Sumber Foto : Dok. Polres Trenggalek

Trenggalek, Harianmedia — Ruas Jalan Nasional KM 16 yang menghubungkan Trenggalek dan Ponorogo tertutup total akibat longsor pada Selasa, 3 Maret 2026. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Material tanah dan batu berukuran besar menutup seluruh badan jalan sehingga kendaraan dari dua arah tidak dapat melintas.

Longsor terjadi setelah hujan mengguyur kawasan perbukitan di sekitar jalur tersebut. Material tanah bercampur batu besar turun dari tebing dan langsung menutup akses utama yang menjadi penghubung dua kabupaten itu. Jalur ini dikenal sebagai salah satu akses penting bagi mobilitas warga dan distribusi logistik.

Petugas kepolisian dari Polres Trenggalek segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pengamanan dan memasang garis pembatas untuk mencegah kendaraan mendekat ke titik longsor. Arus lalu lintas kemudian dialihkan ke jalur alternatif demi keselamatan pengguna jalan.

Berdasarkan informasi resmi yang disampaikan kepolisian, material longsor menutup seluruh badan jalan sehingga tidak ada kendaraan yang bisa melintas, baik dari arah Trenggalek menuju Ponorogo maupun sebaliknya. Polisi mengimbau pengendara agar mengikuti arahan petugas di lapangan dan menggunakan jalur pengalihan yang telah ditentukan.

Lokasi longsor berada di kawasan perbukitan yang memang rawan pergerakan tanah saat curah hujan tinggi. Tebing di sisi jalan memiliki kontur cukup curam, sehingga ketika tanah jenuh air, risiko longsor meningkat. Kondisi ini membuat proses penanganan harus dilakukan secara hati-hati untuk menghindari longsor susulan.

Petugas gabungan bersama instansi terkait langsung berkoordinasi untuk mempercepat proses penanganan. Alat berat dikerahkan untuk membersihkan material tanah dan batu yang menutup jalan. Namun karena volume material cukup banyak dan sebagian berupa batu besar, proses pembersihan membutuhkan waktu.

Sejumlah kendaraan yang sempat melintas sebelum kejadian terpaksa memutar balik setelah mendapat informasi penutupan jalan. Beberapa pengendara yang hendak melintas dari arah Ponorogo juga diarahkan untuk kembali dan mencari rute alternatif. Situasi sempat menyebabkan antrean kendaraan di kedua sisi jalur sebelum arus berhasil dikendalikan.

Hingga laporan ini disusun, tidak ada korban jiwa maupun korban luka akibat peristiwa longsor tersebut. Longsor terjadi tanpa menimpa kendaraan yang sedang melintas di titik kejadian. Hal ini membuat dampak yang ditimbulkan sebatas gangguan lalu lintas dan akses transportasi.

Pihak kepolisian menyampaikan bahwa keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, jalur tidak akan dibuka sebelum material benar-benar dibersihkan dan kondisi tebing dinyatakan aman. Petugas juga terus memantau situasi di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan.

Jalur Trenggalek–Ponorogo melalui kawasan Tugu dikenal sebagai salah satu rute yang memiliki panorama perbukitan, namun di sisi lain memiliki potensi kerawanan saat musim hujan. Kondisi geografis tersebut menuntut kewaspadaan ekstra dari para pengendara, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Warga sekitar lokasi turut membantu menginformasikan penutupan jalan kepada pengguna kendaraan yang melintas. Beberapa warga juga terlihat menyaksikan proses penanganan dari jarak aman. Aparat mengingatkan agar masyarakat tidak mendekat ke titik longsor demi menghindari risiko bahaya.

Material longsor yang terdiri dari tanah basah dan batu berukuran besar menyulitkan proses pembersihan awal. Alat berat bekerja secara bertahap untuk memindahkan material ke sisi jalan. Sementara itu, petugas lain mengatur lalu lintas di jalur pengalihan agar tidak terjadi kemacetan di ruas alternatif.

Penutupan total ini berdampak pada mobilitas warga yang biasa menggunakan jalur tersebut untuk bekerja, sekolah, maupun aktivitas perdagangan. Pengguna jalan diminta memperhitungkan waktu tempuh lebih panjang karena harus melewati rute lain yang jaraknya lebih jauh.

Kepolisian juga mengingatkan pengendara agar memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum menempuh jalur alternatif yang sebagian juga melintasi kawasan perbukitan. Pengendara diminta tetap berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang dipasang di lapangan.

Longsor yang menutup jalan nasional ini menjadi perhatian karena jalur tersebut termasuk akses strategis penghubung wilayah. Koordinasi lintas instansi dilakukan agar penanganan berjalan cepat dan efektif. Fokus utama adalah membersihkan material sekaligus memastikan stabilitas tebing di atas jalan.

Petugas di lapangan terus melakukan pemantauan kondisi cuaca. Apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, proses pembersihan bisa dihentikan sementara demi keselamatan petugas. Keputusan tersebut diambil untuk mencegah risiko tertimbun material tambahan.

Sampai saat ini, arus lalu lintas masih dialihkan dan jalur utama belum bisa digunakan. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari pihak berwenang sebelum merencanakan perjalanan melalui jalur tersebut. Informasi terbaru akan disampaikan setelah kondisi dinyatakan aman.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa wilayah dengan kontur perbukitan memiliki risiko longsor yang tinggi saat musim hujan. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan semua pihak sangat diperlukan untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

Proses pembersihan material longsor terus dilakukan hingga malam hari dengan penerangan tambahan di lokasi. Aparat memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur keselamatan. Prioritas utama adalah membuka kembali akses jalan secepat mungkin tanpa mengabaikan faktor keamanan.

Dengan tertutupnya ruas Jalan Nasional KM 16 Trenggalek–Ponorogo akibat longsor pada Selasa sore, arus kendaraan untuk sementara harus menggunakan jalur alternatif. Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa, dan penanganan masih berlangsung di lokasi kejadian.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *