Bogor, Harianmedia — Kebakaran melanda sebuah rumah makan yang berlokasi di kawasan Cipinang Gading pada Kamis siang, 8 Januari 2026. Peristiwa tersebut sempat menimbulkan kepanikan di sekitar lokasi karena api cepat membesar dan menghanguskan sebagian bangunan rumah makan. Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, kebakaran terjadi saat aktivitas operasional rumah makan masih berlangsung. Sejumlah karyawan diketahui tengah melakukan kegiatan memasak di area dapur ketika tiba-tiba muncul api yang kemudian membesar. Warga sekitar yang melihat kepulan asap tebal langsung melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran.
Api dengan cepat merambat ke bagian lain bangunan rumah makan. Material bangunan yang mudah terbakar serta aktivitas dapur menyebabkan kobaran api sulit dikendalikan pada awal kejadian. Beberapa karyawan berusaha menyelamatkan diri dan mengamankan barang-barang yang masih dapat dijangkau sebelum api semakin meluas.
Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi tidak lama setelah menerima laporan. Sejumlah unit mobil pemadam dikerahkan untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran menjalar ke bangunan lain di sekitarnya. Proses pemadaman berlangsung cukup intens karena api telah menguasai sebagian besar bangunan rumah makan.
Setelah berjibaku selama beberapa waktu, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api sepenuhnya. Pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali. Area sekitar lokasi kejadian juga diamankan guna kelancaran proses pemadaman dan evakuasi.
Berdasarkan keterangan sementara dari petugas di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh kebocoran tabung gas elpiji yang digunakan untuk aktivitas memasak. Dugaan tersebut muncul setelah petugas menemukan indikasi kebocoran pada peralatan dapur di lokasi kejadian. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam peristiwa tersebut, tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Namun, seorang karyawan rumah makan diketahui mengalami luka bakar ringan dan telah mendapatkan penanganan medis. Kondisi korban dilaporkan stabil dan tidak memerlukan perawatan intensif.
Akibat kebakaran tersebut, bangunan rumah makan mengalami kerusakan cukup parah. Bagian dapur dan area makan terdampak langsung oleh kobaran api. Kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, meskipun angka pasti masih dalam pendataan oleh pihak terkait.
Sejumlah warga sekitar mengaku sempat panik melihat api yang membesar dan asap hitam yang membumbung tinggi. Beberapa di antaranya membantu mengamankan lingkungan sekitar dan memastikan tidak ada warga yang terjebak di dalam bangunan. Arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat selama proses pemadaman berlangsung.
Petugas kepolisian turut mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan membantu proses penyelidikan awal. Garis pembatas dipasang di sekitar area rumah makan guna mencegah warga mendekat dan mengganggu proses pemeriksaan pascakebakaran.
Hingga Kamis sore, situasi di lokasi kejadian dilaporkan telah kondusif. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya dan aktivitas warga di sekitar lokasi mulai kembali normal. Pemilik rumah makan tampak melakukan pendataan kerusakan dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Pihak berwenang mengimbau para pelaku usaha kuliner untuk rutin memeriksa instalasi gas dan peralatan dapur guna mencegah terjadinya insiden serupa. Penggunaan tabung gas elpiji harus sesuai standar keselamatan dan diawasi secara berkala, terutama di tempat usaha yang beroperasi setiap hari.
Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Petugas akan memeriksa sisa bangunan, peralatan dapur, serta meminta keterangan dari saksi-saksi yang berada di lokasi saat kejadian. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi dasar penetapan penyebab kebakaran secara resmi.
Peristiwa kebakaran rumah makan di Cipinang Gading ini menambah daftar kejadian kebakaran yang terjadi di awal tahun 2026. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan di tempat usaha, khususnya yang berkaitan dengan penggunaan gas dan peralatan memasak.

