Tanggul Sungai Citarum Jebol di Muaragembong, Ratusan Warga Terdampak Banjir

Bekasi, Harianmedia — Tanggul Sungai Citarum di wilayah Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, jebol pada Senin malam. Peristiwa tersebut menyebabkan air sungai meluap ke permukiman warga dan mengakibatkan ratusan kepala keluarga terdampak banjir.

Jebolnya tanggul terjadi setelah debit air Sungai Citarum meningkat akibat hujan yang mengguyur kawasan hulu dan hilir dalam beberapa hari terakhir. Tekanan air yang tinggi membuat tanggul tidak mampu menahan aliran sungai hingga akhirnya mengalami kerusakan.

Berdasarkan data sementara dari petugas di lapangan, tanggul yang jebol memiliki panjang sekitar beberapa meter. Air sungai kemudian masuk ke wilayah permukiman Desa Pantai Bakti dan sekitarnya. Genangan air merendam rumah warga dengan ketinggian bervariasi, mulai dari puluhan sentimeter hingga sekitar satu meter di titik tertentu.

Akibat kejadian tersebut, aktivitas warga terganggu. Sejumlah warga terpaksa membatasi kegiatan di luar rumah karena akses jalan desa ikut tergenang air. Beberapa warga juga memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan akibat banjir.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi langsung melakukan peninjauan ke lokasi setelah menerima laporan jebolnya tanggul. Petugas bersama aparat desa dan warga setempat melakukan penanganan darurat untuk mengurangi aliran air yang masuk ke permukiman.

Penanganan sementara dilakukan dengan pemasangan karung pasir dan material seadanya di sekitar titik tanggul yang jebol. Langkah ini bertujuan menahan laju air Sungai Citarum agar tidak semakin meluas ke wilayah permukiman warga.

BPBD mencatat ratusan kepala keluarga terdampak akibat peristiwa tersebut. Meski demikian, hingga saat ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Petugas terus melakukan pendataan untuk memastikan jumlah warga terdampak serta kebutuhan mendesak yang diperlukan di lokasi banjir.

Selain merendam rumah warga, banjir juga menggenangi lahan pertanian dan tambak milik warga. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan kerugian ekonomi, terutama bagi warga yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perikanan di wilayah pesisir Muaragembong.

Pemerintah daerah melalui instansi terkait menyatakan akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum untuk penanganan lanjutan. Perbaikan tanggul secara permanen direncanakan setelah kondisi air sungai dinilai aman dan memungkinkan dilakukan pekerjaan teknis.

Warga di sekitar Sungai Citarum diimbau untuk tetap waspada, terutama jika intensitas hujan kembali meningkat. Potensi kenaikan debit air sungai masih dapat terjadi dan berisiko menambah genangan di wilayah terdampak.

Petugas gabungan terus bersiaga di lokasi guna memantau perkembangan situasi. Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi banjir bertambah parah, termasuk kemungkinan evakuasi warga ke tempat yang lebih aman.

Hingga saat ini, upaya penanganan darurat masih berlangsung. Pemerintah daerah memastikan penanganan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan warga serta pemulihan kondisi lingkungan di sekitar Sungai Citarum.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *