Gangguan Jalur Kereta di Jember, Dua Perjalanan KA Pandanwangi Dibatalkan

Sumber Foto : ANTARA/HO-Humas KAI Daop Jember

Jember, Harianmedia — Perjalanan kereta api di wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengalami gangguan pada Senin, 2 November 2026. Kondisi tersebut terjadi setelah tanah di sekitar jalur rel pada petak jalan Ledokombo–Sempolan terkikis akibat aliran air yang dipicu hujan deras. Dampak dari kerusakan prasarana tersebut, dua perjalanan Kereta Api (KA) Pandanwangi dengan relasi Jember–Ketapang dan Ketapang–Jember terpaksa dibatalkan demi menjaga keselamatan perjalanan.

Gangguan ditemukan pada jalur kereta api di Kilometer 10+0/1, tepatnya di petak jalan yang menghubungkan wilayah Ledokombo dan Sempolan. Lokasi tersebut berada di Kabupaten Jember dan menjadi bagian dari lintasan perjalanan kereta api di wilayah operasional PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember.

Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut menyebabkan aliran air mengikis tanah di sekitar konstruksi rel. Kondisi ini mengakibatkan material penyangga jalur mengalami kerusakan sehingga bagian lintasan tidak dapat langsung digunakan untuk perjalanan kereta api.

Petugas pemeriksa jalur pertama kali mengetahui kondisi tersebut sekitar pukul 06.00 WIB pada Senin pagi. Setelah menemukan adanya pengikisan tanah, petugas segera melakukan langkah pengamanan untuk mencegah kereta melintasi bagian jalur yang mengalami kerusakan.

Peristiwa pengikisan tanah seperti ini dikenal dengan istilah gogosan. Kondisi tersebut terjadi ketika aliran air mengikis tanah, pasir, serta material batu koral atau ballast yang berfungsi menopang konstruksi rel kereta api. Apabila material penyangga mengalami pengurangan dalam jumlah besar, kestabilan jalur dapat terganggu dan berisiko terhadap keselamatan perjalanan.

Kondisi kerusakan di lokasi kejadian juga terlihat cukup serius. Rekaman kondisi jalur menunjukkan tanah di sisi rel terkikis sepanjang lebih dari 10 meter. Bahkan, salah satu bagian rel dilaporkan menggantung sekitar tiga meter karena material tanah di bawahnya terbawa aliran air.

Temuan tersebut membuat KAI Daop 9 Jember mengambil langkah antisipatif dengan menyesuaikan pola operasi perjalanan kereta api. Petugas memasang Semboyan 3 sebagai tanda bahaya agar kereta tidak melintasi jalur yang belum dinyatakan aman. Pengamanan dilakukan sambil menunggu pemeriksaan teknis dan penanganan terhadap bagian prasarana yang terdampak.

Pembatalan dua perjalanan KA Pandanwangi menjadi salah satu dampak langsung dari gangguan tersebut. Perjalanan pertama yang dibatalkan adalah KA Pandanwangi relasi Jember–Ketapang. Kereta tersebut sebelumnya sempat tertahan di Stasiun Kalisat sebelum akhirnya diputuskan tidak melanjutkan perjalanan.

Sementara itu, perjalanan kedua merupakan KA Pandanwangi relasi Ketapang–Jember yang dijadwalkan berangkat dari Stasiun Ketapang pada pukul 10.00 WIB. Kedua pembatalan tersebut membuat pelanggan yang telah memiliki tiket harus menyesuaikan kembali rencana perjalanan mereka.

Sebagai bentuk pelayanan kepada penumpang, KAI memberikan pengembalian biaya tiket atau refund sebesar 100 persen kepada pelanggan yang terdampak pembatalan. Pengembalian tersebut diberikan sesuai ketentuan yang berlaku. Kebijakan ini menjadi salah satu langkah untuk membantu pelanggan yang tidak dapat menggunakan layanan kereta api akibat gangguan prasarana.

