Indramayu, Harianmedia — Suasana siang di SPBU Desa Tulungagung, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mendadak berubah mencekam pada Jumat, 25 September 2026. Aktivitas pengisian bahan bakar yang semula berjalan normal tiba-tiba terganggu setelah kobaran api muncul di area dispenser ketika sebuah minibus sedang mengisi BBM jenis Pertalite. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.30 WIB itu langsung mengundang kepanikan pengendara, petugas SPBU, serta warga yang berada di sekitar lokasi.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, minibus Nissan Grand Livina bernomor polisi E 1571 SP tengah melakukan pengisian Pertalite di salah satu jalur dispenser. Di saat proses pengisian berlangsung, api tiba-tiba muncul dari area kendaraan dan dalam waktu singkat membesar hingga menyelimuti bagian depan mobil. Kobaran tersebut membuat seluruh orang di sekitar lokasi berusaha menjauh demi menghindari bahaya yang lebih besar.
Besarnya api membuat peristiwa tidak berhenti pada satu kendaraan saja. Sebuah truk tronton bernomor polisi N 8556 UQ yang berada di dekat lokasi juga ikut terdampak setelah api merambat ke bagian kendaraan tersebut. Truk diketahui sedang melakukan pengisian biosolar sehingga posisi yang berdekatan dengan dispenser menyebabkan kobaran semakin cepat menyebar. Asap hitam pekat pun membumbung tinggi dan terlihat dari kejauhan.
Petugas SPBU sempat melakukan upaya penanganan awal menggunakan peralatan yang tersedia, namun kobaran api berkembang terlalu cepat. Kondisi tersebut membuat bantuan dari pemadam kebakaran segera diminta agar api tidak meluas ke fasilitas lain maupun tangki penyimpanan bahan bakar yang berada di kawasan SPBU.
Tidak lama setelah laporan diterima, dua unit mobil pemadam kebakaran dari wilayah Jatibarang tiba di lokasi. Petugas langsung melakukan penyemprotan air dan busa ke titik api yang berada di sekitar dispenser serta kedua kendaraan. Proses pemadaman berlangsung intensif karena petugas juga harus memastikan kobaran tidak menjalar ke bagian SPBU lainnya. Berkat penanganan cepat tersebut, api akhirnya berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 30 menit.
Akibat insiden itu, dua kendaraan mengalami kerusakan berat. Minibus Grand Livina hangus hampir di seluruh bagian bodinya, sementara truk tronton mengalami kerusakan serius pada area kabin dan sisi kendaraan yang tersambar api. Selain kendaraan, satu unit dispenser pengisian BBM ikut terbakar dan sebagian atap di area pengisian juga mengalami kerusakan akibat panas yang ditimbulkan kobaran api.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan dalam kejadian tersebut. Seluruh pengemudi, petugas SPBU, dan masyarakat di sekitar lokasi berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar. Kondisi ini membuat fokus penanganan sepenuhnya diarahkan pada pemadaman serta pengamanan area agar tidak terjadi kebakaran susulan.
Selama proses penanganan berlangsung, operasional SPBU dihentikan sementara. Area dispenser ditutup dan kendaraan lain tidak diperbolehkan memasuki lokasi demi menjaga keselamatan. Warga yang sempat berkumpul untuk menyaksikan peristiwa juga diminta berada pada jarak aman hingga petugas menyatakan situasi benar-benar terkendali.
Pihak kepolisian menyatakan penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Aparat melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang berada di SPBU ketika api pertama kali muncul. Hingga kini belum ada kesimpulan resmi mengenai sumber munculnya kobaran api, sehingga penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab sebenarnya.
Insiden di SPBU Tulungagung menjadi perhatian masyarakat Indramayu karena terjadi saat aktivitas pengisian BBM sedang berlangsung pada siang hari. Meski dua kendaraan dan fasilitas SPBU mengalami kerusakan, respons cepat petugas pemadam kebakaran berhasil mencegah api meluas sehingga situasi dapat dikendalikan tanpa menimbulkan korban jiwa.

