Insiden Penerjun Payung di Perairan Pangandaran, Operasi SAR Berakhir Setelah Korban Ditemukan

Pangandaran, Harianmedia — Insiden penerjun payung terjadi di perairan Pangandaran, Jawa Barat, pada akhir Desember 2025 saat berlangsung kegiatan latihan terjun payung. Peristiwa ini menyebabkan sejumlah atlet jatuh ke laut dan memicu operasi pencarian serta pertolongan oleh tim SAR gabungan. Hingga 2 Januari 2026, seluruh korban telah ditemukan dan operasi pencarian resmi dihentikan.

Kejadian tersebut menyita perhatian masyarakat karena berlangsung di kawasan wisata yang cukup ramai dan melibatkan atlet terjun payung dalam kegiatan resmi. Aparat terkait langsung bergerak cepat untuk memastikan proses pencarian dan evakuasi berjalan sesuai prosedur keselamatan.

Kronologi Awal Kejadian

Insiden bermula saat sejumlah atlet terjun payung melakukan penerjunan dari pesawat dalam rangka latihan. Penerjunan dilakukan di atas wilayah perairan Pangandaran dengan titik pendaratan yang telah ditentukan sebelumnya.

Namun, saat para atlet berada di udara, terjadi perubahan kondisi angin di wilayah tersebut. Perubahan arah dan kecepatan angin mengakibatkan beberapa penerjun tidak dapat mengendalikan arah luncur sesuai rencana. Akibatnya, sejumlah atlet jatuh ke laut dan tidak mendarat di titik yang telah ditetapkan.

Petugas yang berada di darat segera menerima laporan mengenai kondisi tersebut dan langsung melakukan koordinasi untuk penanganan darurat. Informasi mengenai jatuhnya penerjun ke laut kemudian diteruskan kepada tim SAR untuk dilakukan pencarian.

Respons Cepat dan Pengerahan Tim SAR

Setelah menerima laporan, tim SAR gabungan segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Unsur yang terlibat dalam operasi ini meliputi petugas SAR, aparat keamanan, serta dukungan dari pihak terkait lainnya. Proses pencarian dilakukan dengan menyisir perairan Pangandaran dan area sekitarnya.

Pada tahap awal, beberapa penerjun berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi selamat. Namun, dua penerjun lainnya dinyatakan hilang sehingga operasi pencarian terus dilanjutkan secara intensif.

Tim SAR melakukan pencarian dengan menggunakan perahu, pemantauan dari udara, serta melibatkan nelayan setempat untuk membantu memberikan informasi apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Data Korban dalam Insiden

Berdasarkan data resmi yang disampaikan pihak berwenang, insiden ini melibatkan lima atlet terjun payung yang mengalami kendala saat penerjunan.

Dari jumlah tersebut :

  • Dua orang dinyatakan meninggal dunia.
  • Tiga orang lainnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Korban selamat ditemukan tidak lama setelah insiden terjadi dan langsung mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, dua korban lainnya memerlukan proses pencarian lebih lanjut karena tidak segera ditemukan di lokasi awal.

Proses Pencarian Korban Hilang

Operasi pencarian korban yang hilang berlangsung selama beberapa hari. Tim SAR memperluas area pencarian seiring dengan pergerakan arus laut dan mempertimbangkan kondisi cuaca yang berubah-ubah.

Dalam pelaksanaannya, pencarian menghadapi sejumlah kendala, seperti gelombang laut yang cukup tinggi pada waktu tertentu serta jarak pandang yang terbatas. Meski demikian, tim SAR tetap melanjutkan operasi dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel.

Upaya pencarian juga melibatkan koordinasi dengan masyarakat pesisir, khususnya nelayan yang sehari-hari beraktivitas di perairan Pangandaran. Informasi dari nelayan menjadi salah satu faktor pendukung dalam proses pencarian.

Penemuan Korban Meninggal Dunia

Korban meninggal dunia pertama ditemukan dalam tahap awal operasi pencarian. Setelah dilakukan evakuasi, korban tersebut dibawa ke darat untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.

Sementara itu, satu korban lainnya masih dinyatakan hilang sehingga operasi SAR tetap dilanjutkan. Setelah beberapa hari pencarian, korban terakhir akhirnya ditemukan di perairan Pangandaran dalam kondisi meninggal dunia.

Penemuan korban terakhir ini memastikan bahwa seluruh atlet yang terlibat dalam insiden tersebut telah ditemukan. Evakuasi dilakukan dengan pengamanan ketat dan diserahkan kepada pihak berwenang untuk proses lanjutan.

Operasi SAR Resmi Dihentikan

Dengan ditemukannya seluruh korban, tim SAR gabungan secara resmi mengakhiri operasi pencarian pada 2 Januari 2026. Keputusan penghentian operasi diambil setelah dilakukan evaluasi menyeluruh dan memastikan tidak ada lagi korban yang belum ditemukan.

Pihak berwenang menyampaikan bahwa operasi SAR telah dilaksanakan secara maksimal dengan mengerahkan berbagai sumber daya yang tersedia. Koordinasi lintas instansi juga disebut berjalan dengan baik selama proses pencarian berlangsung.

Kondisi Korban Selamat

Tiga korban yang berhasil diselamatkan diketahui mengalami kelelahan dan dampak fisik akibat jatuh ke laut. Namun, setelah mendapatkan pemeriksaan medis, kondisi mereka dinyatakan stabil dan tidak mengancam jiwa.

Para korban selamat mendapatkan pendampingan dan perawatan sesuai kebutuhan. Pihak berwenang memastikan bahwa penanganan terhadap korban dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan dan kesehatan.

Kondisi Lingkungan dan Faktor Alam

Perairan Pangandaran dikenal memiliki karakteristik arus dan angin yang dapat berubah dalam waktu singkat. Faktor alam ini menjadi perhatian utama dalam setiap kegiatan yang melibatkan aktivitas udara dan laut.

Selama operasi pencarian, kondisi laut dilaporkan bervariasi. Pada beberapa waktu, gelombang relatif tenang sehingga memudahkan pencarian, namun pada waktu lain terjadi peningkatan gelombang yang memperlambat proses penyisiran.

Tim SAR tetap menyesuaikan strategi pencarian dengan kondisi lapangan agar operasi dapat berjalan efektif tanpa mengabaikan keselamatan personel.

Tindak Lanjut Pasca Insiden

Setelah operasi SAR berakhir, pihak terkait melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan latihan terjun payung tersebut. Evaluasi ini dilakukan untuk meninjau kembali prosedur keselamatan, perencanaan penerjunan, serta kesiapan menghadapi perubahan kondisi cuaca.

Selain itu, pihak berwenang juga melakukan pendampingan kepada keluarga korban meninggal dunia serta memastikan seluruh proses administrasi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Insiden penerjun payung di perairan Pangandaran menjadi peristiwa yang menyisakan duka setelah menyebabkan dua atlet meninggal dunia. Proses pencarian yang dilakukan secara intensif akhirnya memastikan seluruh korban ditemukan hingga 2 Januari 2026.

Dengan berakhirnya operasi SAR, penanganan peristiwa ini kini memasuki tahap evaluasi dan tindak lanjut. Pihak berwenang menegaskan komitmennya untuk meningkatkan aspek keselamatan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *