Flores, Harianmedia — Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali mengalami erupsi pada Kamis, 27 Agustus 2026. Erupsi tercatat terjadi pada pukul 08.30 WITA dengan kolom abu mencapai sekitar 2.500 meter di atas puncak gunung.
Erupsi tersebut menghasilkan kolom abu vulkanik yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal. Berdasarkan pengamatan petugas, kolom abu bergerak condong ke arah barat daya hingga barat. Ketinggian kolom tersebut setara sekitar 4.084 meter di atas permukaan laut.
Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki kembali menjadi perhatian karena gunung api tersebut masih berada dalam kondisi aktif. Erupsi pada Kamis pagi menjadi salah satu aktivitas letusan yang tercatat selama periode pemantauan terbaru.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki melakukan pemantauan terhadap aktivitas gunung dari wilayah Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur. Data hasil pengamatan kemudian menjadi bagian dari pemantauan aktivitas vulkanik gunung tersebut.
Kolom abu yang mencapai 2.500 meter menunjukkan bahwa material vulkanik kembali keluar dari kawah. Warna kelabu dan intensitas tebal pada kolom abu menjadi bagian dari hasil pengamatan ketika erupsi berlangsung. Arah pergerakan abu juga menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam pemantauan karena dapat berubah mengikuti kondisi angin di sekitar gunung.
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki juga dilaporkan disertai suara dentuman. Kondisi tersebut terdengar di wilayah sekitar gunung ketika aktivitas erupsi berlangsung.
Masyarakat yang berada di wilayah yang terdampak hujan abu vulkanik diimbau menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut. Penggunaan pelindung tersebut bertujuan mengurangi paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu sistem pernapasan.
Pemerintah daerah juga diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG. Koordinasi diperlukan untuk mengikuti perkembangan aktivitas gunung dan informasi terbaru mengenai kondisi di sekitar wilayah tersebut.
Gunung Lewotobi Laki-laki berada di wilayah Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Gunung ini menjadi salah satu gunung api yang terus mendapatkan pemantauan karena aktivitas vulkaniknya masih berlangsung.
Status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki pada periode ini berada pada Level III atau Siaga. Dengan status tersebut, masyarakat di sekitar gunung serta pengunjung dan wisatawan diminta memperhatikan ketentuan keselamatan yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang.
Salah satu ketentuan yang berlaku adalah larangan melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Area tersebut perlu dihindari oleh masyarakat maupun wisatawan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko akibat aktivitas vulkanik.
Aktivitas erupsi tidak selalu menghasilkan tinggi kolom abu yang sama. Ketinggian kolom dapat berubah bergantung pada karakter erupsi dan kondisi atmosfer saat kejadian. Karena itu, perkembangan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki tetap perlu mengikuti laporan resmi hasil pemantauan.
Erupsi pada Kamis pagi juga menunjukkan pentingnya informasi mengenai arah sebaran abu. Pada kejadian tersebut, kolom abu bergerak ke arah barat daya hingga barat. Kondisi tersebut menjadi bagian dari pengamatan visual yang dilakukan petugas setelah erupsi terjadi.
Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Gunung Lewotobi Laki-laki diharapkan mengikuti informasi mengenai perkembangan aktivitas gunung dari sumber resmi. Informasi mengenai status gunung, wilayah yang harus dihindari, serta perkembangan erupsi dapat berubah sesuai hasil pemantauan terbaru.
Selain itu, masyarakat yang mengalami hujan abu perlu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Abu vulkanik dapat mengganggu pernapasan sehingga penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut menjadi salah satu langkah yang dianjurkan ketika abu mencapai permukiman.
Pemerintah daerah bersama petugas pemantauan terus melakukan koordinasi untuk mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki. Pemantauan tersebut penting untuk memastikan informasi mengenai kondisi gunung dapat disampaikan kepada masyarakat secara berkala.
Erupsi 27 Agustus 2026 tercatat pada pukul 08.30 WITA dengan kolom abu sekitar 2.500 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat daya hingga barat.
Dengan status Level III atau Siaga yang masih berlaku, masyarakat dan wisatawan perlu mematuhi batas aman yang ditetapkan serta tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Perkembangan aktivitas gunung tetap dipantau dan masyarakat diminta mengikuti informasi resmi terbaru dari petugas terkait.

