Kebakaran Bromo Meluas ke Lembah Watangan, Akses Jemplang Ditutup

Sumber Foto : KOMPAS.com/MIFTAHUL HUDA

Jawa Timur, Harianmedia — Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. Api yang muncul di kawasan Savana Pengol, Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis 10 September 2026, kemudian meluas ke arah Lembah Watangan atau yang dikenal sebagai kawasan Bukit Teletubbies.

Kebakaran tersebut membuat pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengambil langkah penutupan akses wisata melalui pintu masuk Jemplang, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Penutupan dilakukan untuk mendukung proses penanganan kebakaran sekaligus menjaga keamanan wisatawan yang berada di kawasan tersebut.

Kebakaran dilaporkan mulai terjadi pada Kamis sore sekitar pukul 16.00 WIB. Api kemudian bergerak menuju kawasan Lembah Watangan karena kondisi angin yang cukup kencang. Pergerakan api di kawasan perbukitan membuat proses pemadaman menjadi tidak mudah dilakukan.

Medan yang terjal menjadi salah satu kendala bagi petugas dalam menjangkau titik kebakaran. Kondisi tersebut membuat pemadaman melalui jalur darat tidak dapat dilakukan secara maksimal di sejumlah lokasi. Petugas kemudian melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan api agar tidak semakin meluas.

Penanganan kebakaran dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Probolinggo, petugas TNBTS, serta unsur lainnya dan relawan. Selain penanganan dari darat, pemadaman juga dilakukan menggunakan helikopter melalui operasi water bombing.

Helikopter yang digunakan dalam operasi tersebut membawa bucket dengan kapasitas sekitar 1.000 liter air. Air untuk pemadaman diambil dari kawasan Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Hingga Jumat 11 September 2026 sekitar pukul 12.00 WIB, operasi water bombing telah dilakukan sebanyak 17 kali dengan total sekitar 17.000 liter air yang dicurahkan ke sejumlah titik kebakaran.

Namun, upaya pemadaman dari udara juga menghadapi kendala. Kabut tebal yang turun di kawasan TNBTS membuat operasi water bombing tidak dapat dilakukan secara terus-menerus. Kondisi cuaca menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan pelaksanaan pemadaman menggunakan helikopter.

Di tengah proses penanganan tersebut, api dilaporkan terus meluas menuju Lembah Watangan. Kawasan tersebut berada di sisi selatan Gunung Bromo dan dapat terlihat dari kawasan Jemplang. Perkembangan kebakaran inilah yang kemudian menjadi salah satu pertimbangan dalam pembatasan aktivitas wisata di sekitar lokasi.

Pintu masuk wisata Bromo dari Jemplang ditutup sejak Kamis malam 10 September 2026. Penutupan diberlakukan sampai batas waktu yang akan ditentukan berdasarkan perkembangan kondisi kebakaran dan keamanan kawasan.

Dengan penutupan tersebut, wisatawan tidak diperbolehkan menggunakan pintu Jemplang untuk masuk ke kawasan wisata Bromo. Wisatawan yang sebelumnya melakukan reservasi melalui jalur tersebut diarahkan menggunakan pintu masuk lain, yakni Cemorolawang di Probolinggo atau Wonokitri di Pasuruan.

Selain penutupan pintu masuk Jemplang, aktivitas wisata di dalam kawasan juga dibatasi. Pengunjung yang masuk melalui jalur lain hanya diperbolehkan melakukan kegiatan sampai kawasan Lautan Pasir. Wisatawan juga tidak diperkenankan mendekati area Lembah Watangan yang terdampak kebakaran.

Sementara itu, penutupan akses wisata tersebut tidak berarti seluruh jalur di sekitar Jemplang berhenti digunakan. Akses transportasi yang menghubungkan Malang dan Lumajang tetap dapat dilalui masyarakat. Kegiatan kunjungan ke Ranu Regulo juga masih dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Penutupan akses wisata dilakukan karena proses pemadaman masih berlangsung dan kondisi kebakaran masih dapat berubah. Area yang terbakar berada di kawasan dengan medan sulit, sementara angin kencang dapat membuat api bergerak lebih cepat menuju vegetasi kering.

Kebakaran ini juga terjadi setelah kawasan Gunung Bromo sebelumnya mengalami kebakaran besar pada Agustus 2026. Kebakaran pada periode tersebut menyebabkan aktivitas wisata Bromo sempat ditutup sebelum kembali dibuka setelah kondisi kawasan dinyatakan aman untuk dikunjungi.

Kondisi terbaru membuat penanganan kebakaran kembali menjadi perhatian di kawasan TNBTS. Petugas masih melakukan upaya pengendalian api sesuai kondisi lapangan, sementara akses menuju lokasi kebakaran dibatasi untuk mendukung proses penanganan.

Bagi wisatawan, jalur Jemplang untuk masuk ke kawasan wisata Bromo masih ditutup hingga ada keputusan lebih lanjut dari pengelola. Pengunjung yang ingin menuju kawasan Bromo perlu menggunakan akses alternatif yang masih dibuka sesuai ketentuan.

Penutupan tersebut akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan kebakaran dan kondisi keamanan kawasan. Pembukaan kembali jalur Jemplang akan menunggu keputusan pengelola setelah situasi di sekitar lokasi kebakaran dinilai memungkinkan untuk aktivitas wisata.

Hingga perkembangan terakhir, kebakaran di kawasan Bromo masih dalam penanganan. Api yang meluas ke arah Lembah Watangan membuat akses wisata dari Jemplang ditutup sementara, sedangkan upaya pemadaman terus dilakukan untuk mengendalikan penyebaran api di kawasan taman nasional.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *