Iran, Harianmedia — Pemerintah Iran hingga kini masih memberlakukan pembatasan akses internet di sejumlah wilayah di tengah situasi nasional yang berlangsung sejak akhir 2025. Kebijakan tersebut diterapkan menyusul gelombang aksi demonstrasi yang meluas ke berbagai kota dan belum sepenuhnya mereda hingga Januari 2026.

Aksi demonstrasi di Iran pertama kali mencuat pada akhir Desember 2025. Gelombang protes dipicu oleh tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat, termasuk inflasi yang tinggi, kenaikan harga kebutuhan pokok, serta melemahnya nilai mata uang nasional. Kondisi tersebut memicu keresahan publik dan mendorong aksi unjuk rasa di pusat-pusat kota.

Pada tahap awal, demonstrasi berlangsung secara sporadis dan berfokus pada tuntutan perbaikan kondisi ekonomi. Namun dalam perkembangannya, aksi massa meluas dan melibatkan berbagai kelompok masyarakat di sejumlah provinsi. Protes kemudian menjadi lebih besar seiring meningkatnya ketegangan antara massa dan aparat keamanan.

Seiring meluasnya demonstrasi, pemerintah Iran mulai menerapkan langkah pengamanan tambahan, termasuk pembatasan aktivitas publik dan pengawasan ketat terhadap arus informasi. Salah satu kebijakan yang paling berdampak adalah pembatasan akses internet dan layanan komunikasi digital.

Pembatasan internet secara signifikan mulai diberlakukan pada awal Januari 2026. Akses ke jaringan internet internasional dilaporkan mengalami gangguan berat, sementara layanan media sosial dan aplikasi pesan instan tidak dapat diakses secara normal di banyak wilayah. Layanan telepon seluler dan pesan singkat juga mengalami pembatasan di beberapa daerah.

Langkah tersebut dilakukan oleh pemerintah Iran dengan alasan menjaga stabilitas nasional dan keamanan publik. Otoritas setempat menyatakan bahwa pembatasan komunikasi diperlukan untuk mencegah penyebaran informasi yang dinilai dapat memperkeruh situasi di lapangan.

Namun, kebijakan tersebut berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat. Pembatasan internet memengaruhi layanan publik, kegiatan ekonomi digital, serta komunikasi keluarga, terutama bagi warga yang bergantung pada akses daring untuk pekerjaan dan usaha sehari-hari.

Selain gangguan internet, laporan dari lapangan juga menyebutkan terjadinya pemadaman listrik secara terbatas di sejumlah wilayah. Pemadaman tersebut dilaporkan bersifat situasional dan terjadi di tengah peningkatan pengamanan serta aktivitas aparat di beberapa kota.

Hingga pertengahan Januari 2026, akses internet di Iran belum sepenuhnya pulih. Beberapa layanan domestik dilaporkan kembali berfungsi secara terbatas, namun koneksi ke jaringan internasional masih mengalami pembatasan. Pemerintah terus memantau situasi dan menyesuaikan kebijakan komunikasi sesuai perkembangan kondisi nasional.

Situasi keamanan di Iran juga masih menjadi perhatian internasional. Sejumlah lembaga hak asasi manusia melaporkan adanya korban jiwa dan penangkapan dalam rangkaian aksi demonstrasi sejak akhir 2025. Data yang dihimpun hingga 13 Januari 2026 menunjukkan ratusan orang dilaporkan meninggal dunia, sementara ribuan lainnya ditahan dalam operasi pengamanan.

Pemerintah Iran menyatakan bahwa langkah-langkah keamanan yang diambil bertujuan menjaga ketertiban umum dan mencegah eskalasi konflik. Di sisi lain, masyarakat internasional terus mencermati perkembangan situasi di Iran, termasuk dampak pembatasan komunikasi terhadap kondisi kemanusiaan dan sosial.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah Iran menyerukan ketenangan dan stabilitas nasional. Otoritas menyampaikan bahwa situasi akan terus dievaluasi dan kebijakan pembatasan dapat disesuaikan apabila keadaan dinilai membaik.

Hingga awal 2026, Iran masih berada dalam fase penanganan situasi nasional yang dinamis. Pembatasan akses internet menjadi salah satu indikator bahwa pemerintah masih menerapkan langkah pengendalian ketat di tengah proses pemulihan keamanan.

Perkembangan ke depan akan sangat bergantung pada stabilitas kondisi dalam negeri serta respons pemerintah terhadap tuntutan masyarakat. Dunia internasional terus memantau situasi Iran, sementara warga berharap aktivitas sosial dan komunikasi dapat kembali berjalan normal seiring meredanya ketegangan nasional.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *