Aksi Aliansi Mahasiswa UNJ Digelar di Patung Kuda, Berikut Tiga Aspirasi yang Disampaikan

Sumber Foto : ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Jakarta, Harianmedia — Aliansi Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar aksi penyampaian aspirasi di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pada Jumat, 17 Juli 2026. Aksi tersebut berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian yang melakukan pengamanan di sejumlah titik untuk menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Sejak pagi, para peserta aksi mulai berkumpul di sekitar lokasi dengan membawa spanduk, poster, dan alat peraga berisi berbagai aspirasi. Mereka menyampaikan pandangan mengenai sejumlah isu yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah. Selama aksi berlangsung, peserta menyampaikan orasi secara bergantian di hadapan massa yang hadir.

Aksi ini merupakan bentuk penyampaian pendapat di ruang publik sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan. Aparat kepolisian terlihat menempatkan personel di beberapa titik strategis serta memasang barikade sebagai bagian dari pengamanan agar kegiatan berlangsung tertib dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat secara berlebihan.

Dalam aksi tersebut, Aliansi Mahasiswa UNJ menyampaikan tiga aspirasi utama. Aspirasi pertama adalah menyatakan mosi tidak percaya kepada pemerintah. Menurut peserta aksi, langkah tersebut merupakan bentuk penyampaian sikap terhadap berbagai kebijakan yang dinilai perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut.

Aspirasi kedua berkaitan dengan permintaan penyelesaian berbagai persoalan yang dinilai belum tertangani secara optimal. Massa aksi berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap berbagai isu yang mereka sampaikan melalui dialog maupun kebijakan yang dianggap mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, aspirasi ketiga berkaitan dengan kondisi demokrasi dan kebijakan publik. Peserta aksi menyampaikan harapan agar proses pengambilan kebijakan dapat berjalan secara terbuka, melibatkan partisipasi masyarakat, serta memperhatikan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Selama penyampaian aspirasi berlangsung, aparat kepolisian terus melakukan pengamanan di sekitar lokasi. Petugas mengatur arus lalu lintas agar kendaraan yang melintas tetap dapat bergerak meskipun terjadi penyesuaian di beberapa ruas jalan menuju kawasan aksi. Pengamanan juga dilakukan untuk memberikan ruang bagi peserta aksi menyampaikan pendapat dengan tetap memperhatikan ketertiban umum.

Situasi di kawasan Patung Kuda berlangsung kondusif. Massa aksi menyampaikan orasi secara bergantian, sementara petugas terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman. Sejumlah pengguna jalan mengikuti arahan petugas ketika melintasi kawasan tersebut.

Kawasan Patung Kuda merupakan salah satu lokasi yang kerap digunakan sebagai tempat penyampaian aspirasi karena berada di pusat pemerintahan. Oleh karena itu, setiap kegiatan yang berlangsung di kawasan tersebut umumnya mendapatkan pengamanan dan pengaturan lalu lintas agar aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan baik.

Aksi penyampaian aspirasi oleh mahasiswa merupakan bagian dari partisipasi masyarakat dalam menyampaikan pandangan terhadap berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik. Melalui penyampaian aspirasi secara terbuka, mahasiswa berharap suara yang mereka sampaikan dapat menjadi masukan bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

Selama kegiatan berlangsung, tidak hanya peserta aksi yang berada di lokasi, tetapi juga sejumlah masyarakat yang melintas. Aparat terus mengimbau seluruh pihak untuk menjaga ketertiban serta mengedepankan komunikasi yang baik agar situasi tetap aman dan kondusif.

Di sisi lain, arus kendaraan di sekitar Jalan Medan Merdeka Barat sempat mengalami perlambatan karena adanya pengamanan dan penyesuaian jalur. Namun, petugas lalu lintas secara bertahap mengatur kendaraan sehingga kepadatan dapat diurai dan aktivitas masyarakat tetap berjalan.

Aspirasi yang disampaikan dalam aksi tersebut menjadi bagian dari dinamika kehidupan demokrasi di Indonesia. Penyampaian pendapat secara damai di ruang publik merupakan salah satu bentuk partisipasi warga negara dalam menyampaikan pandangan terhadap berbagai persoalan yang dianggap penting.

Hingga rangkaian kegiatan berlangsung, aparat kepolisian tetap bersiaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu ketertiban umum. Koordinasi antara petugas dan pihak terkait juga terus dilakukan agar seluruh tahapan kegiatan dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Peserta aksi kemudian melanjutkan penyampaian orasi dan pembacaan pernyataan sikap yang memuat tiga aspirasi utama tersebut. Sejumlah peserta membawa atribut organisasi dan spanduk yang berisi pesan-pesan sesuai tema aksi.

Sementara itu, masyarakat yang berada di sekitar lokasi diminta mengikuti arahan petugas apabila hendak melintasi kawasan Patung Kuda. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas sekaligus mendukung proses pengamanan selama kegiatan berlangsung.

Hingga berita ini disusun, kegiatan penyampaian aspirasi masih menjadi perhatian masyarakat karena berlangsung di salah satu kawasan strategis ibu kota. Informasi yang berkembang menunjukkan bahwa aparat terus melakukan pengamanan, sementara peserta aksi menyampaikan aspirasi mereka secara terbuka di lokasi.

Aksi Aliansi Mahasiswa UNJ pada 17 Juli 2026 menjadi salah satu kegiatan penyampaian aspirasi yang berlangsung di Jakarta Pusat. Tiga poin aspirasi yang disampaikan, yaitu mosi tidak percaya kepada pemerintah, permintaan penyelesaian berbagai persoalan yang dinilai belum tertangani secara optimal, serta penyampaian pandangan mengenai kondisi demokrasi dan kebijakan publik, menjadi fokus utama dalam kegiatan tersebut.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *