Minahasa, Harianmedia — Kebakaran melanda kawasan pergudangan di Desa Watutumou II, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, pada Jumat, 6 November 2026, dini hari. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 00.30 WITA tersebut mengakibatkan lima unit gudang terbakar. Salah satu bangunan yang terdampak merupakan gudang penyimpanan petasan yang memicu sejumlah dentuman keras selama kebakaran berlangsung.
Kebakaran tersebut tidak hanya berdampak pada bangunan gudang, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga yang berada di sekitar lokasi. Kuatnya dentuman dari gudang petasan dilaporkan membuat kaca rumah pecah hingga bagian atap mengalami kerusakan dan roboh.
Camat Kalawat, Agus Dondokambey, membenarkan adanya kebakaran yang melibatkan lima unit gudang di wilayah tersebut. Menurut keterangannya, bangunan yang terbakar digunakan untuk menyimpan berbagai jenis barang, mulai dari petasan, perangkat pengeras suara atau speaker, makanan beku atau frozen food, hingga material baja ringan.
Dari lima bangunan yang terbakar, salah satunya merupakan gudang petasan. Keberadaan barang tersebut membuat kebakaran disertai dentuman yang cukup keras ketika petasan ikut terbakar. Suara ledakan terdengar selama peristiwa berlangsung dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan permukiman di sekitar kawasan pergudangan.
Agus menjelaskan bahwa dentuman dari gudang petasan menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan. Beberapa kaca rumah dilaporkan pecah, sedangkan bagian atap rumah mengalami kerusakan hingga roboh. Dampak tersebut menunjukkan bahwa kejadian kebakaran tidak hanya mengenai bangunan tempat penyimpanan barang, tetapi juga menjangkau rumah-rumah yang berada di sekitar lokasi.
Berdasarkan keterangan seorang warga yang dimuat dalam laporan kejadian, api pertama kali terlihat dari gudang petasan yang berada di bagian tengah kawasan bangunan. Setelah itu, kobaran api merembet ke sejumlah gudang lain yang lokasinya berdekatan. Keterangan tersebut merupakan penuturan warga mengenai awal kejadian dan belum menjadi kesimpulan resmi mengenai penyebab kebakaran.
Besarnya kobaran api dan adanya petasan yang terbakar membuat proses pemadaman membutuhkan pengerahan petugas dalam jumlah besar. Sebanyak sembilan unit mobil pemadam kebakaran dan 114 personel gabungan dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan. Petugas berupaya memadamkan api yang membakar kawasan pergudangan tersebut.
Dokumentasi dari lokasi kejadian memperlihatkan sejumlah petugas pemadam kebakaran berusaha mengendalikan kobaran api. Penanganan dilakukan di kawasan gudang yang terdampak kebakaran, termasuk bangunan yang menyimpan kembang api. Pengerahan armada dan personel gabungan menjadi bagian dari upaya penanganan kebakaran yang terjadi pada Jumat dini hari itu.
Selain menyebabkan kerusakan pada lima gudang, peristiwa tersebut turut menimbulkan dampak material bagi masyarakat sekitar. Kaca rumah yang pecah dan atap yang mengalami kerusakan menjadi beberapa dampak yang disampaikan pemerintah setempat. Namun, hingga laporan awal disampaikan, belum terdapat angka pasti mengenai jumlah rumah yang mengalami kerusakan maupun nilai kerugian yang ditimbulkan.
Di tengah besarnya dampak kebakaran, Camat Kalawat menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Informasi ini menjadi salah satu keterangan penting terkait dampak kejadian yang melibatkan beberapa bangunan gudang dan menimbulkan dentuman keras akibat petasan yang terbakar.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam pendalaman pihak berwenang. Belum ada kepastian mengenai faktor yang pertama kali memicu munculnya api di kawasan pergudangan tersebut. Keterangan mengenai api yang terlihat dari gudang petasan berasal dari penuturan warga, sehingga masih diperlukan hasil pemeriksaan untuk memastikan penyebab sebenarnya.
Nilai kerugian akibat kebakaran juga masih dalam proses penghitungan. Kerugian tersebut berkaitan dengan lima bangunan gudang yang terbakar serta kerusakan sejumlah rumah warga di sekitar lokasi. Pendataan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui tingkat kerusakan bangunan dan besarnya kerugian material yang dialami pihak terdampak.
Peristiwa kebakaran di Desa Watutumou II, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, ini menjadi perhatian karena melibatkan gudang penyimpanan petasan dan beberapa jenis barang lainnya. Dampak kebakaran bahkan dirasakan hingga kawasan permukiman, dengan laporan kaca rumah pecah dan atap mengalami kerusakan akibat dentuman.
Hingga Jumat, 6 November 2026, informasi yang telah disampaikan pemerintah setempat menyebutkan lima gudang terbakar, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, dan tidak ada korban jiwa. Adapun penyebab kebakaran serta total kerugian material masih menunggu hasil pendalaman dan penghitungan lebih lanjut oleh pihak terkait.

