Hujan Deras dan Angin Kencang Tumbangkan Enam Pohon di Bojonegoro

Sumber Foto : bpbd bojonegorokab

Bojonegoro, Harianmedia — Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan enam pohon tumbang di Dusun Tretes, Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada Rabu, 28 Oktober 2026, sekitar pukul 16.00 WIB. Pohon-pohon tersebut roboh di sepanjang Jalan Bojonegoro–Nganjuk dan mengakibatkan arus lalu lintas mengalami kemacetan. Dalam kejadian itu, satu kendaraan roda empat dilaporkan mengalami kerusakan berat dengan perkiraan kerugian mencapai Rp70 juta.

Peristiwa tersebut dilaporkan setelah hujan deras dan angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro. Kondisi cuaca itu menyebabkan beberapa pohon tumbang, termasuk di kawasan Dusun Tretes, Desa Kedungsumber. Kejadian tersebut kemudian ditangani oleh petugas gabungan bersama warga setempat untuk membersihkan pohon yang menghalangi jalan dan memulihkan kelancaran lalu lintas.

Enam pohon yang tumbang terdiri dari pohon sloben atau trembesi serta pohon klampis. Pohon-pohon tersebut roboh di sepanjang jalur penghubung Bojonegoro–Nganjuk. Tumbangnya sejumlah pohon di jalur tersebut membuat kendaraan yang melintas mengalami hambatan, sehingga penanganan segera diperlukan untuk membersihkan badan jalan dari batang dan bagian pohon yang menghalangi perjalanan.

Selain mengganggu arus lalu lintas, kejadian itu juga berdampak pada sebuah mobil milik warga. Kendaraan roda empat tersebut dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat peristiwa pohon tumbang. Berdasarkan laporan yang diterima, perkiraan kerugian akibat kerusakan kendaraan mencapai Rp70 juta. Meski demikian, laporan kejadian yang tersedia tidak merinci bagian kendaraan yang mengalami kerusakan maupun proses terjadinya benturan secara lebih detail.

Kejadian ini menunjukkan bahwa hujan deras yang disertai angin kencang dapat menimbulkan dampak terhadap aktivitas masyarakat, terutama ketika pohon tumbang di jalur yang digunakan kendaraan untuk melintas. Jalan Bojonegoro–Nganjuk menjadi salah satu lokasi yang terdampak dalam peristiwa tersebut. Ketika pohon roboh dan menghalangi jalan, perjalanan masyarakat dapat terganggu sampai proses pembersihan selesai dilakukan.

Setelah menerima laporan dari masyarakat melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana atau Pusdalops, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bojonegoro melakukan penanganan bersama sejumlah unsur terkait. Petugas yang terlibat meliputi personel Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Pos Temayang, anggota Polsek Temayang, petugas kehutanan atau Polhut, serta warga setempat.

Petugas gabungan bekerja bersama membersihkan pohon-pohon yang roboh di lokasi kejadian. Proses tersebut dilakukan untuk menyingkirkan material pohon yang menghambat jalan sekaligus membantu memulihkan akses kendaraan. Dalam laporan penanganannya, penutupan jalan juga dilakukan selama proses pembersihan berlangsung agar pekerjaan dapat dilaksanakan di area yang terdampak.

Penanganan melibatkan berbagai unsur karena pohon tumbang berada di sepanjang jalur lalu lintas dan menyebabkan kemacetan. Kerja sama petugas dan masyarakat setempat membantu proses pembersihan hingga material pohon yang menghalangi jalan berhasil disingkirkan. Setelah penanganan selesai, kondisi lalu lintas di lokasi kejadian berangsur kembali normal.

Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Bojonegoro, proses pembersihan pohon tumbang selesai sekitar pukul 19.05 WIB pada Rabu, 28 Oktober 2026. Dengan selesainya proses tersebut, arus lalu lintas di Jalan Bojonegoro–Nganjuk kembali normal. Artinya, penanganan berlangsung sejak kejadian dilaporkan pada sore hari hingga menjelang malam, ketika jalur yang sebelumnya terganggu sudah dapat digunakan kembali.

Informasi mengenai peristiwa tersebut disampaikan dalam laporan kebencanaan yang diterbitkan pada Kamis, 29 Oktober 2026. Laporan itu mencatat kejadian pohon tumbang di Dusun Tretes, Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, sebagai salah satu dampak hujan deras yang disertai angin kencang di wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Masyarakat yang berkendara ketika hujan deras dan angin kencang terjadi perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalan yang berada di sekitar pepohonan. Kondisi cuaca buruk dapat mengganggu perjalanan dan menyebabkan hambatan apabila pohon tumbang di badan jalan. Pengguna jalan juga perlu memperhatikan kondisi sekitar serta mengikuti arahan petugas ketika terjadi penanganan pohon tumbang.

Peristiwa di Kecamatan Temayang ini berakhir dengan pulihnya arus lalu lintas setelah enam pohon berhasil dibersihkan. Namun, dampak kerusakan berat pada satu kendaraan dengan perkiraan kerugian Rp70 juta menjadi bagian penting dari kejadian tersebut. Penanganan yang dilakukan petugas bersama warga memungkinkan jalur Bojonegoro–Nganjuk kembali dilalui setelah sempat mengalami kemacetan akibat pohon-pohon yang roboh.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *