Kebakaran Los Tembakau di Klaten, 4 Ton Tembakau Ikut Terbakar

Sumber Foto: Ig Asbak Berkarat

Klaten, Harianmedia — Kebakaran melanda sebuah los pengeringan tembakau di Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Rabu, 12 Agustus 2026. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB dan membuat bangunan los terbakar.

Los yang berada di area persawahan tersebut digunakan untuk proses pengeringan tembakau. Saat kebakaran terjadi, api dengan cepat membesar dan membakar bangunan yang sebagian materialnya menggunakan bambu.

Sekitar empat ton tembakau yang berada di dalam los ikut terbakar dalam kejadian tersebut. Selain tembakau, bangunan los juga mengalami kerusakan akibat dilalap api.

Informasi awal menyebutkan luas bangunan yang terbakar sekitar 2.000 meter persegi. Kondisi cuaca yang panas turut membuat api lebih cepat menyebar di sekitar lokasi.

Petugas pemadam kebakaran kemudian dikerahkan untuk menangani kobaran api. Satu unit mobil pemadam dengan empat personel diterjunkan ke lokasi untuk melakukan proses pemadaman.

Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam. Petugas harus memastikan tidak ada bara api yang masih menyala karena material bangunan dan tembakau yang terbakar cukup mudah menyimpan panas.

Warga sekitar juga berada di sekitar lokasi ketika kebakaran terjadi. Asap tebal terlihat membubung dari area los yang terbakar dan membuat perhatian warga tertuju ke lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan awal dari kepolisian, kebakaran diduga berkaitan dengan sisa pembakaran yang digunakan dalam proses pengeringan tembakau. Sisa pembakaran tersebut diduga masih menyimpan bara.

Bara tersebut kemudian diduga membakar rumput kering di sekitar lokasi. Api selanjutnya merambat hingga mencapai bangunan los pengeringan tembakau.

Sebelum kebakaran diketahui, penjaga los disebut sempat meninggalkan lokasi untuk membeli minuman. Ia disebut hanya pergi sekitar lima menit sebelum kembali dan mendapati api sudah membesar.

Namun, penyebab kebakaran tersebut masih berdasarkan dugaan awal. Penanganan di lokasi dilakukan untuk memastikan kondisi bangunan dan area sekitar setelah api berhasil dipadamkan.

Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp1,5 miliar. Nilai kerugian tersebut mencakup bangunan los beserta tembakau yang berada di dalamnya.

Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam kejadian tersebut berdasarkan informasi yang tersedia. Fokus penanganan petugas berada pada pemadaman api dan memastikan kebakaran tidak kembali muncul dari sisa bara.

Kebakaran di Desa Ngrundul ini menjadi perhatian karena los pengeringan tembakau berada di area yang cukup terbuka. Kondisi cuaca yang panas dan material yang mudah terbakar membuat api dapat berkembang dengan cepat.

Petugas pemadam kemudian melakukan pendinginan setelah kobaran api berhasil dikendalikan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bara yang masih berada di dalam material bangunan tidak kembali memicu api.

Pihak terkait masih melakukan penanganan dan pemeriksaan terhadap kejadian tersebut. Dugaan mengenai sumber api akan diperiksa berdasarkan kondisi di lokasi dan keterangan yang diperoleh dari para saksi.

Peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa aktivitas pembakaran dalam proses pengeringan hasil pertanian perlu dilakukan dengan pengawasan. Sisa bara yang belum benar-benar padam dapat menjadi sumber api apabila berada dekat dengan bahan yang mudah terbakar.

Hingga penanganan selesai, bangunan los pengeringan tembakau tersebut mengalami kerusakan akibat kebakaran. Sekitar empat ton tembakau yang tersimpan di dalamnya juga ikut terbakar.

Kebakaran yang terjadi pada Rabu siang itu akhirnya berhasil ditangani oleh petugas. Tidak ada laporan korban jiwa, sementara kerugian materi diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.

Informasi mengenai penyebab kebakaran masih mengacu pada dugaan awal berdasarkan keterangan yang diperoleh di lokasi. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan rangkaian kejadian dan penyebab kebakaran secara menyeluruh.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *