Labuan Bajo, Harianmedia — Kapal wisata Pinisi Yukai yang membawa wisatawan mengalami kecelakaan laut di Perairan Pulau Seture, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu, 27 September 2026. Kapal tersebut terbalik saat sedang berlayar, namun seluruh wisatawan dan awak kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Peristiwa itu terjadi di salah satu jalur pelayaran wisata yang berada di kawasan Labuan Bajo, destinasi yang dikenal sebagai pintu masuk menuju Taman Nasional Komodo. Saat insiden berlangsung, beberapa kapal wisata lain berada tidak jauh dari lokasi sehingga proses pertolongan dapat dilakukan dengan cepat setelah kru mengirimkan permintaan bantuan.
Berdasarkan informasi awal, kapal diduga kehilangan keseimbangan setelah diterpa gelombang di perairan tersebut. Air laut kemudian diperkirakan masuk ke bagian lambung kapal sehingga badan kapal mulai miring dan akhirnya terbalik di tengah pelayaran. Penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak berwenang.
Begitu kapal mulai miring, nahkoda dan kru segera mengutamakan keselamatan para penumpang. Seluruh wisatawan diminta mengenakan pelampung, sementara kru menghubungi kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi menggunakan alat komunikasi radio untuk meminta pertolongan secepat mungkin.
Respons dari kapal wisata lain berlangsung cepat. Sejumlah kapal mendekati lokasi kejadian dan membantu memindahkan wisatawan serta awak kapal satu per satu menggunakan sekoci maupun kapal bantuan. Dalam dokumentasi yang beredar, tampak beberapa sekoci mengelilingi kapal Pinisi Yukai yang sudah dalam posisi miring, sementara kru juga mengevakuasi barang bawaan penumpang.
Koordinator Pos SAR Labuan Bajo membenarkan terjadinya kecelakaan kapal wisata tersebut. Ia menjelaskan bahwa proses evakuasi tidak dilakukan langsung oleh tim SAR karena kapal-kapal yang berada paling dekat dengan lokasi telah lebih dahulu menyelamatkan seluruh penumpang dan kru. Setelah menerima laporan, petugas tetap melakukan koordinasi untuk memastikan kondisi seluruh orang yang berada di atas kapal.
Seluruh wisatawan, termasuk turis mancanegara yang berada di dalam Kapal Pinisi Yukai, dipastikan berhasil dievakuasi dengan selamat. Tidak ada laporan mengenai penumpang yang tertinggal di dalam kapal, sehingga fokus petugas kemudian beralih pada pendataan penumpang serta pemeriksaan kondisi kesehatan setelah proses penyelamatan selesai dilakukan.
Pulau Seture sendiri merupakan salah satu kawasan perairan yang kerap dilintasi kapal pinisi untuk perjalanan wisata di sekitar Labuan Bajo. Jalur tersebut setiap hari dilalui berbagai kapal yang membawa wisatawan menuju sejumlah pulau dan lokasi wisata bahari, sehingga keberadaan kapal lain di sekitar lokasi menjadi faktor penting dalam mempercepat proses evakuasi.
Hingga Minggu siang, petugas masih mengumpulkan keterangan dari nahkoda dan awak kapal untuk mengetahui secara rinci kronologi kejadian. Pemeriksaan juga mencakup kondisi teknis kapal, stabilitas pelayaran, serta pengaruh gelombang laut yang diduga menjadi pemicu awal insiden tersebut.
Peristiwa Kapal Pinisi Yukai menjadi pengingat pentingnya kesiapan prosedur keselamatan dalam setiap perjalanan wisata laut di Labuan Bajo. Berkat respons cepat kru kapal dan bantuan dari kapal-kapal wisata di sekitar lokasi, seluruh wisatawan berhasil diselamatkan sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Sementara itu, penyelidikan resmi masih terus berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kapal terbalik di Perairan Pulau Seture.

