Banjarmasin, Harianmedia — Jalan Sungai Gardu di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengalami ambles pada Selasa, 14 Juli 2026. Peristiwa tersebut menyebabkan sebagian badan jalan mengalami kerusakan dan berdampak pada bangunan yang berada di sekitarnya, termasuk rumah serta ruko milik warga. Kondisi tersebut juga memengaruhi aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Amblesnya ruas jalan terjadi pada bagian yang berada di dekat permukiman dan deretan bangunan usaha. Sejumlah rumah dan ruko yang berada di sisi jalan dilaporkan terdampak akibat pergeseran tanah yang mengikuti kerusakan badan jalan. Warga yang berada di sekitar lokasi segera meningkatkan kewaspadaan setelah melihat perubahan kondisi jalan yang terus mengalami penurunan.
Tidak lama setelah kejadian diketahui, petugas bersama instansi terkait mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal. Area yang mengalami ambles kemudian diamankan agar tidak membahayakan pengguna jalan maupun masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi potensi risiko selama proses penanganan berlangsung.
Kerusakan jalan membuat kendaraan tidak dapat melintas secara normal. Arus lalu lintas di Jalan Sungai Gardu sempat tersendat karena pengendara harus mengurangi kecepatan saat melewati lokasi kejadian. Pada waktu tertentu, kendaraan juga diarahkan untuk melintas secara bergantian agar tetap aman selama proses pengamanan dilakukan.
Masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi mengaku khawatir dengan kondisi jalan yang mengalami ambles. Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, kerusakan tersebut juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan bangunan yang berada tidak jauh dari titik ambles. Beberapa warga memilih terus memantau perkembangan kondisi di sekitar rumah maupun tempat usaha mereka.
Petugas melakukan pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan oleh peristiwa tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi jalan, bangunan yang terdampak, serta langkah penanganan yang diperlukan agar kerusakan tidak meluas. Proses pemantauan juga dilakukan secara berkala guna memastikan
situasi tetap terkendali.Selain memeriksa kondisi badan jalan, petugas memasang pembatas dan penanda di sekitar lokasi. Pemasangan pengamanan bertujuan memberikan peringatan kepada pengguna jalan agar tidak mendekati titik ambles yang berpotensi membahayakan keselamatan. Masyarakat juga diminta mengikuti arahan petugas selama proses penanganan berlangsung.
Aktivitas di sekitar Jalan Sungai Gardu tetap berjalan dengan sejumlah penyesuaian. Warga dan pelaku usaha berusaha melanjutkan kegiatan sehari-hari sambil tetap memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Pengendara yang melintas diimbau lebih berhati-hati dan mengurangi kecepatan ketika mendekati area terdampak.
Peristiwa amblesnya jalan ini menjadi perhatian karena terjadi di kawasan yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi. Jalan Sungai Gardu merupakan salah satu akses yang digunakan warga untuk berbagai keperluan, sehingga kerusakan pada ruas jalan berdampak terhadap kelancaran mobilitas di sekitarnya.
Pemeriksaan terhadap penyebab amblesnya jalan masih terus dilakukan oleh pihak terkait. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah perbaikan yang diperlukan agar kondisi jalan dapat kembali digunakan dengan aman oleh masyarakat.
Selama proses penanganan berlangsung, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Pengamanan di lokasi dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan akibat kondisi jalan yang belum stabil. Warga juga diminta tidak mendekati area yang telah dipasangi pembatas demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Perbaikan jalan diharapkan dapat segera dilaksanakan setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan. Dengan demikian, akses transportasi di kawasan Jalan Sungai Gardu dapat kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu. Hingga proses penanganan selesai, masyarakat diimbau tetap waspada serta mematuhi arahan petugas saat melintas di sekitar lokasi.

