Bekasi, Harianmedia — Sebuah peristiwa kebakaran bus terjadi di wilayah Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu, 10 Januari 2026. Kejadian tersebut sempat menarik perhatian warga sekitar karena kobaran api terlihat cukup besar dan asap hitam membumbung tinggi dari badan kendaraan. Peristiwa ini terjadi pada siang hari di kawasan yang cukup ramai dilalui kendaraan, sehingga memicu kepanikan sementara di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laporan lapangan, bus yang terbakar berada dalam kondisi berhenti saat api mulai terlihat. Api pertama kali muncul dari bagian belakang kendaraan, kemudian dengan cepat membesar dan merambat ke bagian lain. Dalam hitungan menit, sebagian besar badan bus dilalap api, menyebabkan kerusakan berat pada kendaraan tersebut.
Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian segera berusaha menjauhkan diri dan mengamankan area sekitar untuk mencegah risiko yang lebih besar. Beberapa saksi mata menyebutkan bahwa api muncul secara tiba-tiba tanpa didahului suara ledakan keras. Asap tebal yang keluar dari bus membuat jarak pandang di sekitar lokasi sempat terganggu.
Tak lama setelah kejadian diketahui, laporan segera disampaikan kepada petugas pemadam kebakaran setempat. Petugas pemadam kebakaran kemudian dikerahkan ke lokasi untuk melakukan proses pemadaman. Beberapa unit kendaraan pemadam diterjunkan guna memastikan api dapat dikendalikan dan tidak menjalar ke objek lain di sekitarnya.
Proses pemadaman berlangsung cukup intensif mengingat api telah membesar saat petugas tiba di lokasi. Petugas melakukan penyemprotan dari beberapa sisi untuk mempercepat pemadaman dan mencegah kemungkinan api kembali menyala. Setelah upaya pemadaman dilakukan, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam sepenuhnya.
Dalam peristiwa tersebut, tidak terdapat laporan korban jiwa. Informasi sementara menyebutkan bahwa bus tidak sedang mengangkut penumpang dalam jumlah banyak saat kejadian berlangsung. Meski demikian, kerugian material akibat kebakaran ini diperkirakan cukup besar mengingat kondisi bus yang mengalami kerusakan parah.
Pihak berwenang hingga kini masih melakukan pendataan terkait peristiwa tersebut, termasuk memastikan tidak ada dampak lanjutan yang membahayakan masyarakat sekitar. Area sekitar lokasi kejadian sempat diamankan untuk memastikan proses penanganan berjalan dengan lancar dan aman.
Terkait penyebab kebakaran, hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang menyimpulkan penyebab pasti terjadinya api. Dugaan awal menyebutkan api muncul dari bagian belakang bus, namun penyelidikan lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan sumber kebakaran tersebut. Pemeriksaan terhadap kondisi kendaraan dilakukan guna mengetahui apakah kebakaran disebabkan oleh faktor teknis, seperti gangguan mesin atau sistem kelistrikan.
Peristiwa kebakaran bus ini sempat menyebabkan arus lalu lintas di sekitar Tambun Selatan mengalami perlambatan. Petugas terkait mengatur lalu lintas agar kendaraan lain dapat melintas dengan aman dan tidak mendekati area yang berisiko. Setelah api berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan aman, lalu lintas berangsur kembali normal.
Kejadian ini menambah daftar peristiwa kebakaran kendaraan yang terjadi di wilayah perkotaan dan kawasan penyangga ibu kota. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini tetap menjadi perhatian karena berpotensi membahayakan pengguna jalan dan masyarakat sekitar jika tidak segera ditangani.
Pihak terkait mengimbau agar pengelola dan pengemudi kendaraan umum selalu melakukan pemeriksaan rutin terhadap kondisi kendaraan sebelum digunakan. Pemeriksaan berkala dinilai penting untuk meminimalkan risiko terjadinya gangguan teknis yang dapat berujung pada kebakaran.
Hingga berita ini disusun, petugas masih melakukan pendalaman terhadap peristiwa kebakaran bus di Tambun Selatan tersebut. Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah proses pemeriksaan dan penelusuran selesai dilakukan oleh pihak berwenang.

