Harianmedia.com — Presiden Prabowo Subianto menghadiri forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta pada 13 Februari 2026. Kehadiran Presiden dalam forum tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk menyampaikan arah kebijakan ekonomi nasional tahun 2026 di hadapan pelaku usaha, jajaran kabinet, serta pemangku kepentingan sektor ekonomi.
Acara yang digelar di Jakarta itu berlangsung dalam suasana formal dan dihadiri sejumlah menteri Kabinet serta perwakilan dunia usaha. Pidato Presiden disiarkan secara langsung melalui kanal resmi Sekretariat Presiden, sehingga dapat diakses publik secara luas. Forum ini menjadi momentum penting di awal tahun untuk memaparkan proyeksi ekonomi nasional sekaligus menyampaikan pesan pemerintah kepada kalangan bisnis.
Dalam pidatonya, Presiden menekankan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global yang masih penuh tantangan. Ia menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan fiskal, mengendalikan inflasi, serta memastikan kebijakan ekonomi tetap berpihak pada kepentingan nasional. Presiden juga mengajak dunia usaha untuk tetap optimistis dan berperan aktif dalam memperkuat fondasi ekonomi Indonesia.
Presiden menyebut bahwa perekonomian Indonesia memiliki potensi besar untuk terus tumbuh apabila seluruh pihak bekerja secara terkoordinasi. Pemerintah, menurutnya, akan terus mendorong iklim investasi yang kondusif melalui penyederhanaan regulasi dan peningkatan kepastian hukum. Langkah tersebut dinilai penting guna menjaga kepercayaan investor domestik maupun internasional.
Selain itu, Presiden menyoroti pentingnya hilirisasi industri sebagai strategi meningkatkan nilai tambah sumber daya alam. Pemerintah berupaya memastikan bahwa pengolahan komoditas dilakukan di dalam negeri sehingga memberikan dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan industri nasional. Kebijakan hilirisasi disebut sebagai salah satu prioritas dalam peta jalan pembangunan ekonomi ke depan.
Dalam forum tersebut, Presiden juga menyampaikan bahwa ketahanan pangan dan energi tetap menjadi fokus utama pemerintah. Ia menegaskan bahwa stabilitas harga bahan pokok harus dijaga demi melindungi daya beli masyarakat. Pemerintah akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pasokan pangan dan energi tetap aman serta terjangkau.
Pesan lain yang disampaikan Presiden adalah pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Dunia usaha diharapkan tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Investasi yang berorientasi jangka panjang dinilai mampu memperkuat struktur ekonomi nasional sekaligus menciptakan dampak sosial yang positif.
Presiden turut menyinggung perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk menghadapi tantangan ekonomi modern. Transformasi digital, penguatan pendidikan vokasi, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi bagian dari strategi nasional. Dunia usaha diharapkan berperan dalam mendukung pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Forum Indonesia Economic Outlook 2026 juga menjadi wadah diskusi mengenai proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depan. Pemerintah memandang bahwa stabilitas politik dan keamanan merupakan prasyarat utama bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa diimbau untuk menjaga kondusivitas demi kepentingan bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden menegaskan bahwa kebijakan ekonomi pemerintah akan tetap mengutamakan prinsip kehati-hatian. Pengelolaan anggaran negara dilakukan secara disiplin guna menjaga kredibilitas fiskal. Pemerintah berupaya memastikan belanja negara tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal terhadap pertumbuhan ekonomi.
Presiden juga menekankan pentingnya memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. UMKM disebut sebagai tulang punggung perekonomian nasional yang perlu terus didorong agar naik kelas. Dukungan pembiayaan, akses pasar, serta digitalisasi menjadi bagian dari strategi pemberdayaan sektor tersebut.
Di hadapan para pelaku usaha, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah terbuka terhadap masukan konstruktif dari dunia bisnis. Dialog antara regulator dan pelaku usaha dinilai penting untuk menciptakan kebijakan yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan ekonomi global. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat internasional.
Perhatian terhadap pembangunan infrastruktur juga kembali ditegaskan dalam forum tersebut. Infrastruktur yang memadai dinilai menjadi fondasi penting dalam mendukung distribusi barang dan jasa. Pemerintah berkomitmen melanjutkan proyek-proyek strategis yang memberikan dampak langsung terhadap konektivitas dan efisiensi ekonomi.
Presiden menambahkan bahwa transformasi ekonomi harus dilakukan secara bertahap dan terukur. Pemerintah tidak hanya fokus pada pertumbuhan, tetapi juga pemerataan hasil pembangunan. Prinsip keadilan sosial menjadi bagian dari visi pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Dalam konteks global, Presiden mengingatkan bahwa perekonomian dunia masih menghadapi berbagai tantangan. Oleh sebab itu, ketahanan domestik harus diperkuat melalui diversifikasi sektor ekonomi dan peningkatan produktivitas. Dunia usaha diharapkan mampu berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.
Penyelenggaraan Indonesia Economic Outlook 2026 menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga komunikasi dengan pelaku usaha. Forum ini menjadi ruang penyampaian pandangan sekaligus ajakan untuk bersama-sama membangun ekonomi nasional. Presiden menutup pidatonya dengan mengajak seluruh pihak untuk menjaga optimisme dan semangat kerja.
Kehadiran Presiden dalam forum tersebut menandai pentingnya peran dialog ekonomi antara pemerintah dan sektor swasta. Pesan yang disampaikan berfokus pada stabilitas, kolaborasi, serta keberlanjutan pembangunan. Dunia usaha diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadapi tahun 2026.
Dengan berbagai pesan yang disampaikan, Indonesia Economic Outlook 2026 menjadi momentum awal untuk menyelaraskan langkah antara pemerintah dan pelaku ekonomi. Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga stabilitas, meningkatkan daya saing, serta memperkuat fondasi ekonomi nasional. Dunia usaha diharapkan terus berkontribusi aktif dalam mewujudkan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

