Kalimantan, Harianmedia — Kebakaran melanda permukiman warga di Desa Hukai, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, pada Senin, 26 Januari 2026. Peristiwa tersebut terjadi pada pagi hari dan menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan akibat kobaran api yang cepat membesar. Aparat pemadam kebakaran bersama warga setempat bergerak cepat untuk memadamkan api agar tidak meluas ke bangunan lain.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 09.58 Wita. Api pertama kali terlihat membakar salah satu rumah warga yang berada di kawasan permukiman cukup padat. Dalam waktu singkat, api membesar dan menjalar ke bangunan lain di sekitarnya karena sebagian rumah terbuat dari material kayu dan berada saling berdekatan.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan peralatan seadanya sambil melaporkan kejadian ke petugas pemadam kebakaran. Beberapa warga terlihat membantu mengevakuasi barang-barang milik korban kebakaran agar tidak ikut terbakar.
Petugas pemadam kebakaran dari wilayah setempat segera menuju lokasi setelah menerima laporan. Beberapa unit mobil pemadam dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api. Proses pemadaman berlangsung cukup intens karena api sempat membesar dan mengancam rumah-rumah lain di sekitarnya.
Setelah berjibaku selama beberapa waktu, petugas akhirnya berhasil memadamkan api sepenuhnya. Pendinginan kemudian dilakukan untuk memastikan tidak ada sisa api yang berpotensi menimbulkan kebakaran lanjutan. Kondisi di lokasi kejadian berangsur kondusif setelah api berhasil dikendalikan.
Akibat peristiwa tersebut, dua rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan berat dan hangus terbakar. Selain itu, dua rumah lainnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat terdampak panas dan kobaran api. Kerugian material masih dalam pendataan oleh pihak terkait.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian kebakaran tersebut. Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar. Meski demikian, beberapa warga terdampak harus mengungsi sementara karena rumah mereka tidak dapat ditempati.
Aparat setempat bersama perangkat desa turut berada di lokasi untuk membantu proses penanganan pascakebakaran. Pendataan terhadap korban terdampak dilakukan guna mengetahui kebutuhan mendesak, termasuk kebutuhan sandang dan logistik sementara.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Aparat terkait masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian. Dugaan awal kebakaran masih didalami, termasuk kemungkinan adanya korsleting listrik atau faktor lain.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat. Warga diminta memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman serta tidak meninggalkan sumber api yang berpotensi memicu kebakaran.
Peristiwa kebakaran ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana kebakaran. Respons cepat dari warga dan petugas pemadam dinilai berhasil mencegah api meluas ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Kondisi lingkungan sekitar lokasi kebakaran saat ini telah kembali normal. Aktivitas warga mulai berjalan seperti biasa, meski sejumlah warga masih melakukan pembersihan sisa-sisa puing bangunan yang terbakar. Aparat desa menyatakan akan terus memantau kondisi warga terdampak.

