Sumber Foto : Dok. ppid.jemberkab.go.id

Jember, Harianmedia — Kabupaten Jember mencatat capaian ekonomi yang signifikan sepanjang tahun 2025. Dalam laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) yang disampaikan oleh Muhammad Fawait dalam rapat paripurna DPRD, disebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jember mencapai angka 5,47 persen. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir sekaligus melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi di tingkat provinsi Jawa Timur maupun nasional.

Peningkatan tersebut tidak hanya terlihat dari sisi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mengalami lonjakan cukup besar. Dalam laporan yang sama, PAD Jember tercatat naik sekitar 32 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini menjadi sorotan karena dicapai tanpa adanya kebijakan kenaikan pajak atau retribusi daerah.

Secara keseluruhan, pendapatan daerah Jember pada tahun 2025 mencapai sekitar Rp4,33 triliun atau sekitar 98,27 persen dari target yang telah ditetapkan. Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai sekitar 97,11 persen dari anggaran yang direncanakan. Data ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan daerah berjalan dengan tingkat serapan yang tinggi.

Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,47 persen tersebut mencerminkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi di berbagai sektor. Kinerja ini dinilai sebagai hasil dari berbagai kebijakan dan program pembangunan yang dijalankan selama tahun anggaran berjalan. Selain itu, stabilitas ekonomi daerah juga turut mendukung peningkatan tersebut.

Dari sisi investasi, Jember juga mencatat peningkatan yang cukup signifikan. Nilai investasi yang masuk mencapai sekitar Rp2,57 triliun, atau meningkat lebih dari 70 persen dibandingkan periode sebelumnya. Peningkatan investasi ini memberikan dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain itu, peningkatan investasi juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Tercatat hampir 10 ribu tenaga kerja terserap melalui berbagai kegiatan ekonomi dan investasi yang berlangsung di wilayah Jember. Hal ini menjadi indikator bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi tidak hanya bersifat angka, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dalam aspek sosial, sejumlah indikator juga menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Tingkat pengangguran di Jember berada di kisaran 3 persen, sementara angka kemiskinan tercatat sekitar 8 persen lebih. Meski masih menjadi perhatian, angka tersebut menunjukkan adanya upaya perbaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Pemerintah daerah juga terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program, termasuk pemberian beasiswa. Program ini diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan serta menciptakan generasi yang lebih siap menghadapi tantangan di masa depan.

Kinerja ekonomi Jember yang meningkat ini juga tidak terlepas dari berbagai sektor unggulan yang berkembang. Sektor pertanian, perdagangan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah. Aktivitas di sektor-sektor tersebut terus menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025.

Selain itu, dukungan infrastruktur dan kemudahan investasi juga menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Berbagai upaya dilakukan untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif, sehingga mampu menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di Jember.

Capaian ini juga menunjukkan adanya peningkatan kemandirian fiskal daerah. Dengan meningkatnya PAD, ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat dapat dikurangi. Hal ini menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kinerja keuangan daerah.

Dalam rapat paripurna tersebut, laporan LKPJ disampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan program dan anggaran selama satu tahun. Laporan ini menjadi bahan evaluasi bagi DPRD untuk menilai kinerja pemerintah daerah serta memberikan rekomendasi untuk perbaikan ke depan.

Capaian pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini diharapkan dapat terus dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya. Pemerintah daerah berkomitmen untuk melanjutkan program pembangunan yang telah berjalan serta meningkatkan efektivitas kebijakan yang ada.

Meski demikian, sejumlah tantangan tetap perlu dihadapi, terutama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. Pemerintah daerah perlu memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Upaya peningkatan PAD juga diharapkan dapat terus dilakukan dengan mengoptimalkan potensi daerah tanpa membebani masyarakat melalui kenaikan pajak. Strategi ini menjadi salah satu pendekatan yang digunakan untuk menjaga keseimbangan antara peningkatan pendapatan dan daya beli masyarakat.

Kinerja ekonomi Jember tahun 2025 menjadi salah satu contoh bagaimana pengelolaan daerah yang baik dapat memberikan hasil yang positif. Dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang konsisten, berbagai target pembangunan dapat tercapai sesuai harapan.

Capaian ini juga menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Kolaborasi yang baik menjadi kunci dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.

Dengan berbagai indikator yang menunjukkan tren positif, Jember memiliki potensi untuk terus berkembang di masa depan. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Ke depan, pemerintah daerah diharapkan dapat terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi ini dengan menghadirkan kebijakan yang tepat dan berkelanjutan. Dengan demikian, capaian yang telah diraih dapat menjadi dasar untuk pembangunan yang lebih baik di tahun-tahun mendatang.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *