Video Aksi Mahasiswa di Jalan Gatot Subroto Majene Ramai di Media Sosial

Sumber Foto : Tangkapan layar Thread

Sulawesi, Harianmedia — Sebuah video yang memperlihatkan aksi mahasiswa di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, ramai beredar di media sosial pada Rabu, 18 Februari 2026. Rekaman tersebut menampilkan sekelompok mahasiswa yang berkumpul di badan jalan dan melakukan aksi penyampaian aspirasi. Dalam video yang tersebar luas di berbagai platform digital itu, terlihat adanya pembakaran ban di tengah jalan sehingga menimbulkan asap tebal di sekitar lokasi.

Berdasarkan informasi yang beredar bersama video tersebut, aksi dilakukan oleh mahasiswa dari STAIN Majene. Namun hingga saat ini belum terdapat keterangan resmi yang dipublikasikan secara luas oleh pihak kampus maupun aparat terkait mengenai detail tuntutan aksi tersebut. Video yang beredar memperlihatkan massa mengenakan atribut almamater dan berdiri di sepanjang ruas jalan utama.

Jalan Jenderal Gatot Subroto merupakan salah satu akses penting di wilayah Majene. Aktivitas kendaraan di jalur tersebut cukup padat, terutama pada jam kerja. Dalam rekaman yang beredar, arus lalu lintas tampak melambat akibat adanya pembakaran ban dan massa yang memenuhi sebagian badan jalan. Sejumlah pengendara terlihat berhenti dan menunggu hingga situasi memungkinkan untuk melintas.

Asap hitam dari pembakaran ban terlihat membumbung ke udara dan cukup pekat. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu jarak pandang pengguna jalan. Beberapa warga yang berada di sekitar lokasi tampak menyaksikan aksi dari pinggir jalan. Situasi dalam video menunjukkan suasana aksi berlangsung dalam pengawasan aparat kepolisian yang berada di sekitar titik kegiatan.

Aparat kepolisian terlihat melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas guna mencegah kemacetan yang lebih panjang. Petugas berdiri di sejumlah titik untuk memastikan kendaraan tetap dapat bergerak secara perlahan. Hingga video tersebut ramai diperbincangkan, tidak terlihat adanya tindakan benturan fisik dalam rekaman yang beredar.

Peredaran video aksi tersebut memicu berbagai tanggapan dari warganet. Sebagian menyoroti dampak pembakaran ban terhadap lingkungan dan lalu lintas, sementara lainnya menilai aksi sebagai bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat. Diskusi mengenai video tersebut berkembang cepat di kolom komentar dan berbagai grup percakapan daring.

Belum ada keterangan resmi yang dipublikasikan secara luas terkait kronologi lengkap kejadian maupun jumlah peserta aksi. Informasi yang tersedia saat ini bersumber dari rekaman visual yang tersebar di media sosial. Dalam video berdurasi singkat itu, terdengar suara massa yang menyampaikan aspirasi, namun tidak seluruh isi tuntutan dapat terdengar dengan jelas.

Lokasi aksi yang berada di pusat aktivitas masyarakat menjadikan peristiwa tersebut cepat menjadi perhatian. Jalan Jenderal Gatot Subroto dikenal sebagai salah satu jalur penghubung penting di Majene, sehingga setiap gangguan arus lalu lintas mudah menarik perhatian publik. Kendaraan roda dua dan roda empat terlihat mengantre secara tertib di belakang barisan massa.

Beberapa rekaman tambahan yang beredar menunjukkan aparat berupaya menjaga jarak antara massa aksi dan pengguna jalan. Tidak terlihat adanya perusakan fasilitas umum dalam video yang tersebar. Pembakaran ban dilakukan di tengah ruas jalan, dan asap yang muncul tampak tebal namun terkendali di area tertentu.

Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan resmi yang menyebutkan adanya korban luka maupun kerusakan besar akibat aksi tersebut. Situasi dalam video menunjukkan kondisi relatif terkendali dengan aparat yang siaga di lokasi. Setelah beberapa waktu, arus kendaraan tampak kembali bergerak lebih lancar ketika massa mulai mengurangi aktivitas di tengah jalan.

Aksi mahasiswa di berbagai daerah umumnya dilakukan untuk menyampaikan aspirasi terkait isu sosial, pendidikan, atau kebijakan publik. Namun untuk kejadian yang terekam dalam video di Majene ini, belum terdapat penjelasan rinci mengenai pokok tuntutan yang disampaikan. Oleh karena itu, informasi yang dapat disampaikan saat ini terbatas pada apa yang terlihat secara visual dalam rekaman.

Peristiwa ini menjadi contoh bagaimana sebuah rekaman video dapat dengan cepat menyebar dan menjadi perhatian publik. Dalam hitungan jam, video tersebut telah dibagikan berkali-kali dan menimbulkan beragam tanggapan. Kecepatan distribusi informasi melalui media sosial membuat setiap kejadian di ruang publik mudah diketahui oleh masyarakat luas.

Kondisi lalu lintas yang sempat melambat terlihat kembali normal setelah massa tidak lagi memenuhi badan jalan. Aparat kepolisian tetap berada di lokasi untuk memastikan situasi tetap aman. Tidak ada informasi resmi yang menyebutkan adanya penutupan total jalan dalam peristiwa tersebut.

Pihak kampus maupun instansi terkait hingga saat ini belum menyampaikan pernyataan resmi yang dipublikasikan secara luas mengenai aksi yang terekam dalam video tersebut. Dengan demikian, pemberitaan ini mengacu pada fakta visual yang tampak dalam rekaman dan informasi yang beredar secara terbuka di ruang publik.

Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dalam menerima dan membagikan informasi yang beredar di media sosial. Setiap peristiwa yang viral memerlukan verifikasi lebih lanjut untuk memperoleh gambaran yang utuh. Hingga ada keterangan resmi tambahan, informasi yang tersedia terbatas pada rekaman yang telah beredar.

Video aksi mahasiswa di Jalan Gatot Subroto Majene tersebut menunjukkan dinamika penyampaian aspirasi di ruang publik yang terekam dan tersebar luas secara digital. Peristiwa itu berlangsung pada Rabu, 18 Februari 2026, dan menjadi pembicaraan hangat di media sosial sepanjang hari.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *