Bandung, Harianmedia — Sebuah kebakaran menghanguskan toko sandal Parsa pada Senin pagi, 19 Januari 2026, sekitar pukul 06.00 WIB. Peristiwa tersebut terjadi saat aktivitas warga mulai meningkat, sehingga kejadian ini sempat menarik perhatian masyarakat sekitar. Api dengan cepat membesar dan melahap bangunan toko yang juga digunakan sebagai tempat penyimpanan barang dagangan.
Berdasarkan keterangan di lokasi, asap tebal pertama kali terlihat keluar dari bagian dalam toko. Beberapa warga yang berada di sekitar lokasi segera mendekat untuk memastikan sumber asap dan mendapati api sudah mulai membesar. Kondisi bangunan yang berisi bahan mudah terbakar membuat api cepat menjalar ke seluruh bagian toko.
Warga Melapor ke Petugas Pemadam
Melihat situasi yang membahayakan, warga langsung melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran. Upaya awal dilakukan warga dengan peralatan seadanya untuk mencegah api merembet ke bangunan lain yang berada cukup dekat dari lokasi kejadian. Namun, besarnya api membuat warga kesulitan melakukan pemadaman secara mandiri.
Petugas pemadam kebakaran kemudian tiba di lokasi dan segera melakukan proses pemadaman. Beberapa unit mobil pemadam dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api yang terus membesar. Petugas bekerja dengan cepat untuk memutus sumber api sekaligus mendinginkan area sekitar agar tidak terjadi kebakaran susulan.
Api Berhasil Dipadamkan
Setelah upaya pemadaman selama beberapa jam, petugas akhirnya berhasil menjinakkan api. Proses pemadaman dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa di dalam bangunan. Petugas juga melakukan pengecekan menyeluruh di area sekitar guna memastikan kondisi benar-benar aman.
Selama proses pemadaman, arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat karena banyak warga yang menyaksikan kejadian tersebut. Aparat setempat turut membantu mengamankan lokasi dan mengatur lalu lintas agar proses penanganan kebakaran berjalan lancar.
Tidak Ada Korban Jiwa
Dalam peristiwa ini, tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Pemilik toko dan warga sekitar berhasil menjauh dari lokasi saat api mulai membesar. Petugas memastikan bahwa seluruh area telah dikosongkan sebelum melakukan pemadaman intensif.
Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini menyebabkan kerugian materi yang cukup besar. Bangunan toko beserta sebagian besar stok sandal yang tersimpan di dalamnya hangus terbakar dan tidak dapat diselamatkan.
Dugaan Penyebab Kebakaran
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik, mengingat api pertama kali terlihat muncul dari bagian dalam bangunan. Namun, petugas masih melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab kebakaran secara pasti.
Pihak berwenang juga mengimbau pemilik bangunan dan pelaku usaha untuk secara rutin memeriksa instalasi listrik guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. Instalasi listrik yang tidak layak dinilai menjadi salah satu faktor risiko utama kebakaran di kawasan pertokoan.
Dampak terhadap Aktivitas Warga
kebakaran tersebut berdampak pada aktivitas warga sekitar, terutama pada pagi hari ketika banyak masyarakat mulai beraktivitas. Sejumlah warga terpaksa menunda kegiatan sementara waktu akibat kepulan asap dan proses pemadaman yang berlangsung di lokasi.
Namun, setelah api berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman, aktivitas warga kembali berjalan normal. Petugas tetap berjaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya api kembali dari sisa-sisa material yang terbakar.
Penanganan Pasca Kebakaran
Usai pemadaman, petugas melakukan pendataan terhadap kerusakan bangunan dan barang yang terdampak kebakaran. Pendataan ini dilakukan untuk keperluan laporan dan proses administrasi lanjutan. Petugas juga memasang garis pengaman di sekitar lokasi kebakaran untuk mencegah warga mendekat ke area yang masih berisiko.
Pemilik toko terlihat membersihkan sisa-sisa puing bangunan yang terbakar. Warga sekitar turut membantu proses pembersihan sebagai bentuk solidaritas. Kondisi bangunan yang rusak parah membuat toko tersebut untuk sementara waktu tidak dapat beroperasi.
Pihak berwenang kembali mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya di kawasan pertokoan dan permukiman padat. Pemeriksaan instalasi listrik, penggunaan peralatan listrik sesuai standar, serta ketersediaan alat pemadam ringan menjadi langkah penting untuk mencegah kebakaran.
Kejadian kebakaran toko sandal Parsa ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran perlu terus ditingkatkan demi keselamatan bersama.

