Banten, Harianmedia — Warga setempat dihebohkan oleh kemunculan seekor binturung (Arctictis binturong), satwa langka dan dilindungi yang turun dari habitat asalnya dan memasuki permukiman warga. Peristiwa ini terjadi sekitar akhir pekan lalu saat cuaca di wilayah tersebut diguyur hujan deras, yang diduga memaksa hewan arboreal ini keluar dari kawasan hutan untuk mencari tempat aman atau makanan.
Warga awalnya kebingungan karena bentuk tubuh hewan tersebut lebih besar dibandingkan musang biasa, bahkan wajahnya sempat disebut mirip serigala oleh beberapa orang. Setelah diamati lebih dekat, hewan itu kemudian diidentifikasi sebagai binturung, mamalia unik dari keluarga Viverridae yang dikenal dengan julukan “bearcat”.
Hewan langka ini sempat berhasil diamankan oleh warga, dan mereka menghubungi pihak berwenang untuk meminta penanganan lebih lanjut serta evakuasi yang aman kembali ke habitatnya.
Binturung Ditemukan Mati dengan Luka
Sayangnya, harapan warga dan tim konservasi untuk menyelamatkan hewan tersebut pupus. Ketika petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Banten datang ke lokasi pada Minggu (18 Januari 2026), binturung yang sebelumnya diamankan warga telah ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya luka jerat dan luka tembakan di bagian leher yang diyakini menjadi penyebab kematian. Kepala Resor Konservasi Wilayah III – BKSDA Serang, Tuwuh Rahadianto Laban, mengungkapkan bahwa indikasi tersebut menunjukkan adanya potensi aktivitas perburuan liar atau tindakan yang melukai satwa tersebut sebelum masyarakat menemukannya.
BKSDA juga menekankan bahwa binturung merupakan satwa dilindungi berdasarkan peraturan pemerintah, sehingga menangkap, melukai, atau memperdagangkan satwa tersebut merupakan pelanggaran hukum dengan sanksi sesuai undang-undang.