Selain KA Pandanwangi, sejumlah perjalanan kereta lainnya juga mengalami dampak. KA Tawangalun yang melayani perjalanan menuju Malang tertahan di Stasiun Kalibaru. Untuk membantu penumpang melanjutkan perjalanan, KAI menyiapkan bus sebagai sarana transportasi pengganti menuju Stasiun Kalisat.

Setibanya di Stasiun Kalisat, penumpang KA Tawangalun diarahkan melanjutkan perjalanan menuju Malang Kota Lama menggunakan rangkaian KA Pandanwangi. Skema pengalihan moda atau overstappen tersebut diterapkan agar pelanggan tetap memiliki alternatif perjalanan meskipun jalur kereta sedang mengalami gangguan.

Perjalanan KA Logawa relasi Ketapang–Purwokerto juga sempat tertahan di Stasiun Kalibaru sambil menunggu kepastian keamanan lintasan. Sementara itu, KA Sritanjung turut terdampak dan sempat tertahan di Stasiun Glenmore. Dengan demikian, gangguan pada satu petak jalur tersebut memengaruhi sedikitnya lima perjalanan kereta api di wilayah Daop 9 Jember.

Di tengah gangguan tersebut, KA Pandalungan relasi Jember–Gambir tetap diberangkatkan sesuai jadwal pukul 09.00 WIB. Kondisi ini menunjukkan bahwa penyesuaian perjalanan dilakukan berdasarkan situasi operasional dan hasil pemeriksaan pada masing-masing perjalanan serta lintasan yang digunakan.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyampaikan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam menghadapi gangguan prasarana. KAI melakukan penyesuaian pola operasi sebagai langkah antisipasi agar perjalanan tidak dipaksakan melintasi jalur yang berpotensi membahayakan.

Penumpang yang mengalami pengalihan perjalanan juga mendapatkan layanan pemulihan pelayanan atau service recovery sesuai ketentuan perusahaan. KAI turut menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan akibat perubahan perjalanan tersebut.

Di lokasi kejadian, tim teknis KAI Daop 9 Jember melakukan sejumlah pekerjaan untuk memperbaiki kondisi jalur. Penanganan meliputi pembersihan material yang mengganggu badan rel, penguatan tebing, penimbunan ballast baru, serta pemasangan penahan berupa tanggul untuk membantu mengurangi pengikisan tanah di sekitar lintasan.

Pekerjaan tersebut dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi tanah dan kestabilan konstruksi rel. Petugas juga melakukan pemantauan secara intensif untuk mengevaluasi perkembangan penanganan di lapangan.

KAI menegaskan bahwa jalur yang mengalami kerusakan hanya dapat kembali digunakan setelah melewati pemeriksaan dan evaluasi teknis. Keputusan untuk membuka kembali lintasan harus didasarkan pada kondisi prasarana yang telah memenuhi persyaratan keselamatan operasional kereta api.

Kejadian di Jember ini memperlihatkan bagaimana hujan deras dan aliran air dapat memengaruhi kondisi infrastruktur transportasi. Kerusakan pada tanah penyangga rel tidak hanya mengganggu satu perjalanan, tetapi juga dapat berdampak terhadap sejumlah layanan kereta yang menggunakan lintasan tersebut.

Bagi masyarakat yang berencana bepergian menggunakan kereta api di wilayah Daop 9 Jember, informasi mengenai perubahan jadwal dan layanan perjalanan perlu diperhatikan. Pelanggan dapat memantau perkembangan operasional melalui aplikasi Access by KAI maupun Contact Center KAI 121.

Penanganan jalur di Ledokombo–Sempolan terus menjadi perhatian KAI Daop 9 Jember. Pemeriksaan terhadap kondisi lintasan menjadi bagian penting sebelum perjalanan kembali dilakukan secara normal, terutama untuk memastikan keamanan penumpang dan seluruh petugas yang bertugas dalam operasional kereta api.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *