Probolinggo, Harianmedia — Kecelakaan lalu lintas melibatkan sebuah minibus wisata jenis Toyota Hiace terjadi di jalur wisata Gunung Bromo, tepatnya di Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Sabtu pagi, 9 Mei 2026. Peristiwa tersebut terjadi saat kendaraan melintas di jalur menurun kawasan wisata yang dikenal memiliki tikungan dan kontur jalan cukup curam.
Kejadian itu menarik perhatian warga dan pengguna jalan setelah rekaman video kecelakaan beredar luas di media sosial. Dalam video yang tersebar, terlihat sebuah minibus berhenti di sisi jalan setelah menghantam tiang listrik di dekat permukiman warga. Kondisi cuaca di sekitar lokasi terlihat berkabut dengan jalan yang cukup sempit dan menurun.
Minibus tersebut diketahui membawa rombongan wisatawan yang sedang berkunjung ke kawasan Gunung Bromo. Saat melintas di jalur turunan Desa Ngadas, kendaraan diduga mengalami gangguan pengereman sehingga sulit dikendalikan. Kendaraan kemudian bergerak tidak terkendali dan terlibat tabrakan dengan beberapa kendaraan lain yang berada di jalur tersebut.
Warga sekitar yang berada tidak jauh dari lokasi langsung keluar rumah setelah mendengar suara benturan keras. Beberapa warga terlihat mendekati lokasi untuk membantu proses penanganan awal sebelum petugas datang. Sejumlah pengendara yang melintas juga memilih berhenti untuk melihat kondisi di lokasi kejadian.
Dalam rekaman video yang beredar, bagian depan kendaraan tampak mengalami kerusakan setelah menabrak tiang listrik di tepi jalan. Tiang listrik di lokasi juga terlihat miring akibat benturan yang terjadi. Kondisi tersebut membuat warga sekitar khawatir karena kabel listrik berada cukup dekat dengan area jalan raya.
Petugas kepolisian bersama warga kemudian melakukan pengamanan di sekitar lokasi kecelakaan. Arus kendaraan di jalur wisata Bromo sempat melambat karena sebagian badan jalan digunakan untuk proses evakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan. Pengendara yang melintas diminta berhati-hati karena kondisi jalan di kawasan tersebut cukup padat pada akhir pekan.
Kawasan Desa Ngadas sendiri merupakan salah satu jalur utama menuju lokasi wisata Gunung Bromo dari arah Probolinggo. Jalur tersebut dikenal memiliki tanjakan dan turunan tajam sehingga pengendara diharapkan menjaga kondisi kendaraan sebelum melintas. Pada pagi hari, kondisi jalan di kawasan pegunungan juga sering diselimuti kabut sehingga jarak pandang dapat berkurang.
Peristiwa kecelakaan itu terjadi sekitar pagi hari saat aktivitas wisata menuju kawasan Bromo mulai ramai. Sejumlah kendaraan wisata terlihat melintas di jalur tersebut karena akhir pekan biasanya menjadi waktu favorit wisatawan untuk berkunjung ke kawasan pegunungan Bromo Tengger Semeru.
Beberapa warga menyebut kendaraan minibus sempat melaju cukup cepat sebelum akhirnya menabrak kendaraan lain dan berhenti di dekat tiang listrik. Namun hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Petugas yang berada di lokasi segera membantu proses evakuasi penumpang dan mengatur lalu lintas agar kondisi jalan tetap aman dilalui kendaraan lain. Warga sekitar juga membantu membersihkan bagian jalan yang terdampak kecelakaan agar arus kendaraan dapat kembali berjalan perlahan.
Kondisi jalur wisata Bromo yang menurun cukup panjang membuat pengendara harus menjaga kecepatan kendaraan sejak awal perjalanan. Penggunaan gigi rendah dan pemeriksaan sistem pengereman menjadi hal penting saat melintasi kawasan pegunungan dengan kontur jalan curam seperti di Desa Ngadas.
Setelah proses penanganan dilakukan, kendaraan yang terlibat kecelakaan mulai dievakuasi dari lokasi kejadian. Aktivitas warga di sekitar lokasi sempat terganggu karena banyak pengendara berhenti untuk melihat situasi kecelakaan secara langsung. Aparat keamanan terus mengingatkan masyarakat agar tidak berkerumun terlalu dekat demi menjaga keselamatan bersama.
Kecelakaan di jalur wisata Bromo ini kembali menjadi perhatian masyarakat karena kawasan tersebut termasuk salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Jalur menuju kawasan wisata pegunungan memang memerlukan kewaspadaan tinggi, terutama saat kendaraan membawa banyak penumpang dan melintas di turunan panjang.
Sejumlah video dan foto kejadian dengan cepat menyebar di media sosial setelah warga merekam situasi di lokasi. Dalam beberapa rekaman terlihat kondisi jalan yang berkabut dengan kendaraan berhenti di tepi jalan setelah kecelakaan terjadi. Warga dan pengguna jalan tampak berdiri di sekitar lokasi sambil menyaksikan proses penanganan kendaraan.
Petugas terus melakukan pengaturan lalu lintas agar kendaraan lain tetap dapat melintas dengan aman. Pengemudi yang melintasi jalur wisata Bromo juga diminta mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman antar kendaraan untuk menghindari risiko kecelakaan di jalan pegunungan.
Kawasan Desa Ngadas memang menjadi salah satu titik jalur yang cukup dikenal di kalangan wisatawan karena berada di area pegunungan dengan pemandangan alam khas Bromo. Namun kondisi jalan yang menurun dan berliku membuat pengendara harus lebih berhati-hati, terutama saat cuaca berkabut atau kendaraan membawa beban cukup berat.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kendaraan sebelum digunakan untuk perjalanan wisata jarak jauh, khususnya menuju kawasan pegunungan. Sistem pengereman, kondisi ban, dan kesiapan kendaraan menjadi faktor penting untuk menjaga keselamatan selama perjalanan berlangsung.
Hingga Sabtu siang, proses pendataan terkait kendaraan yang terlibat dan penanganan di lokasi masih terus dilakukan oleh pihak terkait. Situasi di sekitar lokasi mulai kembali kondusif setelah kendaraan berhasil dievakuasi dan arus lalu lintas kembali berjalan perlahan.
Warga sekitar berharap pengendara yang melintas di jalur wisata Bromo dapat lebih berhati-hati karena kawasan tersebut memiliki banyak turunan dan tikungan tajam. Selain itu, kondisi cuaca di area pegunungan juga dapat berubah dengan cepat sehingga memengaruhi jarak pandang pengemudi saat berkendara.
Kecelakaan minibus wisata di kawasan Bromo ini menjadi perhatian banyak masyarakat setelah videonya ramai beredar di media sosial. Meski arus kendaraan sempat tersendat, situasi di lokasi berangsur normal setelah proses penanganan dilakukan oleh petugas dan warga sekitar.
Perjalanan wisata menuju kawasan pegunungan memang membutuhkan kesiapan kendaraan dan kewaspadaan lebih dari pengemudi. Jalur menurun dengan kondisi jalan berliku seperti di kawasan Bromo menjadi tantangan tersendiri bagi kendaraan wisata yang membawa rombongan penumpang.
Hingga kini, penanganan dan pendataan terkait kejadian tersebut masih terus berlangsung. Aparat terkait juga terus mengimbau pengendara untuk memastikan kondisi kendaraan tetap prima sebelum melakukan perjalanan menuju kawasan wisata pegunungan.

