Siswa SMPN 1 Makale Mengalami Keluhan Kesehatan, Dugaan MBG Masih Didalami

Sumber Foto : Sridesika Sau'

Tana Toraja, Harianmedia — Sejumlah siswa SMPN 1 Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, mengalami keluhan kesehatan dan mendapat penanganan medis pada Kamis, 3 September 2026. Para siswa dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan setelah mengalami berbagai keluhan, seperti mual, sakit perut, sakit kepala, muntah, hingga diare.

Kondisi tersebut juga dialami siswa SMPN 2 Makale. Kedua sekolah tersebut diketahui menerima makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batupapan.

Berdasarkan informasi terbaru, jumlah siswa dari SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale yang mendapatkan perawatan mencapai 152 orang. Mereka menjalani penanganan di tiga rumah sakit di wilayah Makale. Data tersebut merupakan kondisi yang dilaporkan pada Kamis sore dan masih dapat berubah seiring proses pendataan serta pemeriksaan terhadap siswa.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 46 siswa SMPN 1 Makale dan 25 siswa SMPN 2 Makale dirawat di RSUD Lakipadada. Kemudian, 38 siswa SMPN 1 Makale mendapat perawatan di RS Sinar Kasih. Sementara itu, 43 siswa lainnya menjalani perawatan di RS Fatimah Makale.

Keluhan kesehatan mulai menjadi perhatian setelah sejumlah siswa mengalami kondisi yang tidak biasa. Pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan untuk memastikan siswa yang membutuhkan pertolongan segera mendapat penanganan.

Kepala SMPN 1 Makale Yohanis Pakiding sebelumnya menyampaikan bahwa sejumlah siswa sudah mengeluhkan kondisi tubuh sejak dini hari. Setelah jumlah siswa yang mengalami keluhan bertambah, pihak sekolah mengambil langkah untuk membawa mereka mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis.

Sebagian siswa mengalami diare dan muntah. Ada pula siswa yang kondisinya membutuhkan penanganan lebih lanjut sehingga dirujuk ke rumah sakit. Siswa yang tidak mengalami keluhan kemudian dipulangkan sebagai langkah untuk mengantisipasi kondisi yang tidak diinginkan.

Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan makanan MBG yang dibagikan sehari sebelumnya, Rabu, 2 September 2026. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab keluhan yang dialami para siswa.

Menu MBG yang diterima siswa dilaporkan terdiri dari nasi, ayam masak kuning, tempe goreng tepung, tumis sayur yang berisi labu siam, wortel dan jagung, serta buah melon. Sejumlah siswa mulai merasakan keluhan setelah mengonsumsi makanan tersebut, tetapi hubungan langsung antara makanan dan gangguan kesehatan masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan.

Kepolisian Resor Tana Toraja kemudian mengambil langkah untuk mengumpulkan sampel makanan dan minuman dari dapur SPPG Batupapan. Dapur tersebut merupakan salah satu penyedia MBG yang menyalurkan makanan kepada SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale.

Sampel makanan tersebut selanjutnya dikirim untuk pemeriksaan laboratorium oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat zat tertentu yang dapat menyebabkan keluhan kesehatan pada para siswa.

Kapolres Tana Toraja AKBP Budy Hermawan mengatakan kepolisian terlebih dahulu melakukan pendataan terhadap siswa yang terdampak serta meninjau kondisi mereka di rumah sakit. Kepolisian juga meminta agar informasi mengenai penyebab kejadian tidak disimpulkan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya menjadi salah satu dasar untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa. Setelah hasil pemeriksaan diterima, kepolisian akan melanjutkan penyelidikan untuk mengetahui rangkaian kejadian secara lebih jelas, termasuk kemungkinan adanya kelalaian dalam proses penyediaan dan penyaluran makanan.

Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeq bersama Kapolres Tana Toraja juga telah meninjau SPPG Batupapan yang menjadi dapur penyedia makanan untuk sejumlah sekolah, termasuk SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale. Peninjauan tersebut dilakukan setelah melihat kondisi siswa yang mendapat perawatan di rumah sakit.

Di tengah proses pemeriksaan, kondisi para siswa masih menjadi perhatian. Tenaga medis melakukan pemantauan dan memberikan penanganan sesuai kondisi masing-masing siswa. Sementara itu, pendataan jumlah siswa yang mengalami keluhan terus dilakukan oleh pihak terkait.

Kejadian ini menjadi perhatian karena melibatkan siswa dari lebih dari satu sekolah yang menerima makanan dari sumber penyedia yang sama. Meski demikian, penyebab pasti keluhan kesehatan belum dapat dinyatakan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium selesai.

Hingga Kamis, 3 September 2026, fokus penanganan masih diarahkan pada kondisi para siswa dan pemeriksaan sampel makanan. Hasil uji laboratorium diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab keluhan yang dialami siswa SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale.

Dengan demikian, dugaan keterkaitan dengan program MBG masih dalam tahap pemeriksaan. Kepastian mengenai penyebab kejadian akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan penyelidikan pihak berwenang.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *