Harianmedia.com – Sebuah kecelakaan lalu lintas melibatkan sebuah truk tronton bermuatan triplek terjadi pada Sabtu malam, 3 Januari 2026, di tikungan Mbah Singo, Jalur Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Insiden itu membuat arus lalu lintas di jalur utama yang menghubungkan Jember–Banyuwangi sempat terganggu dan beberapa penumpang kendaraan lain mengalami luka-luka.
Peristiwa bermula ketika truk tronton nomor polisi L-8186-AG yang dikemudikan oleh Amir Mahmud (36), warga Lumajang, melaju dari arah Jember menuju Banyuwangi pada sekitar pukul 19.30 WIB. Truk bermuatan triplek itu melintasi jalur yang menurun dan menikung tajam di tikungan Mbah Singo, yang dikenal rawan kecelakaan karena kombinasi turunan tajam dan belokan sempit.
Menurut keterangan dari Kasatlantas Polres Jember, AKP Bernardus Bagas Simarmata, truk diduga mengalami gangguan pengereman (rem blong) pada saat memasuki titik tikungan tersebut. Akibatnya, pengemudi kesulitan mengendalikan laju kendaraan, sehingga truk oleng dan menimpa kendaraan lain yang melintas dari arah berlawanan.
Kecelakaan itu awalnya menimpa sebuah minibus Daihatsu Sigra bernopol P-1436-EI yang datang dari arah berlawanan. Kendaraan tersebut dikemudikan oleh Achmad Gofir (41) dengan tiga penumpangnya, yakni Siti Wiganti, Ahmad Kamil, dan M. Yusuf Adi Darmawan, yang semuanya berasal dari Sumbersari, Jember. Setelah menimpa Sigra, truk kemudian terguling ke kanan dan kembali menimpa sebuah microbus Isuzu Elf bermerek B-7273-IR, yang berada tepat di belakang minibus tersebut.
Kondisi jalan yang sempit dan kontur pegunungan membuat kecelakaan ini memicu kemacetan panjang di jalur nasional tersebut, yang merupakan salah satu akses penting bagi kendaraan dari arah Jember ke Banyuwangi dan sebaliknya. Petugas kepolisian kemudian menutup sementara jalur tersebut untuk memberi ruang bagi proses evakuasi kendaraan dan pembersihan muatan triplek yang berserakan di badan jalan.
Korban dan Penanganan Medis
Sebanyak enam orang mengalami luka-luka sebagai akibat dari insiden tersebut dan langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat. Mereka terdiri dari pengemudi dan penumpang minibus Sigra serta pengemudi dan penumpang Isuzu Elf. Seluruh korban mendapatkan perawatan medis di Klinik Puspa Medika Garahan, Kecamatan Silo.
Petugas Satlantas Polres Jember memastikan bahwa tidak ada laporan korban yang dalam kondisi kritis parah atau luka berat secara signifikan, namun sejumlah korban tetap memerlukan perawatan intensif untuk memastikan stabilitas kondisi mereka. Selama proses penanganan medis, pihak kepolisian juga terus mendata dan mengevaluasi kondisi korban serta memberi informasi lebih lanjut kepada keluarga masing-masing pihak yang terlibat.
Keberadaan jalur nasional ini sangat vital bagi mobilitas masyarakat, mengingat jalur ini seringkali digunakan sebagai rute utama angkutan barang dan penumpang antar-kabupaten di wilayah Jawa Timur bagian selatan. Insiden ini kembali menunjukkan pentingnya kewaspadaan khususnya terhadap kendaraan berat di kawasan yang memiliki karakter jalan menurun dan menikung tajam seperti di Gumitir.
Penyebab dan Dugaan Awal
Hingga saat ini, dari hasil pemeriksaan awal, penyebab utama kecelakaan diduga berasal dari rem truk yang mengalami masalah sehingga tidak berfungsi secara optimal pada saat truk melintasi jalur menurun. Polres Jember melalui Satlantas telah melakukan pemeriksaan terhadap mesin dan sistem pengereman truk tersebut guna mendapatkan data teknis lebih lanjut.
Kasatlantas juga menyampaikan pesan kepada para pengemudi kendaraan berat untuk selalu memastikan kondisi kendaraan mereka terutama sistem pengereman sebelum melintasi jalur ekstrem. Pemeriksaan rutin pada kendaraan bermuatan berat dianggap sangat penting untuk menghindari insiden yang berpotensi serius di kemudian hari.
Akibat kecelakaan itu, arus lalu lintas di jalur nasional sempat terhambat terutama pada malam hari hingga proses evakuasi selesai. Petugas kepolisian bersama dengan tim dari dinas perhubungan melakukan pengaturan kendaraan serta membuka jalur secara bergantian untuk memperlancar arus lalu lintas yang sempat tersendat panjang.
Evakuasi truk yang terguling dan muatan triplek yang berserakan memakan beberapa jam sebelum akhirnya jalur dapat dibuka kembali sepenuhnya. Pembersihan sisa material yang tumpah juga menjadi salah satu prioritas agar kendaraan lain dapat melintas dengan aman.
Petugas kepolisian sampai hari ini 5 Januari 2026 masih melakukan pendalaman terhadap penyebab kecelakaan tersebut dengan memeriksa saksi mata dan melakukan rekonstruksi kecelakaan. Pihak berwenang juga menyatakan akan memberikan hasil temuan investigasi secara resmi setelah semua pemeriksaan selesai.
Insiden truk tronton bermuatan triplek yang terjadi di Tikungan Gumitir Jember pada 3 Januari 2026 merupakan peristiwa yang melibatkan beberapa kendaraan dan menyebabkan beberapa penumpang mengalami luka-luka serta gangguan lalu lintas sementara. Dugaan sementara yakni adanya gangguan pada sistem pengereman truk yang mengakibatkan hilangnya kendali saat memasuki jalur menurun tajam. Polres Jember telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan untuk mengetahui secara pasti faktor penyebab kejadian tersebut. Hingga 5 Januari 2026, proses penanganan masih berjalan dengan fokus pada evaluasi teknis dan penyampaian informasi kepada masyarakat luas.

