar dan berusia 17 tahun. Dalam video yang beredar, Asdar terlihat menggendong adiknya yang masih duduk di kelas 1 SD. Pada saat yang sama, ia juga menggandeng seorang sepupu ketika mereka melewati aliran sungai.

Perjalanan itu dilakukan saat kondisi sungai masih memiliki ketinggian air yang cukup untuk membuat mereka harus berhati-hati. Sebelum menyeberang, Asdar bersama adik dan sepupunya disebut menunggu sekitar dua jam hingga ketinggian air mulai surut.

Setelah menunggu, mereka tetap harus melewati sungai dengan kedalaman sekitar satu meter. Lintasan yang mereka lewati juga memiliki panjang lebih dari 50 meter. Kondisi tersebut terlihat dalam rekaman yang kemudian beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, Asdar tetap menggendong adiknya selama proses penyeberangan. Ia juga menggandeng sepupunya hingga mereka berhasil mencapai sisi sungai yang lain.

Perjalanan melewati sungai tersebut bukan satu-satunya tantangan yang harus dilalui Asdar untuk bersekolah. Ia diketahui harus berjalan kaki sekitar 6,5 kilometer setiap hari dalam perjalanan menuju sekolah.

Kondisi akses tersebut menjadi perhatian setelah video perjalanan Asdar bersama adiknya dan sepupunya tersebar. Rekaman itu memperlihatkan sebagian perjalanan yang harus mereka lalui ketika sungai dalam kondisi air tinggi.

Informasi mengenai perjalanan Asdar juga menunjukkan bahwa sungai tersebut merupakan bagian dari akses yang digunakan masyarakat di wilayah tempat tinggalnya. Ketika kondisi air meningkat, perjalanan melalui jalur tersebut menjadi lebih sulit.

Sebelumnya, Asdar juga pernah membagikan cerita mengenai perjalanan sekolahnya melalui akun media sosial pribadinya. Dalam unggahan tersebut, ia memperlihatkan kondisi ketika dirinya bersama adiknya harus menghadapi aliran sungai dalam perjalanan pulang dari sekolah.

Salah satu informasi yang disampaikan Asdar menyebutkan bahwa sungai tersebut harus dilewati beberapa kali dalam perjalanan sekolah. Kondisi sungai dapat berubah ketika hujan turun sehingga perjalanan menjadi lebih sulit.

Dalam kejadian yang terekam dalam video, Asdar tidak menyeberangi sungai seorang diri. Ia menggendong adiknya yang masih duduk di sekolah dasar dan menggandeng sepupunya.

Video tersebut kemudian mendapat perhatian setelah beredar di media sosial. Perhatian muncul karena rekaman memperlihatkan kondisi akses yang harus dilalui seorang pelajar dalam perjalanan sekolah.

Setelah video tersebut beredar, Babinsa TNI disebut datang untuk melihat kondisi jalur yang digunakan Asdar dan masyarakat sekitar. Kedatangan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi akses penyeberangan sungai yang menjadi bagian dari perjalanan warga.

Asdar sendiri tetap menjalani aktivitas sekolah dengan kondisi akses tersebut. Jarak perjalanan sekitar 6,5 kilometer membuat perjalanan menuju sekolah harus ditempuh dengan berjalan kaki.

Kisah Asdar menjadi gambaran mengenai perjalanan seorang pelajar di wilayah Nias Selatan yang harus melewati jalur sungai dan berjalan kaki untuk mencapai sekolah. Rekaman yang dibagikannya kemudian membuat kondisi perjalanan tersebut diketahui lebih luas.

Peristiwa ini juga memperlihatkan bahwa kondisi akses dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan pelajar menuju sekolah, terutama ketika jalur yang digunakan harus melewati aliran sungai yang mengalami peningkatan ketinggian air.

Dalam video yang beredar, Asdar terlihat berusaha memastikan adiknya dan sepupunya dapat melewati sungai bersama. Setelah menunggu air surut, mereka kemudian melanjutkan perjalanan melewati aliran sungai yang panjangnya lebih dari 50 meter.

Perjalanan tersebut menjadi perhatian karena dilakukan oleh seorang siswa yang setiap hari harus berjalan kaki sekitar 6,5 kilometer menuju sekolah. Kondisi sungai yang dapat berubah ketika hujan menambah tantangan dalam perjalanan mereka.

Hingga informasi tersebut diberitakan, kisah Asdar terus menjadi perhatian di media sosial. Video yang memperlihatkan dirinya menggendong adik dan menggandeng sepupu saat menyeberangi sungai menjadi rekaman yang menunjukkan kondisi perjalanan sekolah yang harus mereka lalui di Nias Selatan.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *