Suasana Memanas di Blok M, Puluhan Pekerja Proyek Hadapi Satpol PP

Sumber Foto : Beritasejabar

Jakarta, Harianmedia — Suasana di kawasan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, memanas setelah terjadi kericuhan antara sejumlah pekerja proyek dan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pada Kamis, 8 Oktober 2026. Peristiwa tersebut menjadi perhatian setelah rekaman kejadian beredar di media sosial dan memperlihatkan ketegangan antara pekerja proyek dengan petugas yang sedang menjalankan penertiban.

Kericuhan itu terjadi di sekitar kawasan proyek pembangunan gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), tepatnya di wilayah Bulungan. Dalam kejadian tersebut, sejumlah pekerja proyek terlibat perselisihan dengan petugas gabungan yang sedang melakukan penertiban terhadap kendaraan yang parkir tidak sesuai aturan serta aktivitas pedagang kaki lima (PKL).

Awalnya, petugas melakukan penertiban untuk menjaga ketertiban di kawasan tersebut. Salah satu tindakan yang dilakukan adalah Operasi Cabut Pentil (OCP) terhadap kendaraan yang dinilai melanggar aturan parkir. Operasi tersebut dilakukan oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.

Situasi kemudian berubah ketika sejumlah pekerja proyek merasa keberatan terhadap tindakan penertiban kendaraan. Mereka disebut tidak terima karena sepeda motor yang digunakan untuk bekerja terkena operasi cabut pentil. Para pekerja disebut menganggap area tersebut merupakan tempat parkir yang disediakan oleh pihak perusahaan.

Ketidakpuasan itu kemudian memicu ketegangan antara pekerja proyek dan petugas di lokasi. Perselisihan berkembang hingga terjadi aksi saling dorong. Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah orang mengenakan helm proyek berhadapan dengan petugas berseragam.

Dalam perkembangan berikutnya, situasi semakin tidak terkendali. Sejumlah pekerja diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap petugas yang berada di lokasi. Peristiwa tersebut membuat petugas harus menghadapi situasi yang semakin sulit ketika berupaya meninggalkan kawasan tersebut.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menyampaikan bahwa kericuhan bermula dari pelaksanaan Operasi Cabut Pentil oleh petugas Dishub. Dalam kejadian tersebut, seorang anggota Satpol PP Kecamatan Kebayoran Baru mengalami luka robek pada bagian dahi akibat terkena hantaman helm proyek.

Insiden tersebut menunjukkan bahwa penertiban yang awalnya berkaitan dengan ketertiban parkir berkembang menjadi perselisihan antara petugas dan sejumlah pekerja. Meski demikian, kronologi kejadian perlu dibedakan dari narasi yang menyertai video di media sosial.

Sebelumnya, beredar narasi yang menyebutkan kericuhan dipicu oleh penertiban pedagang nasi bungkus yang biasa melayani para pekerja proyek saat istirahat makan siang. Narasi tersebut membuat perhatian publik tertuju pada hubungan antara pekerja dan pedagang makanan di sekitar lokasi proyek.

Seorang pedagang nasi keliling bernama Mike menceritakan bahwa dirinya berada di kawasan tersebut ketika penertiban berlangsung. Ia mengatakan petugas mengarahkannya secara persuasif untuk berpindah lokasi berjualan. Tidak lama kemudian, ia menyaksikan perselisihan yang melibatkan petugas dan pekerja proyek.

Keterangan tersebut memberikan gambaran mengenai keberadaan pedagang makanan di sekitar lokasi saat penertiban berlangsung. Namun, penjelasan pemerintah daerah menyebutkan bahwa pemicu utama kericuhan berkaitan dengan penertiban parkir liar dan operasi cabut pentil, bukan semata-mata tindakan terhadap pedagang nasi.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga menjelaskan bahwa penertiban dilakukan terhadap pedagang kaki lima dan kendaraan yang menggunakan lahan sehingga mengganggu ketertiban masyarakat. Menurut penjelasannya, situasi kemudian memanas setelah muncul provokasi yang melibatkan sejumlah pekerja proyek.

Setelah kejadian tersebut, persoalan berlanjut ke ranah hukum. Pihak kepolisian menerima laporan dari Satpol PP terkait dugaan pengeroyokan terhadap petugas. Penanganan perkara dilakukan untuk mendalami rangkaian kejadian serta mengidentifikasi orang-orang yang diduga terlibat.

Polisi juga menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap saksi dilakukan untuk mengumpulkan keterangan mengenai peristiwa tersebut. Pada saat informasi itu disampaikan, lima orang saksi telah diperiksa. Identifikasi terhadap pihak-pihak yang diduga melakukan kekerasan masih menjadi bagian dari proses penyelidikan.

Di sisi lain, pihak manajemen perusahaan proyek dilaporkan telah menyampaikan permintaan maaf kepada pihak kecamatan dan menyatakan kesediaan untuk bertanggung jawab atas biaya pengobatan petugas yang terluka. Langkah tersebut muncul setelah kejadian menjadi perhatian publik. Lo

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *