Aceh, Harianmedia — Angin kencang disertai hujan deras menerjang sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Tamiang pada Jumat (28/8/2026) malam. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan, termasuk rumah warga, fasilitas umum, dan bangunan usaha. Salah satu bangunan usaha yang dilaporkan mengalami kerusakan ringan adalah gerai Mie Gacoan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi pada malam hari. Berdasarkan pendataan awal, kerusakan yang muncul di sejumlah wilayah Aceh Tamiang bervariasi, mulai dari atap seng yang terangkat, dinding yang mengalami kerusakan, hingga kerusakan pada bagian bangunan usaha dan fasilitas lainnya.
Gerai Mie Gacoan tercatat mengalami kerusakan ringan akibat angin kencang yang menerjang kawasan tersebut. Kerusakan pada bangunan usaha itu menjadi bagian dari sejumlah dampak yang ditemukan setelah cuaca ekstrem melanda Aceh Tamiang.
Selain bangunan usaha, rumah warga juga terdampak. Sejumlah rumah dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap setelah diterpa angin kencang. Ada pula bangunan yang mengalami kerusakan pada bagian dinding maupun kanopi.
Dampak cuaca ekstrem tidak hanya terjadi pada satu kawasan. Sejumlah desa di beberapa kecamatan dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda. Kondisi tersebut membuat petugas melakukan penanganan di sejumlah titik untuk memastikan akses masyarakat tetap dapat digunakan.
Di antara dampak yang tercatat adalah kerusakan rumah warga akibat atap seng terangkat. Beberapa hunian sementara juga mengalami kerusakan. Selain itu, terdapat bangunan usaha lain dan fasilitas umum yang ikut terdampak akibat angin kencang yang terjadi pada Jumat malam.
Pohon tumbang juga menjadi salah satu dampak yang terjadi setelah hujan deras dan angin kencang melanda. Setidaknya terdapat tujuh titik pohon tumbang yang ditangani oleh petugas. Pohon-pohon tersebut sempat menghambat akses di sejumlah lokasi sehingga perlu segera dibersihkan.
Petugas BPBD Aceh Tamiang turun ke lapangan untuk menangani pohon tumbang dan dampak lainnya. Proses pembersihan pohon tumbang dilakukan hingga sekitar pukul 03.00 WIB pada Sabtu (29/8/2026). Penanganan dilakukan agar hambatan di jalan dapat segera disingkirkan dan aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan.
Sementara itu, pendataan kerusakan akibat angin kencang masih dilakukan. BPBD Aceh Tamiang menyampaikan bahwa laporan dari seluruh kecamatan belum diterima secara lengkap sehingga jumlah keseluruhan kerusakan belum dapat dipastikan.
Data awal menunjukkan dampak terjadi pada sejumlah rumah warga dan hunian sementara. Beberapa rumah mengalami kerusakan atap, sedangkan bangunan lainnya mengalami kerusakan pada dinding maupun bagian tambahan seperti kanopi.
Cuaca ekstrem juga berdampak pada sejumlah fasilitas dan bangunan lainnya. Di antara kerusakan yang dilaporkan terdapat atap kantor pemerintahan yang terbang, kerusakan pada beberapa tempat usaha, serta kerusakan tiang listrik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa angin kencang memberikan dampak cukup luas terhadap bangunan dan fasilitas di sejumlah titik.
Bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan, kondisi tersebut menambah dampak yang harus dihadapi setelah cuaca ekstrem terjadi. Sebagian kerusakan terutama terdapat pada bagian atap rumah sehingga membutuhkan penanganan agar hunian dapat kembali digunakan dengan kondisi yang lebih aman.
Di sisi lain, kerusakan pada gerai Mie Gacoan menjadi salah satu perhatian karena bangunan usaha tersebut juga ikut terdampak. Meski kerusakan yang dilaporkan tergolong ringan, kejadian itu menunjukkan kuatnya dampak angin yang terjadi pada malam tersebut.
Hingga Sabtu (29/8/2026), proses pendataan dan penanganan masih berlangsung. Jumlah kerusakan secara keseluruhan belum dapat ditetapkan karena laporan dari seluruh wilayah belum terkumpul. Petugas masih menghimpun informasi untuk mengetahui kondisi bangunan warga, fasilitas umum, dan tempat usaha yang terdampak.
Masyarakat Aceh Tamiang juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan cuaca ekstrem. Hujan lebat dan angin kencang dapat menyebabkan berbagai dampak, termasuk pohon tumbang dan kerusakan bangunan. Kondisi cuaca yang berubah dengan cepat membuat kewaspadaan tetap diperlukan, terutama ketika hujan deras disertai angin berlangsung.
Peristiwa angin kencang pada Jumat malam tersebut menjadi perhatian karena dampaknya dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah Aceh Tamiang. Kerusakan pada rumah warga, hunian sementara, fasilitas umum, hingga bangunan usaha seperti gerai Mie Gacoan tercatat dalam pendataan awal.
Penanganan di lapangan terus dilakukan untuk membersihkan material yang mengganggu akses dan mendata kerusakan yang terjadi. Pemerintah daerah melalui petugas terkait masih menunggu laporan lengkap dari wilayah kecamatan untuk mendapatkan gambaran mengenai total dampak akibat cuaca ekstrem tersebut.
Dengan proses pendataan yang masih berjalan, angka keseluruhan kerusakan maupun kebutuhan penanganan belum dapat dipastikan. Informasi mengenai dampak angin kencang akan terus diperbarui berdasarkan hasil pemeriksaan dan laporan dari masing-masing wilayah.

