Kediri, Harianmedia — Kebakaran yang terjadi di area kantin dan koperasi RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kediri pada Selasa, 19 Mei 2026, sempat membuat suasana rumah sakit panik. Kepulan asap tebal yang muncul dari area terbakar membuat pasien, keluarga pasien, serta tenaga kesehatan berusaha menjauh dari lokasi demi menghindari risiko yang lebih besar.
Peristiwa tersebut terjadi saat aktivitas pelayanan rumah sakit masih berjalan normal. Asap hitam terlihat membumbung dari bagian kantin dan koperasi rumah sakit hingga mencapai area lantai dua gedung. Kondisi itu langsung menarik perhatian warga sekitar dan pengguna jalan yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Petugas rumah sakit yang mengetahui adanya kebakaran segera melakukan langkah cepat dengan mengamankan area sekitar dan membantu proses evakuasi pasien serta pengunjung dari titik yang terdampak asap. Suasana sempat dipenuhi kepanikan karena banyak orang berusaha keluar menuju area yang lebih aman.
Tidak lama setelah laporan diterima, petugas pemadam kebakaran langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan guna membantu proses pemadaman api di lingkungan rumah sakit tersebut.
Petugas damkar bergerak cepat melakukan penyemprotan di area kantin dan koperasi yang terbakar agar api tidak menyebar ke ruangan lain. Banyaknya barang di area tersebut membuat asap terus keluar dari dalam bangunan selama proses penanganan berlangsung.
Kondisi di sekitar rumah sakit sempat dipadati warga yang ingin mengetahui situasi terbaru dari kejadian kebakaran tersebut. Sejumlah keluarga pasien juga terlihat berkumpul di luar area gedung sambil menunggu kondisi kembali aman.
Asap tebal yang muncul dari lokasi kebakaran sempat memenuhi beberapa bagian bangunan rumah sakit. Karena itu, proses evakuasi dilakukan untuk menghindari gangguan pernapasan terhadap pasien maupun tenaga kesehatan yang sedang bertugas.
Meski sempat menimbulkan kepanikan, pihak rumah sakit memastikan seluruh pasien dan tenaga medis berada dalam kondisi aman. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden kebakaran tersebut.
Petugas pemadam kebakaran terus melakukan penyemprotan hingga api berhasil dikendalikan. Setelah kobaran api mulai mengecil, petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan di area yang sebelumnya terbakar untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Menurut informasi sementara, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik di area kantin dan koperasi rumah sakit. Dugaan tersebut muncul setelah petugas melakukan pengecekan awal di lokasi kejadian.
Proses pemadaman sempat mengalami kendala karena akses kendaraan pemadam di area rumah sakit cukup padat. Meski demikian, petugas tetap berupaya mempercepat penanganan agar api tidak meluas ke bagian lain gedung rumah sakit.
Warga sekitar yang melihat kepulan asap besar langsung mendatangi lokasi kejadian. Banyak masyarakat mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam dan membagikannya di media sosial sehingga kejadian cepat menjadi perhatian publik.
Beberapa pasien terlihat dievakuasi menuju area terbuka untuk sementara waktu hingga kondisi dinyatakan lebih aman. Petugas rumah sakit juga terus berkoordinasi agar pelayanan kesehatan tetap berjalan selama proses penanganan kebakaran berlangsung.
Kebakaran di area rumah sakit menjadi perhatian serius karena lokasi tersebut merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang tetap beroperasi setiap hari. Keselamatan pasien dan tenaga medis menjadi prioritas utama selama proses penanganan berlangsung.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas damkar tetap melakukan pengecekan di beberapa bagian ruangan untuk memastikan tidak ada bara api yang dapat memicu kebakaran kembali. Pendinginan dilakukan secara menyeluruh agar situasi benar-benar aman.
Pihak rumah sakit kemudian mulai melakukan penataan ulang di area terdampak kebakaran. Aktivitas pelayanan kesehatan secara bertahap kembali berjalan setelah kondisi dinilai lebih terkendali.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat Kediri karena terjadi di lingkungan rumah sakit yang dipenuhi pasien dan pengunjung. Banyak warga mengaku khawatir ketika melihat asap tebal keluar dari area bangunan rumah sakit pada siang hari.
Kondisi lalu lintas di sekitar lokasi juga sempat mengalami kepadatan akibat banyaknya kendaraan petugas dan warga yang berhenti untuk melihat kejadian tersebut. Aparat kemudian membantu mengatur arus kendaraan agar akses menuju rumah sakit tetap terbuka.
Petugas pemadam kebakaran mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai bergerak cepat menangani kebakaran sehingga api tidak sempat meluas ke area pelayanan utama rumah sakit. Penanganan cepat tersebut dianggap membantu mengurangi risiko yang lebih besar.
Sejumlah tenaga kesehatan tetap berusaha memberikan pelayanan kepada pasien di tengah situasi yang sempat panik. Mereka membantu memastikan pasien tetap aman sambil mengikuti arahan petugas saat proses evakuasi berlangsung.
Peristiwa kebakaran ini juga menjadi pengingat penting mengenai kewaspadaan terhadap potensi gangguan listrik di area publik dan fasilitas umum. Lingkungan yang dipenuhi aktivitas masyarakat membutuhkan sistem pengamanan yang baik agar risiko kebakaran dapat diminimalkan.
Masyarakat yang berada di lokasi saat kejadian mengaku sempat panik ketika melihat asap mulai memenuhi area sekitar gedung. Namun kondisi berangsur terkendali setelah petugas damkar berhasil menguasai situasi di lapangan.
Setelah proses pemadaman selesai dilakukan, area kantin dan koperasi rumah sakit tampak mengalami kerusakan akibat kebakaran. Beberapa bagian ruangan terlihat menghitam karena terdampak asap dan kobaran api.
Hingga Selasa malam, situasi di lingkungan RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kediri dilaporkan sudah lebih kondusif. Petugas tetap melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi benar-benar aman dan tidak ada gangguan lanjutan setelah kebakaran terjadi.

