Kebakaran di Batuaji Batam, Asap Tebal Sempat Selimuti Kawasan Masjid Agung

Sumber Foto : Tribun Batam

Batam, Harianmedia — Kebakaran terjadi di kawasan Batuaji, Kota Batam, Kepulauan Riau, pada Sabtu, 10 Januari 2026. Peristiwa ini berlangsung di area samping Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah yang dikenal luas masyarakat sebagai Masjid Agung Batam. Kebakaran tersebut menyebabkan asap hitam tebal membumbung tinggi dan sempat menyelimuti kawasan sekitar masjid.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, api diketahui berasal dari lokasi usaha ban dan tumpukan material mudah terbakar yang berada tidak jauh dari kompleks masjid. Kobaran api dengan cepat membesar karena material yang terbakar didominasi karet dan barang mudah menyala, sehingga menghasilkan asap pekat berwarna hitam.

Warga yang berada di sekitar lokasi pertama kali melihat kepulan asap tebal dari arah samping masjid pada siang hingga sore hari. Asap tersebut terlihat jelas dari berbagai sudut wilayah Batuaji dan sempat menimbulkan kepanikan warga sekitar. Sejumlah warga menghentikan aktivitas dan berusaha menjauh dari sumber asap untuk menghindari dampak gangguan pernapasan.

Tidak lama setelah kejadian, petugas pemadam kebakaran Kota Batam langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Beberapa unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan guna mengendalikan api agar tidak merambat ke bangunan lain, termasuk area utama masjid yang berada tidak jauh dari titik kebakaran.

Proses pemadaman berlangsung cukup intensif mengingat jenis material yang terbakar membutuhkan penanganan khusus. Petugas berupaya mendinginkan area sekitar sekaligus memastikan api benar-benar padam agar tidak kembali menyala. Selama proses tersebut, arus lalu lintas di sekitar kawasan sempat melambat karena banyak warga yang berhenti untuk melihat kejadian.

Dalam peristiwa ini, bangunan utama Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah dipastikan tidak mengalami kerusakan. Api tidak menjalar ke dalam kompleks masjid karena jarak dan respons cepat petugas pemadam kebakaran. Aktivitas ibadah di masjid sempat terganggu sementara akibat asap yang masih tersisa di udara.

Hingga kebakaran berhasil dikendalikan, tidak ditemukan adanya korban jiwa. Tidak ada laporan warga maupun petugas yang mengalami luka serius akibat insiden tersebut. Meski demikian, beberapa warga mengaku sempat mengalami sesak napas ringan akibat menghirup asap tebal sebelum menjauh dari lokasi.

Pihak berwenang masih melakukan pendataan terhadap kerugian materi akibat kebakaran tersebut. Area usaha ban yang terbakar dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada tumpukan ban dan perlengkapan usaha yang berada di lokasi kejadian.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penelusuran lebih lanjut. Dugaan awal menyebutkan api berasal dari aktivitas pembakaran atau percikan api di area tumpukan ban, namun hal tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak terkait.

Petugas mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di area yang menyimpan bahan mudah terbakar. Warga juga diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila melihat tanda-tanda kebakaran agar dapat ditangani lebih cepat.

Situasi di sekitar lokasi kejadian berangsur kondusif setelah api berhasil dipadamkan. Asap mulai menipis dan aktivitas warga kembali berjalan normal. Aparat keamanan tetap berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada potensi kebakaran lanjutan.Peristiwa kebakaran ini menjadi perhatian masyarakat Batam karena lokasinya yang berada dekat dengan salah satu ikon keagamaan terbesar di kota tersebut. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan lingkungan dan keselamatan di kawasan padat aktivitas.

Hingga Sabtu malam, petugas masih melakukan pemantauan lanjutan di lokasi untuk memastikan kondisi benar-benar aman. Pihak terkait juga akan melakukan evaluasi guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *