Bandung, Harianmedia — Tim SAR gabungan akhirnya menemukan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) bernama Arief Wibisono setelah dua hari pencarian di kawasan Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Korban ditemukan dalam kondisi selamat pada Senin pagi, 11 Mei 2026, setelah sebelumnya dilaporkan hilang saat perjalanan turun dari jalur pendakian.
Peristiwa hilangnya mahasiswa ITB tersebut sempat menjadi perhatian masyarakat dan para pendaki karena proses pencarian melibatkan berbagai unsur gabungan, mulai dari tim SAR, aparat setempat, relawan, hingga warga sekitar kawasan Gunung Puntang.
Informasi mengenai hilangnya Arief pertama kali diketahui setelah korban terpisah dari dua rekannya saat perjalanan turun dari kawasan Puncak Mega di Gunung Puntang pada Sabtu, 9 Mei 2026. Saat itu, Arief diketahui melakukan pendakian bersama dua temannya menuju salah satu titik pendakian di kawasan Bandung Selatan tersebut.
Dalam perjalanan turun gunung, korban disebut berjalan lebih dahulu meninggalkan rekannya. Namun hingga waktu yang ditentukan, Arief tidak kunjung tiba di titik pertemuan sehingga rekannya mulai mencoba melakukan pencarian secara mandiri di sekitar jalur pendakian.
Karena korban belum juga ditemukan dan komunikasi tidak dapat dilakukan, laporan kemudian diteruskan kepada petugas dan tim pencarian. Tidak lama setelah laporan diterima, proses pencarian langsung dilakukan di sejumlah titik jalur pendakian Gunung Puntang.
Tim SAR gabungan mulai melakukan penyisiran sejak Sabtu malam dengan membagi beberapa regu pencarian. Jalur pendakian, kawasan hutan, hingga perkebunan di sekitar Gunung Puntang menjadi fokus utama pencarian karena diduga korban masih berada di sekitar kawasan tersebut.
Gunung Puntang sendiri dikenal sebagai salah satu lokasi pendakian populer di Kabupaten Bandung. Selain memiliki kawasan hutan dan perkebunan yang cukup luas, jalur menuju beberapa titik di Gunung Puntang juga memiliki banyak percabangan yang dapat membingungkan pendaki yang belum terlalu mengenal area tersebut.
Pada hari pertama pencarian, tim gabungan melakukan penyisiran di sekitar jalur yang diduga dilalui korban saat turun gunung. Sejumlah relawan dan warga setempat turut membantu proses pencarian dengan memberikan informasi mengenai akses jalur dan titik-titik yang biasa dilalui pendaki.
Pencarian kemudian dilanjutkan pada Minggu, 10 Mei 2026. Tim gabungan memperluas area penyisiran hingga ke beberapa wilayah perkebunan dan jalur alternatif di sekitar Gunung Puntang. Kondisi medan yang cukup luas membuat proses pencarian dilakukan secara bertahap dan hati-hati.
Selama proses pencarian berlangsung, keluarga korban juga terus menunggu perkembangan informasi dari tim gabungan. Banyak masyarakat turut memberikan perhatian terhadap proses pencarian mahasiswa ITB tersebut melalui media sosial.
Pada Senin pagi, 11 Mei 2026, pencarian akhirnya membuahkan hasil setelah korban ditemukan dalam kondisi selamat di kawasan Desa Mekarjaya, Kabupaten Bandung. Informasi awal mengenai keberadaan korban diketahui setelah Arief bertemu seorang warga di sekitar area perkebunan kopi.
Warga yang melihat korban kemudian menyampaikan informasi tersebut kepada tim pencarian. Tidak lama setelah menerima laporan, tim SAR gabungan langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi korban.
Saat ditemukan, korban dilaporkan dalam keadaan selamat dan masih dapat berkomunikasi dengan baik. Tim gabungan kemudian melakukan evakuasi dari lokasi penemuan menuju area yang lebih aman untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Proses evakuasi berlangsung dengan pengawalan petugas dan relawan yang sejak awal terlibat dalam pencarian. Setelah berhasil dievakuasi, korban selanjutnya dibawa untuk menjalani pemeriksaan kesehatan guna memastikan kondisinya tetap stabil setelah dua hari berada di kawasan Gunung Puntang.
Kabar ditemukannya Arief langsung disambut lega oleh keluarga, rekan mahasiswa, dan masyarakat yang mengikuti perkembangan pencarian tersebut. Banyak warga dan relawan yang sebelumnya ikut membantu pencarian merasa bersyukur karena korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Selama dua hari pencarian berlangsung, tim gabungan menghadapi medan yang cukup menantang. Jalur hutan, perkebunan, serta cuaca di kawasan Gunung Puntang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi proses pencarian di lapangan.
Selain itu, area Gunung Puntang memiliki banyak jalur kecil yang sering digunakan warga maupun pendaki lokal. Kondisi tersebut membuat tim pencarian harus memastikan setiap titik diperiksa secara menyeluruh untuk mempersempit area pencarian korban.
Warga sekitar juga ikut membantu dengan memberikan informasi mengenai jalur yang kemungkinan dilewati korban. Beberapa relawan bahkan ikut menyisir area perkebunan dan jalur alternatif di sekitar gunung selama proses pencarian berlangsung.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat Bandung dan sekitarnya karena Gunung Puntang merupakan salah satu kawasan wisata alam dan pendakian yang cukup sering dikunjungi. Banyak pendaki yang datang ke lokasi tersebut untuk menikmati suasana alam dan jalur pendakian yang berada di kawasan pegunungan Bandung Selatan.
Meski dikenal memiliki pemandangan alam yang menarik, kawasan Gunung Puntang juga memiliki area hutan dan jalur yang cukup luas. Karena itu, pendaki biasanya diimbau memperhatikan kondisi cuaca, jalur perjalanan, serta tetap menjaga komunikasi dengan rekan selama pendakian berlangsung.
Setelah korban ditemukan, aktivitas pencarian yang sebelumnya dilakukan tim gabungan resmi dihentikan. Petugas kemudian memastikan seluruh anggota tim pencarian kembali dari lokasi penyisiran dengan aman.
Peristiwa hilangnya mahasiswa ITB di Gunung Puntang juga memunculkan perhatian dari kalangan pendaki dan pecinta alam. Banyak yang berharap kejadian serupa dapat menjadi pengingat pentingnya persiapan dan koordinasi selama melakukan perjalanan di kawasan pegunungan.
Sementara itu, sejumlah warga di sekitar Gunung Puntang mengaku ikut memantau perkembangan pencarian sejak hari pertama laporan hilang diterima. Beberapa di antaranya bahkan membantu menunjukkan jalur yang biasa digunakan masyarakat sekitar menuju area perkebunan dan hutan.
Kondisi korban yang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat menjadi kabar yang paling ditunggu selama proses pencarian berlangsung. Setelah dievakuasi, korban mendapat penanganan dan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan tidak mengalami gangguan serius akibat berada cukup lama di kawasan gunung.
Peristiwa ini juga menunjukkan peran penting kerja sama antara tim SAR, aparat, relawan, dan masyarakat sekitar dalam proses pencarian di kawasan pegunungan. Koordinasi yang dilakukan selama dua hari pencarian membantu mempercepat proses penyelamatan korban.
Gunung Puntang sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan wisata alam yang ramai dikunjungi pada akhir pekan maupun musim libur. Jalur pendakian dan kawasan perkebunan di sekitar lokasi sering menjadi tujuan wisata warga dari Bandung dan daerah sekitarnya.
Setelah korban berhasil ditemukan, situasi di kawasan Gunung Puntang kembali berjalan normal. Aktivitas wisata dan pendakian di sekitar area tersebut tetap berlangsung dengan pengawasan dari pengelola dan masyarakat setempat.
Kejadian hilangnya mahasiswa ITB di Gunung Puntang menjadi perhatian luas karena proses pencarian berlangsung selama dua hari penuh sebelum korban akhirnya ditemukan. Banyak masyarakat yang mengikuti perkembangan pencarian tersebut melalui berbagai informasi yang beredar di media sosial dan laporan petugas di lapangan.
Kini, keluarga korban dan masyarakat merasa lega setelah Arief berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Tim pencarian yang terlibat juga menyampaikan rasa syukur karena proses pencarian dapat berakhir dengan hasil yang baik setelah upaya penyisiran dilakukan secara intensif di kawasan Gunung Puntang.

