Jawa Tengah, Harianmedia — Sebuah truk bermuatan glasswool terbakar di jalur Pantura, tepatnya di Desa Jatisari, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, pada Senin, 6 Juli 2026. Kebakaran terjadi setelah truk mengalami kecelakaan dan menyebabkan muatan yang dibawa dilalap api. Peristiwa tersebut menarik perhatian pengguna jalan karena kobaran api disertai kepulan asap tebal terlihat dari kejauhan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh di lokasi, truk semula melintas di jalur Pantura sebelum mengalami kecelakaan. Tidak lama setelah kejadian, api muncul dan dengan cepat membesar. Muatan berupa glasswool yang berada di bak truk mempercepat penyebaran api sehingga hampir seluruh bagian kendaraan ikut terbakar.
Petugas pemadam kebakaran bersama aparat terkait segera menuju lokasi setelah menerima laporan. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan upaya pemadaman agar api tidak meluas ke area sekitar maupun membahayakan pengguna jalan yang melintas. Proses pemadaman berlangsung hingga kobaran api berhasil dikendalikan dan dipastikan padam.
Selama proses penanganan berlangsung, arus lalu lintas di jalur Pantura sempat mengalami perlambatan. Petugas melakukan pengaturan kendaraan yang melintas agar proses pemadaman dapat berjalan dengan aman sekaligus mencegah terjadinya kemacetan yang lebih panjang. Setelah api berhasil dipadamkan, arus kendaraan kembali berangsur normal.
Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang mengalami luka-luka. Keduanya kemudian mendapatkan penanganan medis setelah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden tersebut.
Akibat kebakaran, truk mengalami kerusakan berat karena sebagian besar bodi kendaraan hangus terbakar. Muatan glasswool yang dibawa juga tidak dapat diselamatkan. Kerugian materi akibat kejadian ini diperkirakan mencapai sekitar Rp700 juta.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses penanganan dengan mengevakuasi kendaraan dari badan jalan. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pemulihan kondisi lalu lintas sekaligus memastikan jalur Pantura kembali aman dilalui kendaraan dari kedua arah.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena terjadi di salah satu jalur utama yang menghubungkan berbagai daerah di pesisir utara Pulau Jawa. Berkat respons cepat petugas pemadam kebakaran dan aparat di lapangan, kobaran api berhasil dikendalikan sehingga tidak menjalar ke kendaraan lain maupun lingkungan sekitar.
Penanganan yang cepat juga membantu mempercepat proses normalisasi arus lalu lintas. Setelah seluruh proses pemadaman dan evakuasi selesai dilakukan, kondisi di lokasi kejadian berangsur kembali normal dan aktivitas kendaraan di jalur Pantura Rembang dapat berlangsung seperti biasa.

