Jakarta, Harianmedia — Sebuah rekaman video yang memperlihatkan seorang pria berjalan sambil memanggul benda besar di kawasan Jakarta Barat sempat menghebohkan publik. Video tersebut menjadi viral di media sosial setelah banyak warganet menduga pria itu tengah menggendong sesosok mayat. Dugaan tersebut muncul karena bentuk dan cara membawa benda itu menyerupai tubuh manusia, sehingga menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi di wilayah Tambora, Jakarta Barat. Rekaman yang berasal dari kamera pengawas atau CCTV memperlihatkan pria tersebut berjalan kaki di area permukiman pada malam hari sambil memanggul sesuatu yang dibungkus. Dalam rekaman itu, benda yang dipanggul tampak panjang dan besar, sehingga memunculkan dugaan awal bahwa pria tersebut membawa mayat.
Video itu kemudian menyebar luas dan memicu beragam spekulasi. Sejumlah warga mengaku merasa resah setelah melihat rekaman tersebut, karena khawatir telah terjadi tindak kriminal. Dugaan membawa mayat pun ramai diperbincangkan sebelum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang.
Menindaklanjuti viralnya video tersebut, aparat kepolisian melakukan penelusuran untuk memastikan kebenaran peristiwa yang terekam dalam CCTV. Polisi memeriksa lokasi kejadian, menelusuri rekaman kamera pengawas, serta mencari identitas pria yang terlihat dalam video.
Dari hasil penyelidikan, polisi memastikan bahwa benda yang dipanggul pria tersebut bukan mayat manusia. Polisi menjelaskan bahwa pria itu ternyata membawa seekor biawak berukuran besar. Biawak tersebut dibungkus dan dipanggul di bahu, sehingga dari kejauhan terlihat menyerupai jasad manusia.
Polisi mengungkapkan bahwa biawak tersebut masih dalam kondisi hidup saat dibawa. Ukurannya yang cukup panjang membuat wujudnya tampak menyerupai tubuh manusia ketika dibungkus dan dipanggul. Hal inilah yang kemudian memicu kesalahpahaman di kalangan warga dan warganet yang melihat rekaman tersebut.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, pria itu diketahui membawa biawak tersebut dari lokasi pembelian menuju tempat tinggalnya. Karena tidak menggunakan kendaraan, pria tersebut berjalan kaki sambil memanggul biawak itu. Cara membawa hewan tersebut dinilai tidak lazim oleh warga yang melihatnya, sehingga memunculkan dugaan keliru.
Polisi memastikan bahwa tidak ada unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Setelah klarifikasi dilakukan, aparat menyatakan bahwa kejadian itu murni kesalahpahaman. Tidak ditemukan adanya indikasi perbuatan melawan hukum, termasuk dugaan membawa mayat yang sempat beredar di masyarakat.
Kepolisian juga menegaskan bahwa klarifikasi ini dilakukan untuk meluruskan informasi yang terlanjur berkembang. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak langsung menyimpulkan suatu kejadian hanya dari potongan video yang belum diketahui konteks sebenarnya.
Peristiwa ini menjadi contoh bagaimana sebuah rekaman visual dapat menimbulkan persepsi yang keliru ketika dilihat tanpa penjelasan lengkap. Bentuk biawak yang besar dan cara membawanya memang menyerupai tubuh manusia, sehingga memicu asumsi awal yang salah.
Setelah klarifikasi disampaikan, situasi di lingkungan sekitar kembali kondusif. Warga yang sebelumnya resah akhirnya mengetahui bahwa tidak ada kejadian kriminal sebagaimana yang sempat dikhawatirkan. Video yang semula memunculkan dugaan membawa mayat kini dipahami sebagai kesalahpahaman semata.
Polisi berharap masyarakat lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi di media sosial. Penyebaran video tanpa konteks dapat memicu keresahan dan kesimpulan yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Klarifikasi resmi menjadi hal penting untuk memastikan informasi yang beredar sesuai dengan kenyataan.
Dengan adanya penjelasan dari aparat, peristiwa viral tersebut kini telah menemukan titik terang. Dugaan membawa mayat yang sempat menghebohkan publik dipastikan tidak benar, dan pria dalam video tersebut hanya membawa seekor biawak berukuran besar.

