Pendaki Gunung Monrolo Dievakuasi Tim SAR Setelah Insiden Petir di Area Puncak

Sumber Foto : Detik SulSel

Sulawesi, Harianmedia — Tim SAR gabungan melakukan evakuasi terhadap sejumlah pendaki yang terdampak insiden sambaran petir di area puncak Gunung Monrolo, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Peristiwa tersebut terjadi saat kondisi cuaca di kawasan pegunungan berubah menjadi hujan disertai petir pada Minggu, 25 Mei 2026.

Insiden itu menjadi perhatian masyarakat setelah proses evakuasi pendaki ramai beredar di media sosial. Sejumlah video memperlihatkan tim SAR bersama relawan dan pendaki lain membantu proses penyelamatan di jalur pegunungan yang terjal.

Berdasarkan informasi yang beredar, lima pendaki berada di area puncak Gunung Monrolo ketika cuaca mendadak memburuk. Hujan turun cukup deras dan disertai sambaran petir di sekitar lokasi pendakian.

Dalam kejadian tersebut, satu pendaki dilaporkan meninggal dunia akibat sambaran petir. Sementara beberapa pendaki lain berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat meski mengalami syok dan luka ringan.

Tim SAR gabungan bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan mengenai insiden tersebut. Proses evakuasi dilakukan dengan berjalan kaki melewati jalur pendakian yang licin akibat hujan.

Petugas SAR bersama relawan pecinta alam terlihat membawa perlengkapan evakuasi untuk membantu proses penyelamatan di area puncak. Beberapa pendaki lain juga ikut membantu proses penurunan korban menuju lokasi yang lebih aman.

Medan di Gunung Monrolo yang cukup curam menjadi salah satu tantangan selama evakuasi berlangsung. Jalur tanah yang basah dan berbatu membuat tim harus bergerak secara perlahan untuk menjaga keselamatan seluruh personel.

Dalam dokumentasi yang beredar, sejumlah anggota tim SAR terlihat menggunakan perlengkapan keselamatan lengkap saat melakukan evakuasi. Mereka tampak bergantian membantu membawa korban melewati jalur pegunungan.

Kondisi cuaca di kawasan gunung yang masih berkabut juga membuat jarak pandang terbatas. Meski demikian, proses evakuasi tetap dilanjutkan hingga seluruh pendaki berhasil turun dari area puncak.

Peristiwa sambaran petir di kawasan pegunungan memang menjadi risiko yang sering dihadapi pendaki ketika cuaca berubah ekstrem. Area terbuka di sekitar puncak gunung memiliki potensi lebih tinggi terkena sambaran petir saat hujan deras disertai aktivitas kilat.

Gunung Monrolo sendiri dikenal sebagai salah satu lokasi pendakian di Kabupaten Maros yang cukup ramai dikunjungi pendaki lokal. Jalur pendakian gunung tersebut memiliki medan berbukit dengan beberapa area terbuka di sekitar puncak.

Saat cuaca cerah, kawasan puncak Gunung Monrolo biasanya menjadi lokasi favorit pendaki untuk menikmati pemandangan alam. Namun kondisi di pegunungan dapat berubah cepat terutama ketika memasuki musim hujan.

Sejumlah pendaki mengaku cuaca di area gunung awalnya masih normal sebelum hujan turun secara tiba-tiba. Angin kencang dan suara petir mulai terdengar beberapa saat sebelum insiden terjadi.

Tim SAR gabungan kemudian melakukan koordinasi untuk mempercepat proses evakuasi. Jalur yang dianggap aman dipilih agar proses penurunan korban dapat berjalan lebih lancar.

Selain petugas SAR, proses evakuasi juga melibatkan relawan serta warga yang memahami jalur pendakian di Gunung Monrolo. Mereka membantu membuka akses jalan dan memastikan proses evakuasi berjalan aman.

Peristiwa ini memunculkan perhatian dari kalangan pecinta alam dan pendaki gunung di berbagai daerah. Banyak yang mengingatkan pentingnya memantau kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas pendakian.

Cuaca di kawasan pegunungan memang dikenal sulit diprediksi. Hujan deras dapat turun secara mendadak dan disertai petir, terutama pada sore hingga malam hari.

Sejumlah pendaki biasanya memilih menghentikan perjalanan sementara ketika tanda-tanda cuaca buruk mulai muncul. Area terbuka dan titik tertinggi gunung sering dihindari saat aktivitas petir meningkat.

Dalam proses evakuasi di Gunung Monrolo, tim SAR terlihat beberapa kali berhenti untuk memastikan kondisi jalur tetap aman dilalui. Hujan yang turun membuat beberapa titik pendakian menjadi licin dan berisiko.

Pendaki yang selamat kemudian mendapatkan penanganan setelah berhasil turun dari kawasan puncak. Tim gabungan memastikan seluruh korban dapat dievakuasi sebelum kondisi cuaca kembali memburuk.

Video proses evakuasi yang beredar luas di media sosial memperlihatkan solidaritas antara tim SAR, relawan, dan para pendaki. Mereka bekerja sama membantu proses penyelamatan di tengah kondisi medan yang cukup berat.

Banyak warganet menyampaikan belasungkawa atas insiden tersebut dan berharap pendaki yang selamat segera pulih. Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat melakukan pendakian di musim hujan.

Aktivitas pendakian gunung memang memerlukan persiapan matang, termasuk memantau kondisi cuaca dan membawa perlengkapan keselamatan yang memadai. Kondisi alam di pegunungan dapat berubah dalam waktu singkat tanpa tanda yang jelas.

Selain faktor cuaca, kondisi fisik pendaki dan kesiapan perlengkapan juga menjadi perhatian penting sebelum melakukan perjalanan menuju puncak gunung. Banyak komunitas pendaki mengimbau agar perjalanan dilakukan sesuai prosedur keselamatan.

Hingga proses evakuasi selesai dilakukan, kawasan Gunung Monrolo masih dipantau oleh petugas dan relawan. Jalur pendakian diperiksa untuk memastikan tidak ada pendaki lain yang tertinggal di area gunung.

Peristiwa sambaran petir di Gunung Monrolo ini menjadi salah satu insiden yang mendapat perhatian luas di Sulawesi Selatan. Proses evakuasi yang berlangsung di medan pegunungan juga menunjukkan besarnya tantangan yang dihadapi tim penyelamat saat cuaca buruk terjadi.

Masyarakat dan pendaki diimbau tetap berhati-hati ketika melakukan aktivitas di kawasan pegunungan, terutama saat cuaca mulai mendung atau hujan turun. Keselamatan selama pendakian menjadi hal utama yang harus diperhatikan untuk mengurangi risiko insiden di alam terbuka.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *