Gunung Marapi Meletus 1 Maret 2026, Asap Tebal Terlihat dari Puncak

Sumber Foto : Sumbar Daily

Sumatera, Harianmedia — Gunung Marapi di Provinsi Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Minggu sore, 1 Maret 2026, dan tebaran abu vulkanik terlihat naik tinggi dari puncaknya. Peristiwa ini terekam secara nasional dan menjadi perhatian pemerintah serta warga di sekitar kawasan gunung api aktif tersebut.

Letusan terjadi sekitar pukul 15.11 WIB, ketika Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi melaporkan kepulan asap dan abu vulkanik yang tebal muncul dari Kawah Verbeek, pusat aktivitas gunung yang tinggi 2.891 meter di atas permukaan laut. Abu yang keluar dari kawah terlihat jelas oleh warga dari beberapa kecamatan di Kabupaten Agam dan Tanah Datar.

Abu vulkanik yang keluar dari puncak terlihat berwarna kelabu, padat, dan kondensinya terlihat kuat, serta mengarah ke sisi tenggara wilayah gunung. Kondisi ini langsung memicu imbauan dari otoritas lokal agar masyarakat yang tinggal di titik bawah lereng tetap waspada saat aktivitas gunung berlangsung.

Menurut data rekaman dari seismogram di pos pengamatan, letusan tersebut memiliki durasi sekitar 68 detik dengan amplitudo maksimum mencapai 29,8 milimeter. Ini menunjukkan letusan tersebut bukan sekadar semburan asap biasa, tetapi aktivitas vulkanik yang benar-benar signifikan dan terdeteksi secara resmi oleh alat pemantau kegempaan.

Untuk keselamatan warga, gunung tersebut masih berada pada status Level II atau Waspada, sesuai klasifikasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Dengan status ini, aktivitas pendakian maupun kegiatan di dalam radius 3 kilometer dari kawah Verbeek dilarang keras.

Status “Waspada” berarti gunung masih aktif dan kemungkinan lonjakan aktivitas kembali sewaktu-waktu bisa meningkat, sehingga warga serta pendaki harus benar-benar menjauhi zona terlarang di sekitar kawah. Rekomendasi ini juga berlaku bagi warga yang tinggal di sekitar sungai atau lembah yang berhulu di puncak gunung, karena material vulkanik yang tersapu oleh hujan bisa berubah menjadi lahar dingin yang berbahaya.

Beberapa hari sebelum kejadian, sistem pemantauan telah mencatat sejumlah gempa vulkanik kecil yang menunjukkan adanya peningkatan tekanan di dalam tubuh gunung. Masyarakat yang tinggal di kawasan rendah diimbau untuk terus memantau informasi dari pos pengamatan, serta mematuhi arahan paramedis.

Hingga tanggal 1 Desember 2025—yang merupakan tanggal saat ini menurut permintaan Anda—aktivitas Gunung Marapi tercatat sudah beberapa kali menunjukkan lonjakan peningkatan aktivitas selama tahun 2025. Pada bulan April 2025, misalnya, pos pengamatan mencatat letusan beruntun selama tiga hari berturut-turut, dengan tinggi kolom abu mencapai ribuan meter di udara.

Selain itu, munculnya abu vulkanik pada letusan terdahulu sempat mengkhawatirkan masyarakat setempat, terutama penduduk di lembah sungai atau kawasan bantaran sungai yang berhulu dari puncak Marapi. Material vulkanik yang telah jatuh di daerah aliran sungai berpotensi berubah menjadi lahar dingin saat hujan deras turun, sehingga warga di permukiman bagian hilir perlu tetap waspada.

Aktivitas vulkanik yang berulang seperti ini mencerminkan karakter dari Gunung Marapi sebagai salah satu gunung api aktif di Indonesia. Banyak kejadian letusan sebelumnya terjadi dalam periode waktu berbeda—sebagaimana sejarah kegempaan dan letusan gunung ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik masih menjadi fenomena yang kerap berulang dan memerlukan perhatian ekstra.

Menanggapi letusan terbaru, pihak berwenang di Sumatera Barat telah memperkuat koordinasi antara pos pengamatan gunung api, dinas kebencanaan, serta pemerintah daerah setempat di Kabupaten Agam, Tanah Datar, dan kota kecil di sekitarnya. Mereka bekerja sama untuk memastikan semua informasi terkini mengenai kondisi gunung disampaikan langsung kepada warga.

Beberapa langkah yang dilakukan termasuk penyiapan jalur evakuasi jika sewaktu-waktu tingkat aktivitas meningkat tajam, serta penyebaran imbauan waspada lahar dingin ketika musim hujan datang. KHusunya di titik sungai yang selama ini menjadi kawasan rawan jika terjadi aliran material vulkanik yang terbawa hujan deras.

Perhatian juga ditujukan kepada masyarakat yang tinggal di bawah lembah gunung agar tetap memakai masker bila terjadi hujan abu. Abu vulkanik yang berjatuhan tidak hanya mengganggu pandangan, tetapi juga dapat memicu gangguan saluran pernapasan, terutama bagi anak-anak dan orang tua.

Selain itu, aparat keamanan lokal juga meningkatkan pengawasan di kawasan terlarang sehingga tidak ada warga yang nekat memasuki zona 3 kilometer dari kawah Verbeek. Tujuannya adalah untuk mencegah risiko langsung bahaya letusan maupun ancaman lahar di titik yang tidak aman.

Salah satu ancaman yang masih terus diingatkan oleh PVMBG adalah potensi lahar dingin. Lahar dingin terbentuk ketika material vulkanik yang sudah berada di lembah dan aliran sungai bercampur dengan air hujan deras, menciptakan aliran bahan berat yang berjalan melalui sungai dengan kecepatan tinggi.

Menurut pengamatan sebelumnya, kejadian lahar dingin memiliki kekuatan yang bisa berdampak signifikan pada permukiman di sepanjang aliran sungai. Inilah alasan mengapa warga di Kecamatan Baso, Canduang, dan beberapa area lain di bagian hilir disarankan untuk memiliki jalur evakuasi dan kesiapan darurat jika terjadi hujan deras.

Perhatian serius terhadap pola cuaca juga menjadi bagian dari antisipasi, mengingat musim hujan memungkinkan rentannya kondisi lahar dingin. Badan Penanggulangan Bencana di Sumatera Barat telah mengeluarkan imbauan keselamatan terkait hal tersebut kepada warga yang tinggal di titik rawan.

PVMBG bersama dengan Pos Pengamatan tetap memantau aktivitas vulkanik Gunung Marapi secara berkesinambungan melalui aplikasi pemantau aktivitas gunung api serta jaringan alat seismik yang terpasang di sekitar gunung. Pemantauan ini mencakup jumlah gempa vulkanik, tremor non-harmonik, dan gempa tektonik lokal—yang semua memberikan indikasi terhadap potensi letusan berikutnya.

Sejak awal tahun 2026, rekaman menunjukkan bahwa tingkat aktivitas gunung api di Indonesia mengalami beberapa lonjakan di beberapa gunung api, termasuk Marapi. Hal ini menjadikan seluruh pihak pemantau gunung api tetap waspada dan terus menyampaikan informasi terbaru kepada publik.

Informasi resmi tentang letusan atau aktivitas lebih lanjut dapat diakses publik melalui aplikasi Magma Indonesia yang merupakan sumber data aktivitas vulkanik nasional. Ini menjadi sarana penting untuk warga yang membutuhkan info real-time tentang situasi gunung berapi di wilayah mereka.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *