Banyumas, Harianmedia — Pada Jumat, 2 Januari 2026, sebuah peristiwa kecelakaan terjadi di wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, saat sebuah mobil pribadi terseret dan jatuh ke dalam jurang akibat longsor pada jalan yang licin. Peristiwa ini bermula ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada malam hari, memicu kondisi jalan yang licin dan rusak di sejumlah titik, termasuk di Jalan Saba Wengi, Grumbul Gandarusa, Desa Cikakak, Kecamatan Wangon.
Sekitar pukul 20.30 WIB, seorang pengendara mobil Toyota Avanza yang dikemudikan oleh Raslim (50), seorang warga setempat, sedang melintasi ruas jalan tersebut dalam kondisi gelap dan hujan deras. Saat itu, permukaan jalan yang tergenang air tidak terlihat dengan jelas, sehingga di bawah genangan tersebut terdapat tanah yang sudah terkikis oleh air hujan dan longsor. Ketika kendaraan melintas, bagian permukaan itu runtuh dan membuat mobil terseret masuk ke dalam jurang sedalam sekitar 5–6 meter.
Peristiwa itu segera menarik perhatian warga di sekitar lokasi. Warga yang melihat kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan kepada pengemudi yang tersisa di dalam kendaraan. Raslim mengalami beberapa memar di tubuhnya, namun masih dalam kondisi sadar dan dapat keluar dari dalam mobil dengan bantuan warga. Setelah dievakuasi dari dasar jurang, korban dibantu untuk naik kembali ke jalan utama dan selanjutnya dibawa pulang ke rumahnya.
Petugas keamanan dari Polsek Wangon, bersama dengan personel TNI, BPBD Kabupaten Banyumas, pemerintah desa, dan warga setempat, segera datang ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal. Tim gabungan ini melakukan pengamanan area, menandai lokasi rawan, serta memulai proses evakuasi terhadap mobil yang masih berada di dasar jurang karena kondisi malam dan medan yang licin membuat evakuasi pada malam hari tidak memungkinkan dilakukan.
Akibat longsor yang membuat mobil masuk jurang, ruas Jalan Saba Wengi terputus total, karena tanah ambles sepanjang sekitar 10 meter. Dampaknya cukup signifikan terhadap aktivitas warga di sekitar, terutama karena jalan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan beberapa dusun seperti Gandarusa, Beji, dan Planjan, sekaligus jalur menuju sekolah dan fasilitas umum lainnya. Kondisi ini membuat sekitar 1.200 warga terisolir dari akses langsung yang biasa mereka gunakan sehari-hari.
Kepala Desa Cikakak, Akim, menyampaikan bahwa putusnya akses jalan ini memberi dampak yang cukup besar terhadap mobilitas masyarakat, termasuk siswa yang hendak berangkat sekolah serta warga yang menggunakan jalan tersebut untuk kegiatan ekonomi dan sosial. Alternatif jalur yang tersedia untuk keluar dari daerah itu kini harus memutar melalui rute lain yang lebih jauh, yakni melalui Grumbul Beji, Desa Cirahab, Kecamatan Lumbir, dengan jarak tambahan sekitar tiga kilometer.
Sejumlah warga juga menyampaikan bahwa kondisi cuaca pada malam kejadian memang sangat buruk, dengan hujan deras yang berlangsung cukup lama dan membuat beberapa ruas jalan menjadi licin serta rawan longsor. Peristiwa longsor di kawasan itu menjadi perhatian khusus karena kondisi tanah yang mudah tergerus air, terlebih saat hujan intensitas tinggi terjadi.
Reaksi cepat dari warga dan aparat setempat menunjukkan upaya gotong-royong untuk membantu penanganan korban serta mengamankan kondisi jalan. Namun keberadaan mobil yang masih berada di dasar jurang menjadi salah satu faktor yang cukup menyulitkan proses evakuasi dan pemulihan akses jalan. Tim gabungan hingga hari berikutnya masih mencari bantuan sling dan peralatan berat lainnya untuk menarik mobil tersebut ke permukaan.
Hingga 3 Januari 2026, proses perbaikan ruas Jalan Saba Wengi dan upaya evakuasi mobil serta pemulihan kondisi akses jalan masih berlangsung. BPBD bersama instansi terkait terus memantau lokasi rawan longsor di wilayah Banyumas, terutama di wilayah perbukitan atau daerah yang banyak dipengaruhi oleh curah hujan tinggi. Masyarakat setempat juga terus diimbau untuk berhati-hati saat melintas di jalan yang terendam air atau setelah hujan turun, agar kejadian serupa dapat dihindari.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi jalan saat musim hujan, terutama di daerah yang memiliki kontur tanah yang rawan longsor. Kondisi jalan yang licin serta banjir yang mungkin terjadi di beberapa titik dapat berpotensi menyebabkan kecelakaan, sehingga pengendara diimbau untuk memperlambat laju kendaraan dan berhati-hati saat melintas di malam hari atau saat visibilitas menurun.
Dengan adanya kejadian ini, aparat setempat juga tengah mengkaji upaya-upaya jangka panjang untuk perbaikan infrastruktur jalan di wilayah yang rawan mengalami kerusakan akibat kondisi cuaca ekstrem. Prioritas utama adalah menjamin keselamatan dan kelancaran lalu lintas masyarakat, terutama di daerah yang merupakan jalur utama kegiatan ekonomi dan pendidikan warga Banyumas.

