Jakarta, Harianmedia — Aksi penolakan terhadap konser penyanyi opera asal Italia, Andrea Bocelli, di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, berakhir dengan kericuhan pada Selasa malam, 3 November 2026. Ratusan orang yang dipimpin Habib Bahar bin Smith mendatangi lokasi penyelenggaraan konser untuk menyampaikan tuntutan pembatalan acara. Aksi tersebut menarik perhatian publik setelah sejumlah rekaman suasana di sekitar lokasi beredar di media sosial dan memperlihatkan ketegangan antara massa dengan aparat kepolisian.
Kedatangan massa ke kawasan JIExpo Kemayoran dilatarbelakangi penolakan terhadap kehadiran Andrea Bocelli dalam acara tersebut. Kelompok yang melakukan aksi mempersoalkan dugaan keterlibatan penyanyi asal Italia itu dalam kegiatan penggalangan dana yang berkaitan dengan militer Israel pada 2010. Mereka juga menyinggung kehadiran Andrea Bocelli di Tel Aviv pada 2008 dalam sebuah acara yang berkaitan dengan Shimon Peres.
Isu tersebut menjadi salah satu alasan yang disampaikan massa untuk meminta agar konser dibatalkan. Mereka menilai kegiatan yang dikaitkan dengan Andrea Bocelli bertentangan dengan sikap solidaritas terhadap masyarakat Palestina. Namun, tudingan mengenai dukungan terhadap militer Israel tersebut merupakan klaim yang disampaikan pihak pengunjuk rasa dan tidak dapat dianggap sebagai fakta yang telah terbukti hanya berdasarkan pernyataan tersebut.
Dalam aksi itu, Habib Bahar bin Smith terlihat berada di tengah massa dan turut menyampaikan penolakan terhadap penyelenggaraan konser. Kehadirannya menjadi perhatian setelah sejumlah video yang memperlihatkan situasi di depan gerbang JIExpo beredar luas. Salah satu rekaman memperlihatkan Bahar berada di dekat pagar pembatas ketika massa berusaha mendekati area penyelenggaraan acara.
Situasi mulai memanas ketika sejumlah pengunjuk rasa berusaha melewati barikade pengamanan yang dipasang di sekitar pintu masuk kawasan konser. Aparat kepolisian yang berjaga berupaya menahan pergerakan massa agar tidak memasuki area acara. Upaya tersebut kemudian memicu aksi saling dorong antara pengunjuk rasa dan petugas keamanan.
Ketegangan semakin meningkat ketika sebagian massa dilaporkan merusak pagar pembatas di sekitar gerbang. Sejumlah traffic cone atau pembatas jalan juga dibakar di tengah kerumunan. Selain itu, petasan asap dilaporkan dilemparkan ke arah petugas yang sedang melakukan pengamanan. Kondisi tersebut membuat situasi di sekitar pintu masuk JIExpo semakin sulit dikendalikan.
Aksi saling dorong kemudian berkembang menjadi bentrokan fisik antara massa dan aparat kepolisian. Sejumlah benda, termasuk batu, besi, dan material pagar pembatas, dilaporkan dilemparkan ke arah petugas. Polisi yang sebelumnya bertahan menggunakan barisan tameng pelindung berupaya mengendalikan keadaan dan mendorong massa menjauh dari area pengamanan.
Kericuhan tersebut berlangsung di sekitar gerbang masuk JIExpo Kemayoran. Situasi ini juga berdampak terhadap sejumlah orang yang berada di lokasi, termasuk jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan. Salah satu wartawan Nusantara TV bernama Muhammad Ritduwan dilaporkan mengalami luka di bagian kepala setelah terkena lemparan batu ketika berada di tengah situasi bentrokan.
Peristiwa yang dialami wartawan tersebut terjadi saat dirinya sedang merekam perkembangan aksi penolakan. Setelah terkena lemparan, ia berusaha keluar dari kerumunan untuk mendapatkan pertolongan. Sejumlah orang di lokasi bersama rekan sesama wartawan kemudian membantunya menuju ambulans agar memperoleh penanganan medis. Kejadian tersebut menambah perhatian terhadap dampak kericuhan yang berlangsung di sekitar lokasi konser.
Sehari setelah aksi berlangsung, tepatnya Rabu, 4 November 2026, Habib Bahar memberikan penjelasan mengenai alasan dirinya bersama massa menolak konser Andrea Bocelli. Ia menyebut terdapat sejumlah kegiatan yang menurut pandangannya menunjukkan hubungan Andrea Bocelli dengan pihak yang berkaitan dengan Israel.
Bahar kembali menyinggung kegiatan penggalangan dana pada 2010 yang disebut berkaitan dengan Israel Defense Forces atau IDF. Ia juga menyebut kehadiran Andrea Bocelli di Tel Aviv pada 2008 dalam sebuah acara yang berkaitan dengan Shimon Peres. Menurut Bahar, alasan tersebut menjadi dasar penolakan yang disampaikan kelompoknya saat mendatangi JIExpo pada Selasa malam.
Ia juga menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas terhadap masyarakat Palestina. Bahar menilai Indonesia memiliki komitmen untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak berbagai bentuk penjajahan serta penindasan. Pernyataan itu menjadi penjelasan yang disampaikan Bahar setelah aksi penolakan konser mendapat perhatian luas.
Meski mendapat penolakan dari sejumlah massa dan sempat terjadi kericuhan di luar area acara, konser Andrea Bocelli dilaporkan tetap berlangsung sesuai agenda. Dengan demikian, tuntutan pembatalan yang disampaikan pengunjuk rasa tidak menghentikan penyelenggaraan pertunjukan tersebut.
Peristiwa di JIExpo Kemayoran memperlihatkan bagaimana perbedaan pandangan mengenai isu internasional dapat memicu aksi penolakan terhadap sebuah kegiatan di dalam negeri. Di satu sisi, massa menyampaikan keberatan berdasarkan pandangan mereka terhadap persoalan Palestina dan Israel. Di sisi lain, penyelenggaraan acara tetap menjadi perhatian karena berlangsung di tengah aksi demonstrasi yang berujung bentrokan.
Hingga Rabu, 4 November 2026, perkembangan peristiwa tersebut masih menjadi perhatian publik. Kericuhan yang menyebabkan seorang wartawan mengalami luka juga menjadi bagian penting dari rangkaian kejadian pada malam itu. Informasi lebih lanjut mengenai penanganan insiden, kondisi wartawan yang terluka, serta langkah aparat setelah bentrokan masih perlu menunggu keterangan resmi dari pihak terkait.

